Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Oscar Wilde, Penulis, Penyair, dan Dramawan Nyentrik Asal Irlandia

Oscar Wilde, Penulis, Penyair, dan Dramawan Nyentrik Asal Irlandia
Oscar Wilde (interestingfacts.com/UniversalImagesGroup)
Intinya Sih
  • Oscar Wilde, penulis dan dramawan asal Irlandia, dikenal karena kecerdasannya, gaya hidup nyentrik, serta kontribusinya dalam gerakan estetika yang menekankan keindahan demi keindahan itu sendiri.
  • Sejak kecil Wilde menunjukkan bakat luar biasa di bidang sastra klasik hingga meraih banyak penghargaan akademik dan kemudian sukses lewat karya puisi, esai, novel, serta drama satirnya.
  • Gaya berpakaian eksentrik Wilde menjadi simbol filosofi estetikanya sekaligus strategi publik; meski hidupnya berakhir tragis akibat skandal dan penyakit, karyanya tetap dikenang sepanjang masa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Oscar Wilde merupakan nama seorang penulis, penyair, dan dramawan ternama asal Irlandia yang hidup pada akhir abad ke-19. Ia terkenal berkat kecerdasan, gaya hidup nyentrik, serta tulisannya yang penuh witticism dan satire. Wilde merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan estetika di Inggris pada era Victoria.

Lewat karya-karya seninya, Wilde berusaha menyuarakan ide estetika tersebut. Selain kecerdasaan, kepribadiannya yang flamboyan juga turut menarik perhatian. Ia sering mengenakan jas dengan bros bunga besar dan membiarkan rambutnya tetap panjang. Nah, untuk mengenal sosok Oscar Wilde lebih dalam, berikut adalah profil singkatnya.

1. Terlahir dari keluarga berpendidikan

Oscar Wilde
Oscar Wilde (interestingfacts.com/Universal History Achive)

Oscar Wilde lahir pada tanggal 16 Oktober 1854 di Dublin, Irlandia dengan nama asli Oscar Fingal O'Flahertie Wills Wilde. Wilde lahir dari orangtua yang berpendidikan. Ayahnya, William Wilde adalah seorang ahli bedah ternama yang dianugerahi gelar ksatria atas andilnya sebagai penasihat medis untuk sensus Irlandia.

Menurut Biography, William sempat mendirikan Rumah Sakit Mata St. Mark, yang sepenuhnya menggunakan dana pribadi. Ini ia lakukan semata-mata demi menolong kaum miskin di kota tersebut. Sementara, ibu Wilde, Jane Francesca Elge, adalah seorang penyair yang terlibat dalam Pemberontakan Young Irelander di tahun 1848. Dari sini jelas, bahwa darah seni yang mengalir pada diri Oscar Wilde, ia dapatkan dari sang ibu.

2. Cerdas dan berbakat sejak kecil

Oscar Wilde
Oscar Wilde (hemibooks.com)

Sejak kecil Oscar Wilde sudah tertarik pada buku dan gemar membaca, ia juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Saat bersekolah di Portora Royal School di Enniskillen, Wilde mulai jatuh cinta pada studi Yunani dan Romawi. Selama bersekolah di sana, ia menyabet banyak penghargaan, seperti memenangkan hadiah sekolah untuk siswa terbaik dalam bidang klasik, serta juara dua lomba menggambar di akhir masa studinya. Oscar Wilde lulus pada tahun 1871.

Ia mendapatkan Beasiswa Royal School untuk melanjutkan kuliah di Trinity College di Dublin. Pada tahun 1872, ia meraih peringkat pertama dalam ujian klasik sekolah dan kembali menerima beasiswa dari universitas tersebut. Itu merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pada mahasiswa sarjana.

Setelah lulus di tahun 1874, Oscar Wilde menerima Medali Emas Berkeley sebagai mahasiswa terbaik Trinity dalam bidang Bahasa Yunani dan beasiswa Demyship untuk melanjutkan studi di Magdalen College di Universitas Oxford. Tak beda jauh dengan sekolah sebelumnya, di Oxford Wilde juga mengukir banyak prestasi akademik.

