Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Fantasi Abad Pertengahan yang Wajib Masuk Daftar Bacaan
Serial adaptasi Game of Thrones (dok. HBO/Game of Thrones)
  • The Fellowship of the Ring mengikuti Frodo membawa cincin berbahaya menuju Mordor, dalam dunia Middle-earth yang dibangun Tolkien dengan sejarah, budaya, bahasa, dan legenda beragam bangsa.
  • A Game of Thrones menyoroti perebutan takhta di Westeros melalui Stark, Lannister, dan Daenerys; sementara The Blade Itself berfokus pada karakter-karakter ambigu tanpa batas baik dan jahat sederhana.
  • Between Two Fires memadukan Prancis 1348, Black Death, dan unsur supernatural melalui Thomas serta Delphine; The Name of the Wind mengisahkan masa lalu Kvothe, sihir, musik, universitas, dan Chandrian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Novel fantasi berlatar abad pertengahan selalu punya daya tarik tersendiri. Dunia yang dipenuhi legenda kuno membuat pembaca seolah diajak meninggalkan kehidupan sehari-hari untuk masuk ke dunia yang sama sekali berbeda. Tidak sedikit novel dengan latar seperti ini yang kemudian menjadi karya berpengaruh dan membentuk wajah genre fantasi modern.

Menariknya, setiap penulis menawarkan pendekatan yang berbeda terhadap dunia medieval fantasy. Ada yang lebih menonjolkan perjalanan seorang pahlawan, intrik politik dan perebutan kekuasaan, hingga kisah yang memadukan sejarah dengan horor supernatural. Jika sedang mencari bacaan fantasi dengan dunia yang luas dan cerita yang sulit dilupakan, lima novel berikut layak masuk daftar.

1. The Fellowship of the Ring — J.R.R. Tolkien

The Fellowship of the Ring (goodreads.com)

Kisahnya dimulai ketika Frodo Baggins mewarisi sebuah cincin yang ternyata menyimpan kekuatan berbahaya. Dari kehidupan yang tenang di Shire, Frodo kemudian harus melakukan perjalanan menuju Rivendell dan bergabung dengan kelompok yang memiliki misi membawa cincin tersebut menuju Mordor. Perjalanan itu menjadi awal dari salah satu petualangan paling berpengaruh dalam sejarah sastra fantasi.

Keistimewaan karya Tolkien terletak pada betapa detailnya dunia Middle-earth yang ia ciptakan. Bangsa Hobbit, Elf, Kurcaci, penyihir, hingga Orc memiliki sejarah, budaya, bahasa, dan legenda masing-masing. Tempat seperti Moria dan Lothlórien juga bukan sekadar latar, tetapi memiliki cerita serta identitas yang membuat dunia tersebut terasa hidup.

2. A Game of Thrones — George R.R. Martin

A Game of Throne (goodreads.com)

Novel yang diterbitkan pada 1996 ini menjadi pembuka seri A Song of Ice and Fire karya George R.R. Martin dan menghadirkan dunia Westeros yang penuh perebutan kekuasaan. Ceritanya mengikuti berbagai tokoh dan keluarga, termasuk keluarga Stark, Lannister, hingga Daenerys Targaryen. Di balik perang dan konflik tersebut terdapat persoalan tentang takhta, pernikahan politik, serta ambisi pribadi.

Salah satu daya tarik terbesar novel ini adalah bagaimana politik dan kekuasaan menjadi bagian penting dari cerita. Kisah Eddard Stark memperlihatkan betapa berbahayanya permainan politik di Westeros, sedangkan perjalanan Daenerys menawarkan sudut pandang berbeda dari wilayah yang jauh.

3. The Blade Itself — Joe Abercrombie

The Blade Itself (goodreads.com)

Ceritanya mempertemukan beberapa karakter dengan latar belakang yang sangat berbeda, seperti Logen Ninefingers, seorang barbar yang terkenal brutal, Sand dan Glokta, seorang penyiksa yang mengalami banyak penderitaan, serta Jezal dan Luthar, bangsawan muda yang penuh kesombongan. Tidak ada pembagian sederhana antara pihak yang sepenuhnya baik dan jahat di dunia mereka.

Alih-alih hanya mengandalkan pertarungan besar dan sihir, Abercrombie membuat karakter menjadi pusat perhatian. Reputasi Logen ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan siapa dirinya, sementara pengalaman Glokta membentuk pandangannya yang sinis terhadap dunia. Di sisi lain, Jezal perlahan menyadari bahwa status sosial dan kehidupannya yang nyaman tidak selalu bisa melindunginya.

4. Between Two Fires — Christopher Buehlman

buku Between Two Fires (waterstones.com)

Novel karya Christopher Buehlman yang terbit pada 2019 ini mengambil latar Prancis pada 1348, ketika wabah Black Death menghancurkan banyak wilayah Eropa. Di tengah situasi tersebut, seorang mantan ksatria bernama Thomas melakukan perjalanan bersama Delphine, seorang anak yatim yang memiliki penglihatan aneh. Perjalanan mereka perlahan mengungkap bahwa bencana yang terjadi mungkin berkaitan dengan kekuatan supernatural.

Thomas juga bukan sosok ksatria ideal yang selalu melakukan hal benar, sementara Delphine memiliki peran jauh lebih penting daripada sekadar menjadi anak yang harus diselamatkan. Kombinasi karakter yang kuat dan atmosfer mencekam membuat novel ini terasa berbeda dari fantasi abad pertengahan pada umumnya.

5. The Name of the Wind — Patrick Rothfuss

The Name of the Wind (goodreads.com)

Diterbitkan pada 2007, The Name of the Wind memperkenalkan Kvothe, seorang tokoh yang dikenal sebagai musisi, penyihir, dan petualang hebat. Namun, kehidupannya pada masa kini justru jauh lebih tenang karena ia menjalankan sebuah penginapan dengan identitas Kote. Cerita kemudian membawa pembaca kembali ke masa lalu untuk mengetahui bagaimana Kvothe tumbuh hingga mencari tahu tentang kelompok misterius bernama Chandrian.

Kekuatan novel ini tidak hanya terletak pada unsur sihirnya. Rothfuss membangun suasana abad pertengahan melalui kehidupan di penginapan, perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, musik, cerita rakyat, hingga kehidupan akademis di sebuah universitas. Hubungan Kvothe dengan teman-temannya, persaingannya dengan Ambrose, serta perasaannya terhadap Denna juga membuat kisahnya terasa lebih personal.

Dari petualangan Kvothe hingga perjalanan Frodo menuju Mordor, kelima novel tersebut menawarkan interpretasi berbeda tentang dunia fantasi abad pertengahan. Jadi, novel mana yang paling ingin kamu baca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article