Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Klasik Imajinatif Karya Barbara Comyns, Seunik Ini!
rekomendasi novel Barbara Comyns (dok. Virago/Our Spoons Came From Woolworths | dok. Virago/The Vet's Daughter)
  • Barbara Comyns dikenal lewat novel klasik dengan cerita imajinatif, surealis, dan berisi sindiran sosial.

  • Lima novel yang direkomendasikan antara lain Our Spoons Came from Woolworths, The Vet’s Daughter, Who Was Changed and Who Was Dead, The Skin Chairs, dan The Juniper Tree.

  • Karya-karyanya menghadirkan tokoh dan kehidupan unik dengan perpaduan realitas, elemen magis, serta kejutan gelap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sedang mencari novel klasik dengan cerita whimsical alias imajinatif, coba telusuri karya sastra milik Barbara Comyns. Jadi salah satu penulis yang masuk kategori penulis rediscovered classics, Comyns menawarkan perspektif yang segar dan beda. Kalau Jane Austen dikenal lewat cerita romansanya, Shirley Jackson dengan horor gothic-nya, dan Virginia Woolf dengan drama psikologisnya, Barbara Comyns dikenal lewat elemen surealisnya.

Ceritanya terasa seperti dongeng, tetapi dengan kejutan gelap dan tak terduga yang sebenarnya merupakan sindiran sosial. Penasaran seberapa ajaibnya novel-novel klasik Barbara Comyns? Ini lima judul wajibnya untukmu.

1. Our Spoons Came from Woolworths

Our Spoons Came From Woolworths karya Barbara Comyns (dok. Virago/Our Spoons Came From Woolworths)

Bagaimana jadinya kalau dua orang yang gak siap secara mental dan finansial menikah? Ini merupakan premis utama novel Our Spoons Came from Woolworths yang berlakonkan Sophia. Ia masih muda dan naif ketika memutuskan menikahi Charles. Sama-sama bekerja di industri seni, mereka tak bisa dibilang mapan. Ekonomi rumah tangga mereka terselamatkan oleh Sophia yang masih punya penghasilan tetap dari pekerjaannya sebagai asisten di sebuah studio.

Sementara, Charles hanya mengandalkan pendapatan dari proyek-proyek lepas yang gak selalu ada. Suatu hari, Sophia menemukan dirinya hamil dan ini bikin hubungan mereka makin runyam. Pakai elemen satire dan komedi, tetapi dekat dengan realitas, ini novel yang unik dan imajinatif. Gaya hidup Bohemia Sophia dan Charles bikin kita geleng-geleng kepala sekaligus prihatin. Ini terutama tertuju pada Sophia yang harus menanggung beban berlipat ganda.

2. The Vet’s Daughter

The Vet's Daughter karya Barbara Comyns (dok. Virago/The Vet's Daughter)

Anak perempuan dokter hewan yang dimaksud dalam novel klasik imajinatif ini adalah Alice. Dibesarkan di tengah keluarga disfungsional, Alice mulai merasa terkekang seiring bertambahnya usianya. Suatu hari, ia menemukan dirinya punya kemampuan magis yang memungkinkannya kabur sejenak dari realitas suram yang selama ini jadi kesehariannya. Seiring dengan penemuan itu, kehidupan sehari-hari Alice yang mengekang kadang menghantui.

Ibunya yang sakit-sakitan dan teronggok di kasur tanpa daya, sementara ayahnya yang uring-uringan dan sibuk dengan dunianya sendiri, jadi makanan sehari-hari Alice. Di sisi lain, ia tak punya saudara yang memungkinkannya berbagi beban. Gak heran kalau Alice mendambakan kebebasan yang mungkin bagi sebagian orang terasa remeh dan sederhana.

3. Who Was Changed and Who Was Dead

Who Was Changed And Who Was Dead karya Barbara Comyns (dok. Virago/Who Was Changed And Who Was Dead)

Novel ini tentang keluarga Willoweed yang terdiri dari lima anggota keluarga, antara lain seorang duda dengan tiga anak perempuan dan ibu si duda yang sudah lansia. Dari kelima orang ini, sang neneklah yang paling dominan dan keras kepala. Ia bahkan masih suka memarahi dan mempermalukan putranya yang sudah dewasa itu di depan ketiga anak tersebut. Suatu hari, keluarga disfungsional ini harus menghadapi kabar tak mengenakkan: menyebarnya wabah penyakit di lingkungan tempat tinggal mereka. Ini bikin kehidupan mereka yang sudah gak sehat dari awal itu makin rumit.

4. The Skin Chairs

The Skin Chairs karya Barbara Comyns (dok. Virago/The Skin Chairs)

The Skin Chairs merupakan cerita Frances, bocah 10 tahun yang dikirim orangtuanya untuk tinggal di rumah kerabatnya sepeninggal ayahnya. Tante Lawrence adalah nama kerabat itu, seorang perempuan yang punya kepahitan tersendiri sehingga sering menghina keluarga Frances karena dianggap tak kaya dan menyusahkan saja. Kehidupan Frances tertolong dua teman nyentrik baru bernama Mrs. Alexander dan Wanda. Keduanya punya kehidupan yang kontras, tetapi sama-sama bukan tipe perempuan konvensional, terutama bila kamu menilik pilihan hidup mereka.

5. The Juniper Tree

The Juniper Tree karya Barbara Comyns (dok. NYRB/The Juniper Tree)

Disebut novel terbaik Barbara Comyns, The Juniper Tree berpusat pada Bella Winter, seorang perempuan muda yang hamil di luar nikah dan pergi dari rumahnya. Bersama putrinya, Tommy, Bella sempat jadi tunawisma sampai Mary, seorang pebisnis yang merekrutnya jadi penjaga toko barang antik yang dikelola sendiri. Hidup Bella dan putrinya mulai jelas dan membaik sampai pasutri kaya raya masuk ke hidup mereka. Sering ditinggal suami yang sibuk bekerja, Gertrude Forbes menganggap Bella bisa jadi teman untuknya. Bella jadi sering diminta datang ke rumah keluarga Forbes, tetapi benarkah mereka benar-benar tulus?

Barbara Comyns memang punya keunggulan telak dalam bidang penulisan cerita imajinatif. Premis cerita buatannya saja sudah menarik sejak awal dan kamu gak akan kecewa dengan eksekusinya yang brilian. Gak heran kalau karya-karya lawasnya diburu pencinta buku klasik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article