Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
13 Nama Hantu Lokal yang Terdaftar dalam KBBI, Bermakna Ganda!
ilustrasi setan (pexels.com/Heber Vazquez)
  • KBBI VI mencatat beragam nama hantu lokal, seperti pocong, kuntilanak, banaspati, dan kuyang.

  • Sejumlah nama hantu memiliki makna lain, mulai dari jenis tanaman hingga istilah pertanian dan konstruksi.

  • Beberapa nama memiliki variasi atau ejaan baku yang berbeda dari sebutan populer dalam masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak hanya menyerap kosakata bahasa daerah, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keenam versi daring juga memasukkan berbagai nama hantu lokal yang populer di Indonesia. Menariknya, sebutan untuk para makhluk gaib ini ternyata memiliki arti harfiah lain yang cukup berbeda, lho. Makna ganda tersebut sangat beragam, mulai dari jenis tanaman hingga istilah dalam bidang konstruksi.

Beberapa entitas tersebut bahkan memiliki tata penulisan resmi yang jauh berbeda dari ejaan yang selama ini beredar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kamu perlu lebih teliti jika ingin membuat konten atau sekadar bercerita seru melalui pesan daring. Penasaran apa saja? Langsung saja simak deretan nama hantu lokal yang resmi terdaftar dalam KBBI VI berikut ini!

1. Pocong

ilustrasi pocong dalam film Pengabdi Setan 2 (instagram.com/pengabdisetanfilm)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok hantu ikonik yang identik dengan balutan kain kafan ini? Dalam KBBI VI, kata pocong secara umum diartikan sebagai 'mayat yang dibungkus kain kafan'. Menariknya, kata ini juga memiliki makna harfiah lain dalam bahasa daerah, yakni 'berkas atau padi yang diikat menjadi satu' dalam bahasa Jawa dan 'biji keluak' dalam bahasa Madura.

2. Kuntilanak

ilustrasi kuntilanak (pexels.com/James Bat Barrera)

Hantu yang tak kalah ikonik dan sering muncul dalam film maupun buku horor tanah air adalah kuntilanak. Berdasarkan definisi KBBI VI, sosok ini digambarkan sebagai hantu yang konon berkelamin perempuan, suka mengambil anak kecil, atau mengganggu perempuan yang baru saja melahirkan. Uniknya, KBBI VI juga mencatat variasi nama resmi lain untuk sosok ini: puntianak.

3. Banaspati

ilustrasi banaspati (pexels.com/cottonbro studio)

Nama entitas gaib ini sangat populer di tengah masyarakat pulau Jawa dan Kalimantan, bahkan sering dikaitkan sebagai media santet. Berdasarkan KBBI VI, banaspati digambarkan sebagai hantu yang konon berwujud bola api terbang. Menariknya istilah ini juga merujuk pada ornamen berbentuk hantu banaspati, biasa ditempatkan di pagar, gerbang, atau pintu masuk bangunan dan candi.

4. Tuyul

ilustrasi tuyul (dok. CATCHPLAY+/Tuyul)

Generasi 90-an dan penggemar serial televisi Tuyul & Mbak Yul tentu sudah sangat familier dengan hantu satu ini. Dalam mitos masyarakat, entitas gaib ini memang sering kali digambarkan menyerupai sosok anak kecil. Sejalan dengan mitos tersebut, KBBI VI mendefinisikan tuyul sebagai 'makhluk halus berupa bocah berkepala gundul yang dapat diperintah oleh orang yang memeliharanya untuk mencuri uang dan sebagainya'.

5. Pelesit

film Palasik (dok. MovieEight/Palasik)

Pelesit dikenal dalam kepercayaan lama sebagai sosok hantu yang konon sangat gemar mengisap darah perempuan melahirkan dan bayi baru lahir. Uniknya, KBBI VI tidak hanya mendefinisikannya sebagai makhluk halus, tetapi juga merujuk pada wujud fisik belalang kecil yang dikenal sebagai belalang bajang atau pelasik. Entitas mistis ini juga memiliki makna 'peluit', lho.


6. Wewe gombel

ilustrasi wewe gombel (pexels.com/ Rulo Mora)

Wewe gombel merupakan salah satu sosok hantu yang paling sering digunakan para orangtua untuk menakut-nakuti anak yang suka keluyuran saat magrib. Berdasarkan KBBI VI, makhluk gaib ini didefinisikan sebagai 'hantu yang konon berwujud perempuan, berbadan besar, berpayudara besar dan panjang, serta suka menculik anak kecil'. Uniknya, kamus resmi bahasa Indonesia ini juga mencatat nama lain untuk wewe gombel: nenek gombel.


