"Gue awalnya keringet dingin menunggu momen perawatan selesai. Tapi ternyata pas selesai, gue malah heran, ‘lah udah, dok?’," cerita Mischa sambil tertawa.
Dulu Takut Jarum, Mischa dan Marcel Chandrawinata Kini Suka Perawatan

- Duo kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata rajin melakukan perawatan wajah di Klinik Dermapro SF, Jakarta Barat.
- Meski awalnya takut dengan jarum, mereka merasa nyaman dan hasil perawatan langsung terlihat.
- Perawatan Laser Aton+ menjadi rutinitas mereka karena memberikan hasil instan tanpa rasa sakit.
Siapa sangka, duo kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata yang dulu takut dengan jarum kini justru rajin melakukan perawatan. Ini karena sebagai aktor yang kerap tampil di layar kaca, menjaga penampilan wajah menjadi salah satu prioritas mereka.
Bahkan, keduanya kini rutin menjalani treatment di Klinik Dermapro SF, Jakarta Barat, untuk perawatan Laser Aton+ dan Dolphin Skin Treatment. Meski awalnya ragu karena takut sakit, pengalaman pertama mereka ternyata mengubah pandangan soal perawatan wajah.
Menurut mereka, treatment ini simpel, gak sakit, dan hasilnya langsung kelihatan. Yuk, simak pengalamannya keduanya!
1. Dari takut jarum hingga rutin perawatan

Mischa dan Marcel Chandrawinata gak segan mengakui bahwa mereka dulu sangat takut dengan jarum, terutama saat membayangkan harus menjalani perawatan wajah. Ketakutan ini begitu besar hingga membuat Mischa sempat berkeringat dingin sebelum perawatan pertamanya.
Namun, semua kekhawatiran itu sirna setelah mereka mencoba Laser Aton+ di Dermapro SF. Teknologi ini dirancang khusus untuk memberikan hasil maksimal tanpa rasa sakit, cocok untuk mereka yang memiliki toleransi rendah terhadap rasa nyeri.
“Perawatannya benar-benar nyaman, gak sakit sama sekali, jadi bikin kita nggak khawatir buat balik lagi,” tambah Marcel.
Kini, perawatan wajah dengan Laser Aton+ menjadi rutinitas mereka. Selain membantu mereka tampil lebih percaya diri di layar kaca, treatment ini juga menjadi momen untuk merawat diri tanpa drama rasa sakit yang sebelumnya selalu menghantui.
"Kalau udah gak takut, rasanya malah pengin terus ngerawat wajah, apalagi hasilnya langsung kelihatan," ungkap Mischa.
2. Perjalanan si kembar melawan rasa takut

Di antara keduanya, Marcel menjadi sosok pelopor yang pertama kali berani mencoba perawatan di Dermapro SF, sebelum akhirnya berhasil membujuk sang kembar, Mischa, untuk ikut serta.
"Gue selalu mikir kalo pain tolerance laki-laki tuh kecil ya, dan di sini gak sakit sama sekali. Akhirnya gue nularin si Mischa dan dia mau ikutan. Tapi gue lebih sering dateng ke sini dibanding dia," ungkap Marcel mengenang pengalamannya.
Bagi si kembar, kenyamanan menjadi prioritas utama dan faktor minim rasa sakit inilah yang menjadi kunci keberanian mereka menjalani perawatan. Apalagi, sebagai publik figur yang selalu tampil di layar kaca, mereka merasa semakin perlu menjaga penampilan, terutama seiring bertambahnya usia.
"Di usia gue sama Mischa ini kan emang udah harus banyak perawatan, karena kalau di depan kamera yang kita jual kan wajah," tambah Marcel.
Berkat pengalaman positif ini, perawatan di Dermapro SF kini menjadi rutinitas bagi keduanya, yang sekaligus menunjukkan bahwa pria juga bisa dan perlu merawat diri tanpa rasa khawatir.
"Gue (dulu) lebih pilih olahraga, berat-beratan, daripada masuk jarum, itu dulu. Tapi pas sudah mulai di Dermapro SF gue gak takut lagi, dulu tuh suntikan say no banget, buat suntikan vitamin di lokasi syuting aja malas," ujar Mischa.
3. Awal mula Marcel dan Mischa coba treatment

