5 Red Flags Ruang Tamu yang Selalu Diperhatikan Pertama Kali

- Artikel membahas lima hal yang sering jadi red flag di ruang tamu, mulai dari pencahayaan buruk hingga kurangnya meja samping yang bikin tamu merasa gak nyaman.
- Para desainer interior menekankan pentingnya pencahayaan berlapis, posisi hiasan dinding sejajar pandangan mata, serta tata letak kursi yang mendukung percakapan agar suasana terasa hangat.
- Fokus utama bukan kemewahan furnitur, tapi detail kecil seperti kenyamanan duduk dan fungsi praktis yang menciptakan kesan ramah sejak tamu pertama kali melangkah masuk.
Ruang tamu adalah area pertama yang biasanya dilihat tamu saat datang ke rumah. Tanpa kamu sadari, dalam hitungan detik mereka sudah membentuk kesan tentang suasana, kenyamanan, dan kepribadian pemilik rumah. Kadang, bukan dekorasi mahal yang jadi masalah, tapi detail kecil yang terasa “off”.
Kalau kamu berencana sering menerima tamu tahun ini, ada baiknya melakukan audit kecil pada ruang tamu. Tujuannya bukan supaya terlihat mewah, tapi supaya terasa hangat dan nyaman. Yuk, cek lima red flags ruang tamu yang sering langsung disadari tamu begitu mereka melangkah masuk.
1. Pencahayaan yang buruk

Pencahayaan bisa jadi faktor yang paling cepat memengaruhi suasana ruang tamu kamu. Terlalu terang dengan lampu putih tajam bikin ruangan terasa seperti ruang kantor, sementara terlalu gelap membuat tamu gak nyaman. Rebecca Ward, pendiri Rebecca Ward Design, menjelaskan bahwa tamu biasanya langsung menyadari pencahayaan yang buruk, baik secara sadar maupun gak sadar. Ia menekankan bahwa pencahayaan hangat dan berlapis bisa membuat ruang terasa lebih mengundang.
Artinya, kamu sebaiknya gak hanya mengandalkan satu lampu utama di plafon. Elissa Hall, pendiri EDH Interiors, menyarankan penggunaan kombinasi lampu meja, lampu lantai, dan lampu dinding untuk menciptakan cahaya yang lebih lembut dan menyebar. Dengan pencahayaan yang berlapis, suasana jadi lebih cozy dan gak menyilaukan. Hasilnya, tamu pun lebih betah duduk lama di ruang tamu kamu.
2. Hiasan dinding di ketinggian yang salah

Menggantung lukisan atau dekorasi dinding terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membuat ruang tamu terasa aneh dan gak seimbang. Rebecca Ward menjelaskan bahwa kesalahan ini membuat ruangan terlihat tidak menyatu. Idealnya, karya seni digantung sejajar dengan tinggi pandangan mata. Dengan begitu, tampilannya terasa lebih intentional dan rapi.
Selain posisi, jenis karya seni juga memengaruhi kesan yang muncul. Elissa Hall mengungkapkan bahwa ruang tamu dengan karya seni generik yang terlihat seperti “asal beli” membuatnya sulit terhubung dengan karakter pemilik rumah. Ia lebih menyukai karya yang mencerminkan kepribadian penghuni, termasuk karya vintage yang sering kali lebih terjangkau. Jadi, pilih hiasan yang benar-benar kamu sukai, bukan sekadar mengikuti tren, ya.
3. Ruang yang terlalu formal untuk diduduki

Kadang kamu ingin ruang tamu terlihat rapi dan estetik, tapi tanpa sadar malah membuatnya terasa “terlarang” untuk dipakai. Sofa yang terlalu kaku, bantal yang disusun terlalu presisi, atau aturan tak tertulis untuk tidak menyentuh apa pun bisa bikin tamu sungkan. Rebecca Ward menyebutkan bahwa jika ruangan terasa terlalu berharga untuk diduduki, tamu gak akan benar-benar rileks. Padahal, kenyamanan seharusnya jadi prioritas utama.
Ruang tamu yang baik adalah ruang yang mengundang orang untuk duduk dan berbincang. Kamu bisa menambahkan bantal empuk, selimut ringan, atau kursi tambahan yang nyaman. Biarkan ada kesan santai tanpa harus terlihat berantakan. Dengan begitu, tamu merasa diterima, bukan sekadar “numpang lewat”.
4. Tata letak yang tidak mendukung percakapan

Kalau semua kursi dan sofa hanya menghadap TV, jangan heran kalau tamu lebih banyak diam daripada ngobrol. Margie Kaercher, pendiri Hearth & Honey Homes, menjelaskan bahwa tata letak sangat memengaruhi interaksi. Jika susunan tempat duduk gak mendukung percakapan, tamu cenderung berpindah ke area lain yang lebih nyaman untuk berkumpul.
Usahakan sofa dan kursi saling menghadap atau setidaknya berada dalam satu arah yang sama. Pastikan juga setiap kursi memiliki sandaran yang nyaman agar tamu bisa duduk lebih lama. Tata letak yang ramah percakapan membuat suasana lebih hidup dan akrab. Jadi, jangan hanya fokus pada estetika, ya, tapi juga fungsi sosialnya.
5. Gak ada meja samping atau permukaan pendukung

Detail kecil seperti meja samping sering diremehkan, padahal sangat penting saat menerima tamu. Bayangkan tamu memegang minuman atau ponsel tanpa tempat untuk menaruhnya. Margie Kaercher menegaskan bahwa tamu membutuhkan permukaan yang mudah dijangkau untuk meletakkan minuman, buku, atau barang pribadi. Tanpa itu, ruang terasa kurang praktis.
Kamu gak harus memiliki meja besar, cukup meja kecil di samping sofa atau coffee table di tengah ruangan. Pastikan jaraknya masih dalam jangkauan tangan saat duduk. Dengan menyediakan “landing spot” untuk barang-barang kecil, ruang tamu terasa lebih fungsional dan ramah. Hal sederhana ini bisa membuat tamu merasa lebih nyaman tanpa kamu perlu renovasi besar-besaran.
Ruang tamu yang nyaman bukan soal mahal atau tidaknya furnitur, tapi soal bagaimana kamu mengatur detailnya. Pencahayaan yang tepat, posisi hiasan dinding yang pas, hingga tata letak yang mendukung percakapan bisa membuat perbedaan besar.
Kamu gak perlu langsung mengganti semua isi ruangan, cukup evaluasi dan perbaiki hal-hal kecil yang sering terlewat. Ingat, tamu biasanya menangkap kesan pertama dalam hitungan detik. Jadi, sebelum mereka datang, pastikan ruang tamu kamu sudah bebas dari lima red flags tadi agar suasananya makin hangat dan bikin betah.


![[QUIZ] Pilih Cikgu Favorit di Upin Ipin, Kamu Pandai Sains atau Bahasa?](https://image.idntimes.com/post/20250720/1000002786_ab1da235-efde-425e-9162-9db66a1b74bb.jpg)















