Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Puisi tentang Maulid Nabi 2025, Indah dan Menyentuh

6 Puisi tentang Maulid Nabi 2025, Indah dan Menyentuh
ilustrasi perjalanan Nabi Muhammad SAW (pexels.com/ Nilesh Tapare)

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada banyak cara yang bisa dipilih untuk memperingati Maulid Nabi, salah satunya dengan membuat sebuah puisi yang indah dan menyentuh. Puisi menjadi sarana yang untuk mengekspresikan rasa cinta, penghormatan, dan kebanggaan.

Puisi tentang Maulid Nabi gak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan makna mendalam dari ajaran dan teladan Nabi Muhammad. Berikut beberapa contohnya.

  1. 1. Maulid Nabi

    Mengutip buku Tarian Pena (Antologi Puisi) oleh Muthi' Ahmad, berikut puisinya:
     
    Gelapnya malam yang begitu mencekam
    Seakan membuat lentera menjadi padam
    Hati yang tidak karuan...

    Ingin sekali mendapati sebuah siraman
    Siraman rohani...

    Membuat hati ini menjadi suci
    Bagaikan gelas guci...

    Yang penuh dengan intan yang murni
    Perbedaan adalah suatu rahmat
    Di balik itu terdapat beribu nikmat
    Tanpa mengedepankan sikap sok taat
    Dengan hujaah yang diplomat

    Maulid Nabi Muhammad...
    Adalah merupakan implementasi kemantapan i'tiqad
    Atas diberikannya limpahan rahmat
    Bukannya kok dianggap sesat...

  2. 2. Nabi Muhammad SAW

    ilustrasi anak-anak mengaji (unsplash.com/Andri Helmansyah)
    ilustrasi anak-anak mengaji (unsplash.com/Andri Helmansyah)

    Mengutip dari buku Spiritualitas Kemanusiaan, penerbit Ircisod (2021), berikut puisinya:

    Aduhai Nabi, damailah engkau
    Aduhai Rasul, damailah engkau
    Aduhai kekasih, damailah engkau
    Sejahteralah engkau

    Telah terbit purnama di tengah kita
    Maka tenggelam semua purnama
    Seperti cantikmu tak pernah kupandang
    Aduhai wajah ceria

    Engkau matahari, engkau purnama
    Engkau cahaya di atas surga
    Engkau permata tak terkira
    Engkau lampu di setiap hati

    Aduhai kekasih, duhai Muhammad
    Aduhai pengantin rupawan
    Aduhai yang kokoh, yang terpuji
    Aduhai imam dua kiblat

  3. 3. Maulid Nabi

    ilustrasi menghadiri kajian (unsplash.com/Surabaya Mengaji)
    ilustrasi menghadiri kajian (unsplash.com/Surabaya Mengaji)

    Mengutip dari dari buku Selalu Ada Jalan Keluar (SAJAK); Antologi Puisi, berikut isinya:

    Anta syamsun anta badrun
    Anta nurun fawqa nurin
    Engkau bagai mentari menyinari semesta alam
    Engkau bagai purnama di tengah kerdipan jutaan bintang

    Marwahmu bagai magnet yang mempesona sejak 14 abad silam
    Engkau cahaya di atas cahaya
    Membawa terang di malam kelam
    Menuntun manusia ke alam terang

    Engkau manusia paripurna
    Menjadi teladan dengan akhlak karimah
    Menjadi sumber mata air kebaikan
    Laksana embun penyejuk hati
    Tatkala manusia dalam kekeringan ruhani

    Pengaruhmu meluas di planet bumi
    Miliaran manusia menjadi saksi
    Menyebut namamu sembilan kali sehari-semalam 
    Engkau selalu terasa hadir dalam hati
    Engkau jadi model sepanjang masa dari bangun tidur hingga ke tempat tidur

    Ya Rabbi salli ala Muhammad
    ya Rabbi salli alaihi wa sallim
    ya Rabbi ballighul wasilah
    ya Rabbi khussahu bil fadilah

