Comscore Tracker

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga Pandemi

Dibangun dengan gigih hingga nyaris kolaps saat pandemi

Aceh Besar, IDN Times - Alex terlihat sibuk di dalam ruangan berukuran lebih besar dari meja biliar. Melalui sela antara ruangan tadi dan teras bangunan, ia tampak melayani setiap tamu yang datang menebus split bill atau tagihan makanan serta minuman.

Ketika tak ada lagi tamu yang menebus tagihan, pria itu beranjak ke ruangan lainnya. Ia membantu beberapa pekerjanya yang sibuk menyiapkan makanan di bagian dapur.

Maklum saja, jika di akhir pekan tempat usaha yang dibubuhkan nama, 'Sunset Surf Cafe' ini ramai dikunjungi wisatawan. Sehingga membuat pria yang memiliki nama lengkap Dery Setiawan dan akrab disapa Alex tersebut, harus fleksibel menyibukkan diri mengikuti kondisi.

Dery atau Alex adalah pendiri sekaligus pemilik Sunset Surf Cafe. Kafe yang terletak di bibir pantai di kawasan Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kafe tersebut beberapa tahun belakangan begitu hit di kalangan keluarga maupun milenial.

Lalu bagaimana perjalanan pria kelahiran Lhoknga tahun 1984 itu mendirikan kafe yang beberapa tahun belakangan begitu hit di kalangan keluarga maupun milenial itu?

Berikut bincang-bincang IDN Times dengan pria yang kini telah memiliki tiga buah hati tersebut.

1. Sunset Surf Cafe berdiri setahun setelah tsunami melanda Aceh dan berawal dari pondok kayu

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga PandemiSunset Surf Cafe, di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh tahun 2005 (IDN Times/Instagram bSunset Surf Cafe)

Sunset Surf Cafe bukanlah kafe baru. Tempat ini dikatakan Alex telah berdiri sejak 2005 atau satu tahun setelah tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Kala itu, tempat usahanya itu hanya sebuah pondok kayu yang kerap dijadikan tempat tongkrongan bagi Alex dan teman-temannya. Terutama bagi mereka yang memiliki hobi berselancar atau surfing.

"Awal berdirinya di tahun 2005 atau kurang lebih setahun setelah tsunami," kata Alex saat dijumpai IDN Times beberapa waktu lalu.

Dikarenakan seringnya para peselancar duduk di tempatnya itu, pria yang juga memiliki hobi berselancar ini pun mendirikan Sunset Surf Cafe. Dikarenakan kondisi kampung halamannya yang masih luluh lantak dilanda bencana, sehingga kafe dibangun jauh dari kata sederhana.

"Ya sekadar bangun aja begitu. Awalnya hanya pondok kayu, masih natural lah. Masih kayu lah bangunannya," tuturnya bercerita.

Baca Juga: Viral! Penampakan Sosok Mirip Kuntilanak Gedor Rumah Warga Batubara

2. Nama Sunset Surf Cafe, kolaborasi antara hobi dan letak kafe yang begitu strategis

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga PandemiSuasana tahun 2005 Sunset Surf Cafe, di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (IDN Times/Instagram Sunset Surf Cafe)

Bukan tanpa sebab Alex membubuhkan nama Sunset Surf Cafe untuk tempat usahanya itu. Selain kerap dijadikan tongkrongan bagi para surfer, lokasi kafe juga terbilang strategis yakni bisa langsung melihat keindahan matahari terbenam atau sunset.

"Diberikan nama Sunset Surf Cafe karena kebetulan posisi sunset-nya pas dan di situ kita juga berbaur dengan olahraga surfing sehingga diberikan nama itu," ujarnya.

3. Bertahap melakukan renovasi hingga menjadi kafe berkesan elegan dan nge-hit

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga PandemiSunset Surf Cafe, di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Langsung menghadap ke lautan dan dapat menikmati keindahan matahari terbenam membuat Sunset Surf Cafe berlahan mulai ramai dikunjungi warga. Tidak hanya bagi kalangan peselancar, namun juga pengunjung yang berlibur sekedar menikmati senja.

Pengunjung yang mulai ramai menyadarkan lulusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala inj untuk melakukan pembenahan tempat usahanya secara bertahap. Tujuannya, agar memberikan kesan nyaman bagi tamu yang datang.

Puncak renovasi terjadi di tahun 2014. Tongkrongan yang awalnya hanya bangunan pondok kayu itu disulap menjadi semi permanen. Kafe ala pantai yang terkesan lebih elegan seperti saat ini pun berdiri.

"Kita memang setiap tahun melakukan renovasi, cuma setelah beberapa tahun kemudian atau sekitar tahun 2014 baru kita renovasi ini --menjadi bangunan semi permanen seperti sekarang," kata Alex.

"Ditambah lagi sekarang orang yang hadir ke pantai mulai ramai dan tidak mesti kawan-kawan yang akan melakukan surfing tetapi kawan-kawan yang nonton surfing juga bisa hadir di pantai," imbuh Alex.

4. Omzet yang didapatkan berlahan meningkat

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga PandemiSunset Surf Cafe, di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Pria yang kini menjabat sebagai ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Aceh tersebut mengaku, pengunjung yang semakin ramai dan perubahan dari penampilan kafe miliknya juga mempengaruhi omzet usahanya itu.

Di awal-awal merajut usaha, Alex yang kala itu hanya mampu mempekerjakan lima orang pekerja dengan gaji tak menentu itu hanya bisa mendapatkan omzet sekitar ratusan ribu per hari.

Tetapi belakangan ini, putra asli Lhoknga itu bisa meraup omzet mencapai Rp2 juta per hari. Bahkan, ia kini telah mampu mempekerjakan sekitar 15 orang pekerja.

"Kalau sekarang ya Alhamdulillah sudah lumayan lah. Gambarannya lebih kurang Rp2 juta per hari. Kalau di awal-awal itu di bawah itu dan sekarang bisa di atas itu," ungkapnya.

5. Nyaris kolaps di awal pandemik melanda

Kisah Alex Dirikan Sunset Surf Cafe, dari Pasca Tsunami hingga PandemiSunset Surf Cafe, di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Meski mengaku mampu menghasilkan omzet hingga Rp2 juta per hari, namun Sunset Surf Cafe sempat nyaris kolaps. Itu terjadi ketika pandemik COVID-19 pertama kali melanda Provinsi Aceh pada Maret 2020 lalu.

Pemerintah Provinsi Aceh kala itu memang sempat melarang semua aktivitas warga dihentikan guna mencegah penyebaran virus yang hingga kini masih mewabah tersebut. Alhasil, kafe milik Alex juga harus tutup total.

"Sempat kacau juga terutama di awal ketika pertama kali diterapkan lockdown, itu kita agak pening sedikit. Hampir satu bulan kita tutup," ujar Alex.

Ia bersyukur aturan itu tak berlangsung lama. Sejak saat itulah Alex mulai kembali menghidupkan bisnisnya tersebut.

Baca Juga: Kelahiran Medan, 10 Pesona Cut Ashifa Pemeran Nita di 'Layla Majnun'

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya