Comscore Tracker

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye "No! Go! Tell!"

#IDNTimesLife Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!

Setelah sukses membangun awareness pada kampanye Stop Sexual Violence pertama yang berlangsung sejak 5 November 2020 - 8 April 2021, The Body Shop Indonesia kembali meluncurkan kampanye terbarunya bertajuk No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!).

Berdasarkan rilis yang diterima IDN Times, kampanye ini dibuat sebagai upaya untuk terus memperjuangkan isu kekerasan seksual dan memberikan dukungan untuk segera disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Berikut ini penjelasan singkat mengenai kampanye terbaru The Body Shop Indonesia tersebut.

1. Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan) akan berfokus pada dua aspek, yakni pencegahan dan pemulihan

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye No! Go! Tell!Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Sukma Shakti)

Urgensi akan Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual kian hari makin dirasakan. Menurut catatan dari Komnas Perempuan, jika dibandingkan pada 2020, pada 2021 sudah terjadi peningkatan 18 persen dalam kasus kekerasan seksual di ranah personal maupun publik.

Menyikapi permasalahan tersebut, The Body Shop® Indonesia bersama Plan Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival meluncurkan Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan) yang berfokus pada dua aspek, yaitu Prevention (Pencegahan) dan Recovery (Pemulihan).

Prevention (Pencegahan), tujuan utamanya yaitu membuat mekanisme keamanan bagi
semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan
seksual. Sedangkan, Recovery (Pemulihan), bertujuan menciptakan ruang aman (safe space) dan program pemulihan bagi para korban kekerasan seksual, khususnya kaum perempuan maupun remaja perempuan.

Dengan kata lain, kampanye ini dibentuk sebagai suatu wujud mekanisme perlindungan diri ketika menghadapi situasi kekerasan seksual.

2. Selain itu, kampanye tersebut dibentuk juga atas dasar belum adanya regulasi yang berperspektif korban

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye No! Go! Tell!Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Sukma Shakti)

Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan pada kampanye Stop Sexual Violence tahap
pertama mengenai langkah apa yang bisa diambil ketika seseorang mengalami kekerasan
seksual. Untuk itu, demi menjawab pertanyaan yang ada, The Body Shop Indonesia kembali memperjuangkan kampanye Stop Sexual Violence tahap kedua.

Selain karena alasan tersebut, The Body Shop Indonesia juga membentuk kampanye ini karena menyadari belum adanya regulasi yang berperspektif korban, juga belum ada edukasi yang dapat dijadikan fondasi atau panduan jika seseorang mengalami kondisi atau keadaan kekerasan seksual.

Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairperson The Body Shop Indonesia, berharap bila nantinya kampanye ini bisa menjadi mekanisme yang melindungi masyarakat terhadap kekerasan seksual.

"Melalui mekanisme perlindungan diri dasar yang diciptakan dalam kampanye ini diharapkan bisa menjadi mekanisme yang melindungi masyarakat ketika menghadapi situasi yang rawan kekerasan seksual,” katanya.

3. Kampanye kedua ini ditujukan untuk lapisan masyarakat yang lebih luas, terutama pelajar

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye No! Go! Tell!Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Mia Amalia)

Dalam keterangan rilis yang diterima IDN Times, Suzy juga menyampaikan bila kampanye yang merupakan lanjutan dari kampanye Stop Sexual Violence ini diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas lagi. Mulai dari anak-anak dan pelajar, mahasiswa, hingga lingkungan perkantoran, dengan fokus utama kami yaitu edukasi dan tindak pencegahan kekerasan seksual.

Selain itu, Devi Asmarani, Editor in Chief & Co - Founder Magdalene turut mengungkapkan bila Magdalene selaku mitra sangat mendukung penuh adanya Kampanye “Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan” sebagai lanjutan dari kampanye Stop Sexual Violence sebelumnya. Pasalnya, dari salah satu program Magdalene sebelumnya yaitu Campus Online Talkshow, terlihat bahwa kekerasan seksual merupakan isu yang besar di lingkungan kampus.

