Ilustrasi melaksanakan ibadah haji. (Pexels.com/Ali Karim)
Sebagai kota suci, Makkah dan Madinah tentu memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Dalam kitab Al-Asybah Wa Nazda’ir, Imam As-Suyuthi menyebutkan beberapa perbedaan keistimewaan antara kota Makkah dan Madinah sebagai berikut,
- Niat untuk ihram (keadaan suci sebagai tanda dimulainya ibadah haji dan umrah), hanya bisa dilakukan dalam perjalanan menuju Makkah, tidak berlaku untuk Madinah
- Ada larangan untuk memburu hewan dan menebang atau mencabut tumbuhan di kedua kota ini. Orang-orang yang melakukannya bakal dikenai sanksi yaitu membayar dam jika melakukannya di Makkah, atau membayar ganti berupa barang yang dikenakan saat itu (pakaian dan perhiasan) untuk pelanggaran di Madinah
- Seseorang tidak dimakruhkan mendirikan salat pada waktu yang dimakruhkan saat berada di Makkah. Sementara itu, makruh hukumnya mengerjakan salah pada waktu yang dimakruhkan jika berada di Madinah. Makruh sendiri adalah hukum yang menyatakan bahwa sesuatu dianjurkan untuk ditinggalkan, tetapi tidak berdosa jika tetap dilakukan
- Pahala mengerjakan salat di Makkah dilipatgandakan seratus kali, dan hal ini tidak berlaku saat di Madinah.
Beberapa perbedaan keistimewaan Makkah dan Madinah tidak kemudian membuat salah satu kota jadi lebih istimewa dari yang lainnya. Dua kota ini memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri dan memegang peranan penting dalam sejarah peradaban agama Islam.
Itu tadi penjelasan tentang perbedaan Makkah dan Madinah beserta beberapa hal yang membedakan keistimewaan keduanya. Semoga menambah wawasanmu tentang ajaran Islam, ya!