  4. 4. Muhammad SAW

    ilustrasi perempuan muslim berdoa (pexels.com/Anna Tarazevich)
    ilustrasi perempuan muslim berdoa (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Dikutip dari buku Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta, puisi karya Bilqis Nur Sakilatul Mawaddah:

    Muhammad sang peneduh jiwa

    Terdengar tangisan bahagia 

    Angin yang berhembus selembut sutra

    Terasa hangat pelukan sang Ibunda

    Menyambut lahirnya seorang bayi istimewa

    Bagai butir mutiara penyejuk jiwa

    Sang Muhammad bin Abdullah

    Dengan kekurangannya yang tak bisa menulis dan membaca

    Menuntunnya dalam takdir Allah SWT

    Ketika dalam kesunyiannya di Gua Hiro, mendapatkan wahyu pertamanya

    Dakwah yang sulit diterima masyarakat

    Godaan-godaan dan siksaan tak bisa dihindarkan

    Ketika perang tanpa henti membela islam

    Yang harus diteladani umatnya hingga sekarang

    Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad

    Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu untuk selalu dikenang umatmu hingga hari akhir nanti tiba

    Wahai Rasulku, Nabiku, dan Junjunganku

    Selamatkanlah kami hambamu yang hina ini dengan syafaatmu

    Wahai sang peneduh jiwaku...

  5. 5. Rindu Rasul

    ilustrasi muslim berdoa (unsplash.com/Imad Alassiry)
    ilustrasi muslim berdoa (unsplash.com/Imad Alassiry)

    Puisi dikutip dari buku Sang Pemabuk (Antologi Puisi), penerbit Deepublish:

    Malam maulid
    Syahdu melantun shalawat
    Mengantar puji dan salam
    Gema keagungan namamu
    Semaikan bait-bait perindu
    Padamu wahai panutan
    Sang pembawa perubahan
    Tangis kami, akankah
    Datang masa sepertimu lagi
    Wahai rasul
    Hampiri kami senyapkan kegelisahan akhir jaman, dan
    Angkat kami dari kecarumarutan
    Laku langkahi aturan
    Panjat doa kami, tuntun kami raih syafaatmu
    di hari penghisaban

  6. 6. Nabi dengan Kasihnya yang Berlimpah

    ilustrasi muslim saling bermaafan (pexels.com/Alena Darmel)
    ilustrasi muslim saling bermaafan (pexels.com/Alena Darmel)

    Dalam lembayung pagi yang tenang,
    Tersingkap kisah cinta tak bertepi,
    Nabi Muhammad, cahaya yang terang,
    Kasihmu mengalir dalam setiap hembus nafas kami

    Di antara doa dan zikir yang syahdu,
    Kau lahir sebagai teladan yang suci,
    Kasihmu berlimpah, tak tertandingi,
    Meleburkan kebencian dalam kehangatan hati.

    Langkahmu adalah petunjuk yang abadi,
    Dalam setiap ajaran dan nasihat,
    Engkau mengajarkan makna cinta sejati,
    Melalui kesabaran dan kearifan yang hakiki

    Ketika kami terjatuh dalam gelombang,
    Kasihmu adalah pelita penuntun,
    Dengan sabar dan tawakal yang mendalam,
    Engkau mengajarkan arti ketulusan.

    Nabi mulia, panutan yang tiada tara,
    Kasihmu berlimpah, seperti samudera yang luas,
    Dalam setiap doa dan dzikir yang kami ucapkan,
    Nama dan cintamu abadi, tak akan pernah pudar.

    Dalam setiap hari dan setiap saat,
    Kami mengingatmu dengan penuh syukur,
    Kasihmu adalah anugerah yang tiada habis,
    Menjadi sumber kekuatan dalam hidup yang penuh warna

    Itu dia beberapa contoh puisi tentang Maulid Nabi yang indah dan menyentuh hati. Semoga bisa menginspirasi kamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More