Pernah merasa harus lebih waspada, menyembunyikan bagian tertentu dari diri sendiri, atau terus memikirkan kemungkinan mendapat perlakuan buruk karena identitas yang kamu miliki? Jika hal tersebut berlangsung berulang, tekanan yang dirasakan bukan sekadar stres sehari-hari dan dalam psikologi dikenal sebagai minority stress. Istilah ini membantu menjelaskan bagaimana stigma, diskriminasi, dan pengalaman penolakan dapat memberikan beban psikologis tambahan bagi seseorang.
Konsep minority stress awalnya banyak digunakan untuk memahami pengalaman kelompok minoritas seksual, kemudian berkembang dalam penelitian mengenai kelompok minoritas dan kelompok yang mengalami stigma lainnya. Tekanan ini dapat muncul dari diskriminasi secara langsung maupun kekhawatiran terhadap penolakan, menyembunyikan identitas, hingga menginternalisasi pandangan negatif terhadap kelompok sendiri. Lantas, apa sebenarnya minority stress dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan mental? Simak penjelasannya berikut ini.
