ilustrasi belajar bahasa Jepang (pexels.com/GuKo)
Kemudahan memperoleh informasi membuat Gen Z memiliki peluang besar untuk belajar secara mandiri. Berbagai materi pembelajaran tersedia di ruang digital. Baik dalam bentuk artikel, video, podcast, maupun sumber digital lainnya. Namun demikian, banyaknya pilihan juga menuntut kemampuan memilih informasi yang relevan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Di sinilah peran penting literasi membantu Gen Z menjadi pembelajar yang tidak bergantung pada satu sumber. Mereka dapat mencari, membaca, membandingkan, lalu menyimpulkan informasi berdasarkan pemahaman sendiri. Kemandirian tersebut menjadi bekal penting menghadapi perubahan pengetahuan dan teknologi yang berlangsung dinamis.
Literasi menjadi fondasi penting agar Gen Z tidak hanya cepat memperoleh informasi. Tetapi juga mampu memahami, menilai, dan menggunakannya dengan tepat. Di tengah arus digital yang semakin deras, kemampuan berpikir kritis membuat teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih cerdas, bertanggung jawab, dan produktif.