Pengalaman Kak Nadhira Afifa saat dipilih menjadi pembaca pidato kelulusannya. (instagram.com/nadhiraafifa)
Faktanya, cita-cita awal Nadhira Afifa bukanlah menjadi dokter. Namun seiring berjalannya waktu mengantarkan tekadnya untuk menjadi dokter hingga berpikir ingin melanjutkan studinya, Master of Public Health, Harvard University, dengan fokus studinya mengenai nutrisi. Sempat terhambat merasakan momen wisuda yang menjadi keinginannya di luar negeri karena ada wabah pandemik COVID-19, kala itu memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Sampai pada akhirnya, ada pendaftaran partisipasi di acara wisudanya. Nadhira pun terpilih sebagai commencement speaker di wisuda Harvard University. Gak gampang, karena dia harus bersaing dengan mahasiswa lain dan melalui berbagai tahap seleksi.
Perjuangan Nadhira Afifa tak selesai di situ saja. Ia mendirikan Limitless Foundation (Yayasan Gapai Tanpa Batas), sebuah organisasi dengan misi untuk memberikan akses informasi dan bantuan finansial supaya semua pelajar di Indonesia bisa merasakan kesetaraan dalam pendidikan. Aktif menjadi konten kreator, merilis buku, bergabung bersama Mantappu Corp, hingga kini ia mendirikan klinik kesehatan dan nutrisi bernama Fynclinic.
Jika saat itu impiannya hanya sebatas di pikiran saja, kita tak akan mengenal buku karnyanya, Limitless. Untuk itu, meski kita bukan terlahir seperti background keluarga Nadhira Afifa, kita mesti punya tekad yang kuat atas impian dan cita-cita kita. Karena masa kini bukan saatnya untuk membanding-bandingkan diri, namun meyakinkan diri bahwa kita mampu dan bisa menggapainya sesuai versi kita masing-masing.