hasil survei (globalflourishingstudy.com)
Salah satu tujuan penelitian Global Flourishing Study (GFS) adalah mengetahui sejauh mana suatu negara mengalami flourishing. Istilah flourishing juga bukan merujuk kepada kebahagiaan saja tetapi merujuk pada lima domain dari kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, serta hubungan sosial yang dekat.
Indonesia mendapatkan skor tertinggi (8,47). Sementara itu, yang terendah adalah Inggris (6,88), Turki (6,59), Jepang (5,93). Studi GFS menunjukkan apakah orang menjalani hidup sehat, apakah mereka sehat secara mental dan merasa memiliki tujuan hidup. Studi ini juga mempertimbangkan hubungan yang kuat, bertindak dengan karakter, dan merasa aman secara finansial.
Namun, jika melihat skalanya secara detail. Komponen "Happiness" atau kebahagiaan justru mengarah ke nilai minus. Panjang setiap batang menunjukkan perbedaan antara skor kemakmuran rata-rata dan skor rata-rata untuk setiap subkomponen. Angka negatif mewakili defisit tingkat negara dan angka positif mewakili surplus. Jadi, Indonesia belum benar-benar bahagia karena angkanya mengarah ke angka negatif.