Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buku Rilisan Terbaru Penulis Perempuan, Cocok Dibaca di Hari Kartini!

Buku Rilisan Terbaru Penulis Perempuan, Cocok Dibaca di Hari Kartini!
Buku Rilisan Terbaru Penulis Perempuan (goodreads.com | instagram.com/bukumojok)

Hari Kartini jadi momen yang pas buat merayakan semangat perempuan, salah satunya lewat bacaan yang inspiratif. Beberapa minggu terakhir ini, banyak penulis perempuan Indonesia yang merilis karya-karya terbaru mereka yang sayang banget kalau sampai dilewatkan.

Pilihan bukunya beragam banget, mulai dari pembahasan rekonstruksi makna Hari Kartini hingga menyoal parenting. Yuk, intip rekomendasi buku rilisan terbaru dari para penulis perempuan yang cocok menemani hari-harimu, terutama di momen spesial Hari Kartini ini!

1. Parenting di Negara Gagal - Kalis Mardiasih

Parenting di Negara Gagal - Kalis Mardiasih (instagram.com/bukumojok)
Parenting di Negara Gagal - Kalis Mardiasih (instagram.com/bukumojok)

Kalis Mardiasih kembali menerbitkan buku yang terasa relate dengan kondisi sekarang. Bertajuk Parenting di Negara Gagal, buku ini menjelaskan bagaimana orangtua tak bisa semerta-merta 'abai' dengan kondisi negara saat ini. Pasalnya, kondisi dan keadaan negara bisa mempengaruhi kehidupan anak secara tak langsung bahkan langsung.

Anak tak hanya belajar dan bertumbuh dari parenting yang diberikan orangtua di rumah. Anak juga cenderung belajar kehidupan dari tetangga, teman sebaya, hingga figur publik di layar kaca. Itu kenapa, kebijakan politik yang tak pasti dan tak berpihak pada rakyat bisa membuat orangtua kesulitan untuk menerapkan nilai kebijakan pada anak. Everything is political, bahkan menyangkut cara-cara parenting dan membesarkan anak, kurang lebih itulah yang ingin Kalis sampaikan.

2. Slow Steps - Olphi Disya Arianda, M.Psi

Slow Steps (gramedia.com)
Slow Steps (gramedia.com)

Berikutnya, ada buku yang bisa memberikan afirmasi baik untuk diri, yakni Slow Steps karya Olphi Disya Arianda, M.Psi. Kesuksesan dan kebahagiaan sering kali dikaitkan dengan kerja keras tanpa henti dan hidup yang tampak sempurna dari luar. Padahal di tengah hustle culture yang makin mengakar, banyak dari kita justru diam-diam kehilangan diri sendiri dalam prosesnya.

Buku ini hadir sebagai panduan untuk menghadapi kegagalan hingga berpikir ulang soal arti keberhasilan yang sesungguhnya. Pesan utamanya jelas, keberhargaan diri bukan diukur dari seberapa cepat atau seberapa banyak yang kamu capai, tapi dari kesadaran dan kemampuan untuk terus berkembang dengan welas asih pada diri sendiri.

3. Motherf*cked - Ashley Oerman

Motherf*cked by Ashley Oerman (goodreads.com)
Motherf*cked by Ashley Oerman (goodreads.com)

Gak semua orang punya hubungan yang hangat dengan ibunya, dan buku ini hadir untuk orang-orang yang mengalami hal serupa. Ditulis oleh jurnalis kesehatan mental, Ashley Oerman, Motherf*cked membahas berbagai dinamika hubungan ibu dan anak yang complicated. Mulai dari ibu yang terlalu mengontrol, tidak hadir secara emosional, hingga yang kadang sekadar sulit untuk diajak bicara.

Dengan pendekatan yang relatable dan gak menghakimi, buku ini membekali pembaca dengan tips berbasis riset dan wawancara bersama para ahli kesehatan mental untuk memahami bagaimana hubungan dengan ibu bisa memengaruhi kesehatan mental. Lewat berbagai tools praktis yang bahkan dikemas dengan sentuhan humor gelap, buku ini mengajak kamu untuk akhirnya berdamai dengan masa lalu dan menemukan ketenangan yang selama ini kamu cari.

Demikian beberapa buku rilisan terbaru karya penulis perempuan. Mana nih yang masuk reading list kamu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us