7. Genderuwo

ilustrasi genderuwo (pixabay.com/Nicky Pe)

Di balik reputasinya sebagai sosok hantu tinggi besar dan berbulu lebat, kata genderuwo rupanya memiliki makna homonim di dalam KBBI VI. Selain merujuk pada makhluk gaib yang juga dikenal dengan sebutan gandarwa, istilah ini ternyata mendefinisikan 'jenis pohon berbatang lurus hingga 30 meter yang bunganya berbau busuk'. Uniknya lagi, bagian kulit buah dan biji dari pohon genderuwo tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal tradisional. Tanaman genderuwo tersebut juga biasa dikenal sebagai jangkang atau kelumpang.

8. Kuyang

ilustrasi kuyang (pexels.com/Israyosoy S.)

Dalam mitos masyarakat Kalimantan Timur, kuyang sangat ditakuti sebagai wujud hantu perempuan yang kepala dan organnya dapat terbang. Sejalan dengan mitos tersebut, KBBI VI juga mendefinisikan kuyang sebagai 'hantu perempuan yang menurut kepercayaan orang Kalimantan Timur, pada malam hari kepala dan isi perutnya dapat terbang, mengisap darah orang hamil atau orang yang baru melahirkan'. Namun, di balik wujud mistisnya tersebut, KBBI VI juga mencatat makna homonim lain dari kata kuyang yang berkaitan erat dengan dunia pertanian, yakni 'karung besar untuk mengisi hasil pertanian sekaligus satuan ukuran berat setara dengan 30 pikul'.

9. Begu

ilustrasi begu (pixabay.com/KELLEPICS)

Dalam kepercayaan masyarakat Batak, sosok begu atau begu ganjang sangat ditakuti karena digambarkan sebagai hantu berwujud sangat tinggi dan memiliki kaki serta tangan yang panjang. Selain mendefinisikannya sebagai 'hantu rimba', KBBI VI juga mencatat arti harfiah lain dari kata begu: 'anak babi hutan'. Selain itu, istilah ini ternyata juga digunakan untuk menyebut alat berat mesin pengeruk tanah atau ekskavator.

10. Jelangkung

ilustrasi jelangkung dalam film Jailangkung (youtube.com/Screenplay Films)

Kepopuleran permainan mistis ini makin melonjak drastis di tengah masyarakat sejak kemunculan film layar lebar berjudul Jelangkung pada 2001. Dalam KBBI VI , jelangkung didefinisikan sebagai 'boneka (orang-orangan, yang dilengkapi alat tulis yang ditaruh pada ujung kayu palang, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dalam boneka tersebut diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu)'. Bagaimana? Berani mencoba permainan jelangkung ini?

11. Lampor

ilustrasi lampor (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Di balik teror keranda terbang yang sempat viral di tengah masyarakat, lampor ternyata memiliki arti harfiah yang cukup menyeramkan dalam KBBI VI. Kamus resmi bahasa Indonesia ini mendefinisikannya sebagai 'makhluk halus yang konon berarak atau berjalan bersama-sama secara beriringan'. Istilah tersebut sejalan dengan makna kata dasarnya yang merujuk pada aktivitas bergerak beriring-iring dalam jumlah banyak.

12. Leak

ilustrasi leak (pexels.com/Israyosoy S.)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok hantu ikonik asal Pulau Dewata yang identik digambarkan dengan wujud kepala terbang dan dapat berubah menjadi bola api ini? Berdasarkan KBBI VI, leak didefinisikan sebagai 'hantu jadi-jadian, konon berupa binatang (kera, burung hantu, dan sebagainya) yang diciptakan seseorang dengan jalan memantrai diri'. Wujud leak biasanya diwujudkan dalam ogoh-ogoh atau patung besar yang diarak kemudian dibakar menjelang perayaan Nyepi.

13. Sundal bolong

ilustrasi sundal bolong (pixabay.com/Adina Voicu)

Sesuai dengan namanya, sosok ikonik ini identik dengan wujud perempuan berambut panjang yang memiliki lubang besar di bagian punggungnya. Walau masyarakat lebih familiar dengan sebutan sundel bolong, KBBI VI secara resmi mencatat bentuk baku penulisan entitas ini sebagai sundal bolong. Popularitas hantu legendaris ini kian melejit di tanah air setelah aktris horor kenamaan, Suzanna, membintangi film yang berjudul Sundel Bolong pada 1981.

Siapa sangka sebutan untuk para makhluk halus yang terkesan seram ternyata memiliki makna harfiah yang unik di dalam kamus bahasa Indonesia. Pengetahuan baru ini tentu bisa jadi bahan obrolan sekaligus modal agar tulisanmu makin akurat saat membuat konten horor. Jadi, mulai sekarang, pastikan kamu menulis ejaan nama-nama hantu di atas sesuai aturan baku KBBI VI, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article