Awalnya, Marcel merasa kurang percaya diri dengan penampilannya di depan kamera. Double chin yang semakin terlihat jelas, terutama saat ia beradu akting dengan lawan main yang lebih pendek, menjadi salah satu kekhawatirannya.
"Kita sekeluarga ada double chin, terus pas main sinetron lawan mainnya di bawah kita, jadi agak nunduk dan kelihatan (double chin-nya). Mungkin dulu gak kelihatan, tapi semakin bertambah umur tebel banget. Aku ngadu ke istri mau perawatan gimana nih tapi yang gak sakit pokoknya," ujar Marcel.
Ia pun memutuskan untuk berdiskusi dengan sang istri, yang kemudian menyarankan agar Marcel mencoba perawatan wajah. Pilihan akhirnya jatuh pada Laser Aton+ di Dermapro SF, perawatan yang terkenal dengan hasil instan dan minim rasa sakit.
Setelah menjalani sesi pertama, Marcel langsung merasakan perubahan signifikan. Wajahnya tampak lebih tirus, kencang, dan glowing, membuatnya semakin percaya diri.
Melihat hasil yang didapatkan Marcel, Mischa yang awalnya skeptis pun mulai tertarik mencoba.
"Gue tegesin ke Marcel ini sakit gak? Karena dia suka bohongin gue, tapi pas udah mau treatment malah dia nakut-nakutin. Tapi ternyata beneran gak sakit," ungkap Mischa.
4. Rahasia di balik wajah tirus dan glowing

Laser Aton+ menjadi andalan Marcel dan Mischa untuk mendapatkan wajah yang lebih tirus, kencang, dan glowing.
"Mereka ingin perawatan yang simpel, cepat, dan langsung ada hasil seperti Laser Aton+ di Dermapro SF ini, karena sekali perawatan hasilnya langsung terlihat, wajah lebih tirus, kencang, dan juga instan glowing. Yang lebih hebatnya lagi, seiring waktu berjalan hasil perawatannya akan semakin maksimal setelah 3 bulan tindakan," jelas dr. Pieter Andre.
Dokter Pieter menjelaskan, bahwa treatment ini cocok sekali untuk si kembar karena mereka tidak suka proses perawatan yang lama dan juga sakit. Kedua kakak beradik ini mengaku sangat puas dengan hasil yang terlihat langsung setelah perawatan pertama.
"Ini instan ya, karena emang laki-laki banyak yang pengin instan. Tapi emang harus tetep di-maintain dengan olahraga dan makanan, agar lemak gak balik lagi," ujar Marcel.
Menjajal treatment yang sama, sang adik Mischa pun juga membagikan pengalamannya kala dulu dirinya takut melakukan perawatan.
"Masalah banyak cowok kayaknya tuh kalau treatment pasti takut sakit, gue facial aja tuh suka sampe nangis nangis karena takut. (Laser Aton+) Berasa nih perubahannya, wah makin kenceng, makin ganteng nih gue. Cuman emang masih single! ," ujar Mischa dengan senyum puas.
5. Kenapa Mischa dan Marcel lebih memilih laser Aton+?

Sebagai seorang praktisi di Dermapro, dr. Pieter Andre menjelaskan dengan rinci bagaimana perawatan Laser Aton+ yang menjadi andalan bagi Mischa dan Marcel Chandrawinata.
"Itu namanya Laser Aton+. Dibasuh dulu mukanya, terus dikasih infus, kemudian dikasih Laser Aton+. Kenapa gak sakit, karena kita pake double anastasi, pertama dioleh terus disuntikan ke dalam. Tapi kita pake jarum yang kecil banget," jelas dr. Pieter, memberikan penjelasan tentang keunggulan teknologi yang mengurangi rasa sakit selama perawatan.
Penjelasan ini pun dibenarkan oleh Mischa, yang sebelumnya memiliki ketakutan besar terhadap perawatan wajah dengan jarum.
"Buat gue yang penakut, ini pain-nya tuh dari 1-10, cuma 1 persen ini kadar sakitnya," ujar Mischa.
Keberhasilan treatment ini dalam mengurangi rasa takutnya terhadap jarum membuat Mischa merasa lebih nyaman dan percaya diri menjalani perawatan wajah.
Marcel yang menjadi orang pertama yang mencoba perawatan ini, juga mengungkapkan alasan mengapa ia memilih Laser Aton+. Meskipun ia awalnya ragu karena takut dengan rasa sakit, Marcel akhirnya merasa cocok dengan perawatan ini setelah mencobanya.
"Dia (istri) mintanya, 'tua boleh, jelek jangan'. Makanya gue dari dulu diajakin sama dia perawatan, cuman gue takut sama sakitnya. Bini gue pernah jalanin perawatan terus banyak suntikan, gue gak berani. Tapi pas gue dapatnya di sini dan menurut gue cocok, yaudah gue di sini. Akhirnya bini gue ngusulin ajakin Mischa yaa," tutup Marcel, menceritakan bagaimana ia akhirnya merasa nyaman menjalani perawatan di Dermapro setelah mendapat dukungan dari sang istri.