5 Tanda lagi Ngobrol sama Orang Fixed Mindset, Susah Diubah

- Tolak ukurnya selalu masa lalu, sulit beradaptasi dengan masa kini
- Orang pintar pun direndahkan
- Sangat takut dengan perubahan
Fixed mindset merupakan lawan dari growth mindset. Orang dengan pemikiran berkembang melihat lebih banyak kemungkinan daripada tipe fixed mindset. Ketika kamu berbicara dengan orang yang growth mindset pasti menyenangkan. Dirimu betah berlama-lama membicarakan apa saja dengannya. Obrolan kalian juga memberikan manfaat seperti pengetahuan baru, gagasan, dan kebijaksanaan.
Meski begitu, hal tersebut gak akan terjadi ketika kamu ngobrol sama orang fixed mindset. Seseorang justru kerap merasa emosi ketika ngobrol sama orang fixed mindset. Pun obrolan berkepanjangan tak ada gunanya. Dia seperti batu yang butuh sangat lama untuk dapat berlubang oleh tetesan air. Pemilik fixed mindset punya ciri khas pembawaan seperti di bawah ini. Sebelum dirimu keburu emosi mending bercakap-cakap dengannya secukupnya saja.
1. Tolak ukurnya selalu masa lalu, sulit beradaptasi dengan masa kini

Orang yang fixed mindset seperti terjebak di masa lalu. Bukan hanya generasi tua yang bisa begini. Lawan bicara sepantarmu pun dapat berorientasi ke masa lampau melulu. Apa pun topiknya, ia senang membandingkan situasi dengan dahulu.
Dia pun cenderung memuja segala yang telah berlalu. Misalnya, keyakinan zaman dulu lebih baik daripada sekarang. Di kantor pun sama. Ketika kepemimpinan sudah berubah, ia tetap suka membicarakan kepemimpinan lama.
Akibatnya, siapa pun pemimpin baru di kantor dianggapnya gak pas. Saat dirimu berusaha menyadarkannya bahwa situasinya telah lain, ia tak juga mencoba beradaptasi. Harapan yang tidak secara langsung dikatakannya adalah ingin segalanya tetap seperti dahulu.
2. Orang pintar pun direndahkan

Sepintar apa pun kamu atau lawan bicaranya yang lain menjadi seperti gak ada apa-apanya di matanya. Orang dengan fixed mindset sering tidak mau mengakui kepandaian orang lain. Latar belakang pendidikanmu tidak juga berhasil membuatnya lebih mau merunduk dan mendengarkan.
Malah kadang tambah cerdas lawan bicaranya, tambah kencang pula cibirannya. Kepandaian orang dianggapnya cuma akal-akalan, manipulasi, atau konspirasi. Ciri inilah yang selama ini menyulitkannya buat belajar dengan baik.
Hanya dirinya sendiri yang dipercaya dan diikuti. Ringan saja untuknya membodoh-bodohkan orang berilmu sekalipun. Kalau ada orang yang menyindirnya dengan sebutan si paling pintar, reaksinya seperti mengelak tapi sebenarnya ia senang sekali.
3. Sangat takut dengan perubahan

Fixed mindset tidak hanya terlalu fokus pada masa lalu. Ia juga kurang suka menatap masa depan. Masa depan penuh ketidakpastian dan pasti mengandung banyak perubahan. Dia memandang setiap perubahan sebagai ancaman terhadap eksistensinya.
Bahkan meski perubahan tersebut akan dihadapi bersama-sama, ia cenderung bersembunyi di balik orang lain. Dalam kerja tim misalnya, ia selalu mengusahakan tidak ada perubahan yang berarti. Dia terlalu nyaman dengan hal-hal yang telah menjadi kebiasaan.
Padahal, tanpa perubahan tentu gak ada kemajuan. Dari hasil obrolan-obrolan kalian, ia bukan partner kerja yang cocok untukmu. Kamu ingin membawa usaha tambah maju dengan melakukan berbagai transformasi yang diperlukan. Sementara ia berkeras menolaknya dan berpandangan tetap seperti semula adalah yang terbaik.
4. Sering sekali memakai kata pokoknya buat mempertahankan argumen

Dalam satu sesi percakapan saja, ia bisa lebih dari sekali mengucapkan pokoknya. Terlebih ketika ia mulai berpendapat. Juga saat dia menolak perubahan seperti dalam poin sebelumnya. Kata pokoknya dijadikan senjata untuk membuat orang mau mengikutinya.
Kata tersebut juga menutup usahamu untuk menggali alasan-alasan di balik pendapatnya. Apabila dirimu tidak mematuhinya, konsekuensi paling ringan ia kesal. Lebih repot jika dia fixed mindset, tapi punya posisi di atasmu.
Dengan kata pokoknya, ia menuntutmu supaya patuh secara penuh. Tidak boleh ada penolakan sekaligus tak ada lagi ruang diskusi. Responsnya akan tetap sama sekalipun kamu menunjukkan bukti yang seharusnya bisa mematahkan perasaan paling benar serta kehendaknya.
5. Juga kalimat 'aku gak mau tahu'

Mirip dengan kata pokoknya, kalimat 'aku gak mau tahu' juga usaha orang dengan fixed mindset menghentikan perlawananmu. Ia menutup diri dari setiap hal yang tidak ingin didengarnya. Dia mendesakkan pandangan sempitnya pada siapa pun.
Memakai kalimat tersebut, ia pun dapat dengan mudah cuci tangan dalam suatu masalah. Dia yang seharusnya ikut turun mengatasinya malah menekanmu buat menyelesaikannya sendirian. Contoh kalimatnya, "Aku gak mau tahu, semuanya harus beres besok."
Padahal, di situ seharusnya juga ada porsi tanggung jawabnya. Kalimatnya menunjukkan bahwa ia sebetulnya tidak yakin dengan kemampuannya mencari solusi. Dia hanya membalut kelemahan diri dengan kalimat yang terdengar lebih keras.
Ngobrol sama orang fixed mindset akan terasa menjengkelkan. Ia dan pandangan-pandangannya bukannya sama sekali gak bisa diubah. Hanya saja, dari waktu ke waktu perubahannya sangat kecil. Tidak sepertimu dan para pemilik growth mindset lainnya sehingga banyak ketidakcocokan di antara kalian.


