Di sana pula Wilde mulai mengasah kemampuan menulisnya. Hingga di akhir masa studinya pada tahun 1878, puisinya yang berjudul Ravenna memenangkan hadiah Newdigate untuk komposisi puisi Inggris terbaik oleh mahasiswa sarjana Oxford.

3. Puisi dan estetika, awal karier Wilde yang cemerlang

Oscar Wilde
Oscar Wilde (discover.hubpages.com)

Menurut Biography, usai menyelesaikan pendidikannya, Wilde pindah ke London untuk tinggal bersama temannya, Frank Miles, seorang pelukis potret yang terkenal di kalangan masyarakat kelas atas London. Di sana Wilde fokus pada penulisan puisi hingga berhasil menerbitkan kumpulan pusisi pertamanya berjudul Poems, pada tahun 1881. Buku itu cukup membuat nama Oscar Wilde naik daun dan mendapatkan sedikit pujian sekaligus kritikan.

Setahun kemudian, Wilde melakukan perjalanan dari London ke New York City untuk memulai tur ceramah di Amerika. Dalam sembilan bulan, ia telah menyampaikan sebanyak 140 ceramah. Di sela-sela ceramahnya, ia sempat bertemu dengan cendikiawan dan tokoh terkemuka di Amerika pada masanya. Salah satunya adalah Walt Whitman, yang sangat dikagumi oleh Wilde.

"Tak ada seorang pun di dunia Amerika yang luas dan agung ini yang begitu saya cintai dan hormati," tulisnya kemudian kepada idolanya itu.

Usai tur Amerika, Wilde kembali ke rumah untuk memulai rangkaian ceramah di Inggris dan Irlandia yang berjalan hingga pertengahan tahun 1884. Melaui ceramah dan puisi-puisinya, Wilde menyatakan dirinya sebagai pendukung utama gerakan estetika, sebuah teori seni dan sastra yang menekankan pengajaran keindahan demi keindahan itu sendiri, bukan untuk mempromosikan sudut pandang politik atau sosial apa pun.

Pada tahun 1885, Oscar Wilde bekerja untuk mengelola sebuah majalah Inggris bernama Lady's World. Selama dua tahun menjabat sebagai editor, Wilde merevitalisasi majalah tersebut dengan memperluas cakupannya untuk 'tidak hanya membahas apa yang dikenakan perempuan, tapi juga apa yang mereka pikir dan rasakan'. Menurutnya, Lady's World harus menjadi wadah untuk mengekspresikan pendapat perempuan tentang semua subjek sastra, seni, dan kehidupan modern, sekaligus tetap menjadi majalah yang enak dibaca oleh pria.

4. Karya buku dan drama

Oscar Wilde
Buku Oscar Wilde (www.gramedia.com)

Ketika masih menjabat sebagai editor di Lady's World, pada tahun 1888, tujuh tahun setelah menerbitkan Poems, Wilde menerbitkan The Happy Prince and Other Tales, yang merupakan sebuah buku kumpulan cerita anak-anak. Buku ini mengandung pesan moral tentang sebuah pengorbanan. Setahun kemudian, ia menerbitkan kumpulan esai tentang prinsip-prinsip estetisisme dengan judul Intentions.

Satu-satunya novel yang ia tulis selama hidupnya berjudul The Picture of Dorian Grey, juga diterbitkan pada tahun 1890. Menurut Escapereaders, novel ini sempat menuai kontroversi karena isinya yang dianggap tidak bermoral pada masanya. Wilde memberi pembelaan pada karyanya ini dengan mengatakan, "Tidak ada yang namanya buku moral atau buku tidak bermoral. Buku ditulis dengan baik, atau ditulis dengan buruk. Hanya itu saja," seperti dikutip dari laman Biography.

