Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Mindset Shift yang Bikin Frugal Living Terasa Ringan, Lebih Sustain!
Frugal living (pexels.com/ Kristina Paukshtite)
  • Frugal living bukan soal hidup pelit, tapi tentang kesadaran mengelola uang secara intentional agar terasa ringan dan berkelanjutan.
  • Mengubah cara pandang terhadap uang, seperti melihat tabungan sebagai kebebasan dan fokus pada pengalaman, membuat gaya hidup hemat lebih menyenangkan.
  • Merayakan progres kecil dalam pengelolaan keuangan membantu menjaga motivasi dan menjadikan frugal living sebagai kebiasaan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Frugal living sering kali disalahartikan sebagai hidup pelit atau serba kekurangan. Padahal, nyatanya penerapan frugal living jauh dari itu. Intinya adalah hidup lebih intentional dengan uang yang dimiliki, tahu mana yang benar-benar penting dan yang cuma noise. Masalahnya, banyak orang yang gagal bertahan karena menjalani frugal living dengan mindset yang salah sejak awal.

Kunci supaya gaya hidup ini terasa ringan dan bisa dipertahankan jangka panjang bukan soal seberapa ketat kamu memangkas pengeluaran. Namun, soal bagaimana cara kamu memandang uang dan kebahagiaan itu sendiri. Kalau mindset-nya sudah bergeser, semuanya jadi jauh lebih natural dan gak terasa seperti pengorbanan. Ini dia lima mindset shift yang perlu kamu coba!

1. Lihat tabungan sebagai bentuk 'kebebasan', bukan 'pengorbanan'

ilustrasi frugal living (freepik.com/ shurkin_son)

Banyak yang memandang menabung sebagai sesuatu yang membosankan atau menyiksa, padahal cara pandang ini yang bikin frugal living terasa berat. Coba ubah perspektifnya, setiap rupiah yang kamu simpan bukan berarti kamu kehilangan sesuatu, melainkan kamu sedang membangun kebebasan untuk dirimu di masa depan.

Penelitian di bidang behavioral science dari Sustainability Directory menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara perilaku hemat dan kebahagiaan. Ini juga dikaitkan dengan meningkatnya rasa otonomi dan kompetensi. Ketika kamu sadar bahwa tabunganmu adalah tiket menuju pilihan yang lebih banyak di masa depan, tiba-tiba menabung jadi terasa jauh lebih menyenangkan.

2. Prioritaskan pengalaman, bukan barang

ilustrasi menerapkan frugal living (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu alasan orang susah frugal adalah karena merasa harus mengorbankan kesenangan. Padahal, kesenangan yang paling berkesan itu justru sering datang bukan dari barang yang dibeli, tapi dari pengalaman yang dijalani. Riset dari McCombs School of Business, University of Texas membuktikan, bahwa orang yang menghabiskan uang untuk pengalaman, seperti perjalanan, makan bersama, atau aktivitas seru, merasakan kebahagiaan yang lebih tinggi dibanding mereka yang belanja barang, bahkan ketika diukur sebelum, selama, dan setelah pembelian.

Artinya, frugal living bukan berarti berhenti menikmati hidup. Kamu bisa tetap bahagia, bahkan lebih bahagia dengan mengalihkan pengeluaran dari barang ke momen yang bermakna. Misalnya, weekend trip bareng teman dekat atau makan malam seru di rumah ternyata bisa jauh lebih membekas dibanding baju baru yang minggu depan sudah terlupakan.

3. Rayakan progress kecil, bukan cuma target besar

ilustrasi gaya hidup frugal living (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Salah satu alasan frugal living sering gak sustain adalah karena orang terlalu fokus pada tujuan akhir yang masih jauh, sehingga melupakan apresiasi terhadap langkah-langkah kecil yang sudah dicapai. Padahal, menurut Frugal Spartans, salah satu manfaat psikologis terbesar dari hidup hemat adalah berkurangnya stres finansial. Itu juga nantinya langsung berdampak pada kesejahteraan secara keseluruhan.

Jadi, rayakan setiap pencapaian kecil, entah itu berhasil gak belanja impulsif selama seminggu, berhasil masak di rumah setiap hari, atau akhirnya punya dana darurat pertama. Kebiasaan mengapresiasi diri sendiri atas progres kecil ini yang akan membuatmu tetap termotivasi dan menjaga frugal living sebagai gaya hidup, bukan sekadar tren sesaat.

Itu dia beberapa mindset shift yang bisa kamu coba agar frugal living terasa lebih ringan. Selamat mencoba!

Editorial Team

Related Article