Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Merencanakan Sesuatu Bisa Bikin Bahagia, Ini Penjelasannya!
ilustrasi journaling (pexels.com/olly)
  • Membayangkan hal menyenangkan di masa depan dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan membuat proses menunggu terasa lebih bahagia daripada kenangan setelahnya.
  • Otak dan tubuh merespons bayangan pengalaman positif hampir seperti kejadian nyata, sehingga sekadar merencanakan sesuatu yang menyenangkan sudah bisa memperbaiki suasana hati.
  • Merencanakan hal bermakna—baik besar maupun sederhana—membangun optimisme, rasa kontrol hidup, serta kebahagiaan yang makin kuat saat rencana dibagikan dengan orang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Baru pulang liburan, tapi sudah sibuk mencari destinasi berikutnya? Atau merasa semangat sepanjang minggu hanya karena sudah punya rencana makan malam dengan sahabat di akhir pekan? Ternyata, perasaan antusias seperti itu bukan sekadar sugesti. Memiliki sesuatu untuk dinantikan bisa meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan emosional kita.

Menariknya, rasa bahagia itu sering kali muncul bahkan sebelum momen yang ditunggu benar-benar terjadi. Jadi, kalau kamu merasa senang hanya karena sedang menyusun itinerary liburan atau menghitung hari menuju konser favorit, sebenarnya ada penjelasan dari ahli, loh. Yuk, langsung simak artikel berikut!

1. Otak merespons hal yang dinantikan seperti sebuah hadiah

ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/olly)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology menemukan, bahwa membayangkan peristiwa positif di masa depan dapat mengaktifkan bagian otak yang berperan dalam sistem penghargaan dan pemikiran tentang masa depan. Aktivitas ini juga dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Dikutip dari Real Simple, Stephanie Freitag, PhD, psikolog klinis berlisensi, mengatakan bila penelitian menunjukkan efek menantikan suatu pengalaman bisa lebih bermakna daripada kenangan setelah pengalaman itu berakhir. Artinya, proses menunggu dan membayangkan sesuatu yang menyenangkan dapat menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.

2. Membayangkan pengalaman menyenangkan membuat tubuh ikut bereaksi

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Pernah gak kamu membayangkan sedang bersantai di pantai dan langsung merasa lebih rileks? Ternyata itu bukan kebetulan. Dikutip dari Real Simple, Amy Vigliotti, PhD, seorang psikolog anak dan dewasa, menjelaskan bahwa otak dan tubuh dapat merespons bayangan pengalaman positif hampir seperti saat kita benar-benar mengalaminya.

"Ketika kita membayangkan pantai berpasir putih, angin sepoi-sepoi, dan minuman lezat di tangan, tubuh dan pikiran akan mulai merespons dengan cara yang positif, santai, dan menyenangkan," jelas Amy Vigliotti.

Otak dan tubuh dapat memberikan respons positif terhadap pengalaman yang hanya dibayangkan. Itulah sebabnya, sekadar merencanakan sesuatu yang menyenangkan pun dapat membantu meningkatkan suasana hati sebelum momen tersebut benar-benar datang.

3. Menantikan sesuatu membantu kita tetap optimis

ilustrasi perempuan memegang botol (pexels.com/karolinagabrowska)

Manusia memiliki kemampuan unik untuk memikirkan masa depan. Menurut Freitag, kemampuan ini merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup yang membedakan manusia dari spesies lain.

Saat kita membuat rencana dan memikirkan langkah-langkah ke depan, otak bekerja secara aktif untuk membangun harapan dan tujuan. Proses tersebut dapat memberikan rasa kontrol atas hidup sekaligus membantu menjaga suasana hati tetap positif di tengah kesibukan sehari-hari.

4. Kesenangan bertambah ketika rencana dibagikan kepada orang lain

ilustrasi hangout bareng teman (unsplash.com/priscilladupreez)

Salah satu bagian paling menyenangkan dari sebuah rencana adalah saat kita membicarakannya dengan orang lain. Misalnya, ketika menceritakan rencana liburan kepada teman lalu mereka memberikan rekomendasi tempat makan atau destinasi menarik.

Menurut Vigliotti, pengalaman positif sebenarnya mulai terbentuk sejak kita memikirkan, membagikan, dan merencanakan sesuatu. Antusiasme dari orang-orang di sekitar dapat memperkuat rasa bahagia bahkan jauh sebelum acara yang ditunggu tiba.

5. Kamu gak perlu liburan mahal untuk merasakan manfaatnya

ilustrasi makan bersama (pexels.com/cottonbro)

Kabar baiknya, kebahagiaan dari perencanaan tidak hanya datang dari liburan mewah atau pencapaian besar. Rencana-rencana sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga bisa memberikan efek yang sama.

"Makan malam bersama teman, mengikuti kelas olahraga, atau berjalan-jalan di taman bersama anjing peliharaan adalah hal-hal yang bisa kita nantikan dan membantu kita membayangkan emosi positif," kata Vigliotti.

Hal terpenting bukanlah besarnya rencana yang dibuat, melainkan adanya sesuatu yang bisa dinantikan. Bahkan, agenda sederhana dalam keseharian bisa menjadi penyemangat sekaligus membantu menjaga mood tetap positif.

6. Kuncinya adalah membuat rencana yang bermakna

ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

Meski merencanakan masa depan bisa memberikan manfaat emosional, para ahli mengingatkan agar kita tidak terus-menerus hidup di masa depan. Yang penting adalah melakukan productive planning atau perencanaan yang produktif.

Artinya, buatlah rencana yang selaras dengan nilai dan tujuan hidupmu. Misalnya, jika tahun ini kamu ingin lebih dekat dengan teman-teman, merencanakan waktu untuk bertemu mereka mungkin akan terasa lebih memuaskan dibanding sekadar mengejar pengalaman baru yang sebenarnya tidak terlalu penting bagimu

Jadi, jangan remehkan kekuatan sebuah rencana. Entah itu liburan impian, nonton film di akhir pekan, atau sekadar ngopi bersama teman, memiliki sesuatu yang bisa dinantikan ternyata dapat membuat hari-hari terasa lebih menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article