Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi anak Indonesia belajar di sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna).
ilustrasi anak Indonesia belajar di sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna).

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia menjadi negara paling bahagia dalam pidatonya di acara Peringatan Natal Nasional 2025, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Diketahui, pernyataannya mengutip dari survei yang dilakukan oleh Harvard University.

Presiden mengaku terharu karena selama ini menurutnya kondisi Indonesia belum sejahtera. Namun, apakah benar bahwa rakyat Indonesia bahagia? Ini detail ulasannya dari Global Flourishing Study.

1. Survei Global Flourishing Study dilakukan ke 22 negara, bukan 200 negara

ilustrasi anak Indonesia. (Google.com/MAgungRajasa/ANTARAFOTO)

Pidato Prabowo mengutip survei dunia yang dilakukan oleh Harvard University dan Gallup World Poll. Ia menyebut Indonesia berada dalam keadaan yang belum sesungguhnya sejahtera.

"Baru saja keluar, sebuah survei dunia yang dilakukan bersama oleh Harvard University dan Gallup [World] Poll, di mana dari hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia, negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan dia bahagia adalah bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Survei tersebut benar dilakukan oleh sekelompok peneliti dalam Human Flourishing Program di Harvard, Baylor University’s Institute for Studies of Religion, dan Gallup. Studi ini menyelidiki apa yang berkontribusi pada kehidupan yang dijalani dengan baik. Namun, studi yang dilakukan selama lima tahun ini bukan menyasar 200 negara.

Survei dilakukan selama 21 Maret 2022 sampai 12 April 2024 kepada 207.920 responden berusia 18 tahun ke atas. Dilakukan di 22 negara dan satu teritori (Hong Kong).

2. Indonesia punya tingkat flourishing 8,47

hasil survei (globalflourishingstudy.com)

Salah satu tujuan penelitian Global Flourishing Study (GFS) adalah mengetahui sejauh mana suatu negara mengalami flourishing. Istilah flourishing juga bukan merujuk kepada kebahagiaan saja tetapi merujuk pada lima domain dari kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, serta hubungan sosial yang dekat.

Indonesia mendapatkan skor tertinggi (8,47). Sementara itu, yang terendah adalah Inggris (6,88), Turki (6,59), Jepang (5,93). Studi GFS menunjukkan apakah orang menjalani hidup sehat, apakah mereka sehat secara mental dan merasa memiliki tujuan hidup. Studi ini juga mempertimbangkan hubungan yang kuat, bertindak dengan karakter, dan merasa aman secara finansial.

Namun, jika melihat skalanya secara detail. Komponen "Happiness" atau kebahagiaan justru mengarah ke nilai minus. Panjang setiap batang menunjukkan perbedaan antara skor kemakmuran rata-rata dan skor rata-rata untuk setiap subkomponen. Angka negatif mewakili defisit tingkat negara dan angka positif mewakili surplus. Jadi, Indonesia belum benar-benar bahagia karena angkanya mengarah ke angka negatif.

3. Status kurang aman untuk dimensi stabilitas finansial dan material

hasil survei (globalflourishingstudy.com)

Jika melihat indeks skor untuk aspek dimensi stabilitas finansial dan material, maka Indonesia berada di urutan kedua terbawah. Indonesia berada di angka 0,7 yang artinya belum aman untuk kondisi finansialnya.

Sedangkan kalau melihat survei lain seperti World Happiness Report 2025 yang terafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia berada di urutan menengah. Indonesia berada di urutan ke-75 dari 143 negara untuk kategori usia 30 tahun ke bawah.

Sementara hasil survei GFS menunjukkan grafik tingkat flourishing Indonesia yang bentuknya seperti tapal kaki kuda. Usia 20-an dengan tingkat flourishing 8,2. Titik tertinggi berada di usia 30-40 tahun.

Dengan demikian, sebenarnya tingkat flourishing semakin meningkat seiring bertambah usia. Namun, tingkat flourishing secara keseluruhan gak bisa menentukan apakah negara tersebut sudah menjadi negara paling bahagia.

Editorial Team