Tak hanya menulis puisi, esai, dan novel, Wilde juga piawai menulis naskah drama. Drama pertama Wilde, Lady Windermere's Fan, dipentaskan pada Februari 1892 dan langsung mendapatkan banyak pujian. Hal ini menjadi awal mulai Wilde menekuni dunia penulisan drama. Beberapa tahun ke depan, ia telah menghasilkan drama-drama hebat yang cerdas dan satir dengan sedikit bumbu komedi, tapi tetap serius dan kadang mengandung nuansa gelap.

Drama-drama karya Oscar Wilde yang terkenal di antaranya ada, A Woman of No Importance (1893), An Ideal Husband (1895), dan The Importance of Being Ernest (1895). The Importance of Being Ernest menjadi karya yang paling populer. Salah identitas merupakan salah satu tema dalam drama ini. Kutipannya yang berbunyi : "Ku harap kau tidak menjalani kehidupan ganda, berpura-pura jahat dan baik sepanjang waktu. Itu akan menjadi kemunafikan" merujuk pada sikap masyarakat Victoria yang memiliki dua sisi. Di mana mereka harus bersikap sopan di depan umum, meskipun melakukan perbuatan buruk di ruang tertutup.

5. Makna di balik penampilan Oscar Wilde yang nyentrik

Oscar Wilde
Oscar Wilde (interestingfacts.com/UniversalImagesGroup)

Pada akhir abad ke-19, laki-laki di Inggris umumnya memakai pakaian dengan warna gelap, seperti hitam, rapi, dan konservatif. Namun, Wild justru bergaya beda. Disebutkan dalam laman Escaperaders, Wild adalah sosok yang eksentrik dan ambisius. Ia sering kali mengenakan pakaian mencolok dengan warna yang tak lazim.

Gaya berpakaiannya yang unik menjadi ciri khas dan menarik perhatian banyak orang. Selain soal pakaian, gaya rambut Wilde yang dibiarkan panjang dan terawat juga turut jadi sorotan. Ia juga senang mengenakan aksesori simbolik, seperti bunga matahari atau lilly, bahkan peacock, yang merupakan ikon Gerakan Estetika yang melambangkan keindahan murni.

Menurut Britannica, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi Wilde tampil nyentrik. Pertama, ia ingin hidup sebagai karya seni, promosi Gerakan Estetika, dan sebagai bentuk strategi publik dan media. Berkat penampilannya yang tak biasa pada masanya, Wilde mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat.

Reaksi tersebut terbagi menjadi golongan orang yang kagum, mengejek, dan penasaran. Penampilan nyentrik Oscar Wilde bukan hanya soal fashion, tapi juga ekspresi filosofi estetika, alat komunikasi publik, dan bagian dari identitas artistiknya.

Oscar Wilde menikah dengan perempuan kaya asal Inggris, Constance Lloyd pada tahun 1884 dan dikaruniai dua orang putra bernama Cyril dan Vyvyan, yang masing-masing lahir pada tahun 1885 dan 1886. Mereka berpisah secara de facto pada tahun 1895, setelah Wilde terlibat skandal perselingkuhan sesama jenis dengan beberapa pria. Lloyd membawa kedua anak mereka ke Eropa dan mengganti nama keluarga mereka menjadi Holland.

Oscar Wilde meninggal pada tanggal 30 November 1900 karena penyakit meningitis di Hôtel d'Alsace di Saint-Germain-des-Prés, Paris, saat ia berusia 46 tahun. Karya-karya Wilde terus dikenang hingga sekarang. The Picture of Dorian Gray dan The Importance of Being Earnest dianggap sebagai mahakarya sastra besar pada periode Victoria akhir.

Itu dia profil singkat tentang Oscar Wilde, seorang penulis, penyair, dan dramawan nyentrik dari era Victoria. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya, terutama soal kebebasan berekspresi, tapi harus tetap tahu batasan. Karena sebuah pencapaian yang diusahakan dengan susah payah, bisa runtuh karena satu kesalahan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us