Waspadai 10 Modus Kejahatan di Musim Libur Lebaran, Jangan Lengah

- Musim libur Lebaran rawan berbagai kejahatan, mulai dari sebar paku, curanmor, copet, hingga gendam yang memanfaatkan keramaian dan kelengahan masyarakat.
- Rumah kosong saat ditinggal mudik serta acara open house menjadi sasaran pencuri yang menyelinap mengambil barang berharga tanpa disadari pemiliknya.
- Penipuan online dan peredaran uang palsu meningkat selama Lebaran, pelaku memanfaatkan media sosial serta transaksi tunai untuk menipu masyarakat.
Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana pun. Bukan hanya tempat sepi yang menjadi lokasi favorit penjahat melancarkan aksinya. Sekarang mereka juga berani melakukan tindakan nekat di keramaian.
Baik dengan kekerasan maupun memakai cara-cara yang lebih halus sehingga tidak kentara. Apalagi di tengah ramainya musim libur Lebaran. Kamu harus ekstra waspada kalau-kalau dirimu atau orang terdekatmu dalam incaran penjahat.
Jangan salah, bukan cuma pemudik yang berisiko menjadi korban kejahatan. Kamu yang di rumah pun gak selalu aman. Modus kejahatan seperti di bawah ini kerap terjadi. Tingkatkan kewaspadaan dan cepat hubungi petugas bila terjadi gangguan keamanan.
1. Sebar paku

Modus ini sudah sering terjadi di jalan bahkan di luar libur Lebaran sekalipun. Beberapa oknum bengkel kadang memanfaatkannya buat mendapatkan uang lebih. Akan tetapi, waspadai peningkatan aksi sebar paku selama arus mudik serta balik
Apalagi di jalan-jalan sepi. Boleh jadi tujuannya bukan sekadar untuk melariskan bengkel. Namun, paku disebar oleh begal yang melakukan kejahatan dengan lebih nekat. Seperti hendak mengambil kendaraan hingga melukaimu.
2. Makanan dan minuman dengan obat tidur

Tawaran makanan dan minuman dari orang tidak dikenal sebaiknya jangan diterima. Sekalipun sebagian orang benar-benar bermaksud baik, jangan sampai dirimu menjadi korban kejahatan. Ada obat tidur yang dimasukkan ke makanan atau minuman tersebut. Pastikan kamu bawa bekal sendiri.
3. Pencurian motor dan helm

Aksi curanmor menjadi kejahatan yang gak ada berhentinya dari tahun ke tahun. Termasuk pencurian helm. Walaupun harganya jauh lebih murah dibanding kendaraan, tapi kalau sering hilang tentu menjengkelkan.
Di musim libur Idulfitri penjahat memanfaatkan ramainya tempat parkir, tempat parkir ilegal, serta tamu-tamu di permukiman yang sembarangan menaruh kendaraan. Pastikan motor terkunci dan helm disimpan atau dikaitkan di bawah jok. Jangan mau kalau tukang parkir memintamu agar tak mengunci kendaraan.
4. Copet

Bisa dibilang musim libur Lebaran menjadi masa panen untuk pencopet. Ada banyak sekali pemudik dengan barang bawaan yang merepotkan. Belum lagi bawa anak-anak.
Semua itu memecah konsentrasi. Pencopet dapat beraksi dengan mudahnya tanpa disadari oleh korban. Sebaiknya kamu memakai jaket atau rompi dengan saku di bagian dalam untuk menyimpan barang berharga.
5. Gendam

Kejahatan satu ini menggunakan ilmu hitam buat bikin korbannya gak sadar untuk sementara waktu. Terkadang diawali dengan pelaku menepuk bahumu sehingga kamu kaget dan menengok. Bisa juga dengan ia mengajakmu berbicara secara intens sambil terus menatap matamu.
Selalu perhatikan orang-orang di sekitarmu. Bila ada orang yang terlihat mencurigakan, segeralah menjauhinya. Seperti ia terus berusaha memepetmu. Seakan-akan agar kamu kesulitan berinteraksi dengan orang lain serta hanya dengannya.
6. Menyelinap di acara open house, ambil dompet dan gadget

Kamu berada di rumah sendiri juga tak menjamin aman, lho. Apalagi ada begitu banyak tamu di rumah. Sudah pasti pintu rumah selalu dibuka. Kapan pun bisa ada orang asing menyelinap tanpa kalian sadari.
Kalian mungkin sempat sama-sama melihatnya, tapi gak nyadar bahwa dia bukan bagian dari tamu undangan. Nanti tahu-tahu ada orang yang kehilangan dompet, smartphone, atau laptop. Jangan biarkan benda-benda tersebut tergeletak begitu saja di meja, karpet, atau kursi.
7. Semaunya sendiri menaikkan ongkos transportasi disertai ancaman

Apabila sebelum kamu naik pengemudi sudah kasih tahu tarifnya yang tinggi, dirimu masih bisa menolak. Mending cari transportasi lain. Akan tetapi, oknum pengemudi yang berniat buruk baru mengatakannya di tengah perjalanan.
Tahu-tahu ia minta kamu membayar berkali-kali lipat dari kesepakatan awal. Padahal, tak ada perbedaan rute atau kemacetan panjang yang tidak terduga. Bila dirimu menolak, dia mengancam akan melukaimu atau menurunkanmu di jalanan yang sepi.
8. Peredaran uang palsu

Berikutnya maraknya peredaran uang palsu. Beberapa pengedar memanfaatkan animo masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan besar menjadi pecahan kecil serta baru. Sebagian pelaku lagi menggunakan uang palsu buat berbelanja. Tukar uang hanya di tempat penukaran resmi. Jika kamu pedagang, selalu cek uang yang diperoleh sebelum pembeli pergi.
9. Pencurian di rumah kosong

Rumah yang ditinggal seluruh penghuninya mudik juga menjadi incaran penjahat. Terutama kalau rumah gak dijaga oleh satpam kompleks. Pagar tinggi plus CCTV tak menjamin bikin pencuri takut.
Mereka tetap bisa memanjat pagar serta menutup wajah rapat-rapat agar sulit dikenali. Malah terkadang pagar tinggi serta adanya CCTV seperti petunjuk banyaknya barang berharga di dalamnya. Titip rumah ke tetangga yang tepercaya dan gak mudik lebih baik.
10. Penipuan online

Zaman sekarang penipuan makin canggih. Pelaku tak perlu mengambil risiko besar dengan menemui calon korban secara langsung. Lebih mudah untuk mereka melakukan aksinya melalui media sosial atau chat. Misalnya, penipuan dengan modus bagi-bagi uang THR.
Data pribadimu malah diminta dan bisa buat daftar pinjol. Dapat pula modus mengetuk empati dengan cerita-cerita yang mengibakan. Supaya orang-orang transfer bantuan. Pastikan aksi sosialmu disalurkan ke yayasan yang tepat atau orang yang kondisinya dapat dipastikan layak menerimanya.
Baik kamu yang mudik maupun tidak mesti tetap waspada. Ada potensi kejahatan meningkat selama musim libur Lebaran. Jangan terlalu gampang percaya sama orang dan berpikir mereka semua baik apalagi di hari raya. Orang jahat akan selalu ada di hari Idulfitri sekalipun.