"Banyak mahasiswa mengalami beragam bentuk kekerasan, mulai dari pelecehan seksual dan kekerasan berbasis online hingga perkosaan. Ketiadaan perspektif gender dan perspektif korban di kalangan otoritas dan petinggi kampus, serta kurangnya pemahaman tentang konsep dasar seperti konsen di kalangan mahasiswa dan dosen membuat masalah ini terus ada dan tidak dipandang urgen," terangnya.

 

"Selain lingkungan kampus, lingkungan tempat kerja juga menjadi lingkungan yang rawan akan potensi kekerasan seksual khususnya karena masih banyak tempat kerja yang belum memiliki SOP untuk mengatasi kekerasan seksual. Maka dari itu kami bertekad terus memberikan edukasi ke mahasiswa, komunitas, maupun lingkungan perkantoran tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual, di antaranya melalui Creative Skills Training Program, pelatihan pembuatan video pendek, produksi podcast dan penulisan essai, yang dilanjutkan dengan Kompetisi Karya Kreatif. Di samping itu kami juga tetap mengedukasi melalui berbagai platform sosial media," lanjutnya.

Baca Juga: The Body Shop Rilis Rangkaian Charcoal, Ini Manfaat dan Cara Pakainya

4. Gak hanya program edukasi, kampanye kali ini juga menyediakan layanan konsultasi psikologi bagi korban dan penyintas kekerasan seksual

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye No! Go! Tell!Ilustrasi kekerasan pada perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain program edukasi yang digagas oleh Magdelene, Yayasan Pulih selaku salah satu mitra juga mendukung kampanye ini dengan membuka layanan konsultasi psikologi bagi korban dan penyintas kekerasan seksual. Gak hanya itu, Yayasan Pulih juga menjalankan program psikoedukasi, kelas dukungan bagi penyintas, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

"Sebagai upaya bersama untuk terus memperjuangkan pencegahan kekerasan seksual di Indonesia, dalam Kampanye Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan, Yayasan Pulih membuka layanan konsultasi psikologi bagi korban dan penyintas kekerasan seksual, serta program psikoedukasi, kelas dukungan bagi penyintas, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Hal ini dimaksudkan, selain Pulih memberikan penanganan pemulihan trauma, juga terlibat pada pencegahan melalui edukasi, dan penguatan melalui kelas dukungan," jelasnya.

5. Mekanisme Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan)

The Body Shop Indonesia Luncurkan Kampanye No! Go! Tell!Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan) (Dok. The Body Shop Indonesia)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!) terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan lebih banyak pihak, khususnya di institusi pendidikan seperti di sekolah dan kampus, dengan target utamanya yakni para pelajar dan mahasiswa/i, khususnya remaja perempuan, termasuk para guru sebagai tenaga pendidik.

Selain itu, kampanye ini juga akan ditujukan kepada para pekerja kantoran yang juga rentan mengalami bahaya kekerasan seksual. Berikut mekanisme Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan:

  • Katakan Tidak (No!) - Pahami apa saja bentuk kekerasan seksual dan berani berkata TIDAK jika mengalami tindak kekerasan seksual.
  • Jauhi (Go!) - JAUHI pelaku dan pergi dari tempat yang membuatmu tidak nyaman dan segera cari tempat yang lebih aman.
  • Laporkan (Tell!) - LAPORKAN kejadian kepada pihak atau orang yang kamu percayai. Didukung dengan informasi lengkap mengenai Yayasan/Lembaga/komunitas yang dapat menampung pengaduan atas situasi kekerasan seksual agar para korban mendapat rasa tenang dan aman.

Demikian penjelasan mengenai kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan) yang diusung The Body Shop Indonesia sebagai bentuk kampanye lanjutan dari sebelumnya. Semoga dengan ini lebih banyak orang yang peka dan sadar terhadap isu kekerasan seksual, ya!

Baca Juga: Cegah KBGO, The Body Shop Indonesia Kampanyekan #TBSFightForSisterhood

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya