Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Tips Memilih Olahraga untuk Hobi, Jangan Asal FOMO!

3 Tips Memilih Olahraga untuk Hobi, Jangan Asal FOMO!
ilustrasi peserta lomba maraton (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Intinya Sih
  • Tren olahraga yang dipicu FOMO bisa berdampak positif, tapi penting memilih dengan bijak agar sesuai kebutuhan dan tidak sekadar ikut-ikutan.
  • Sebelum menetapkan pilihan, lakukan riset tentang jenis olahraga, perlengkapan, serta biaya agar keputusan lebih sadar dan tepat.
  • Cobalah dulu beberapa waktu dan perhatikan kondisi kesehatan pribadi supaya terhindar dari cedera serta tetap mendapatkan manfaat optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Harus diakui bahwa Fear of Missing Out (FOMO) alias takut ketinggalan tren tidak selalu buruk. Pasalnya, memang ada tren-tren tertentu yang cukup positif dan layak untuk diikuti, seperti tren berolahraga. Gara-gara hal seperti ini, orang yang tadinya malas-malasan pun jadi punya hobi berolahraga dan rajin bergerak untuk melatih fisik agar sehat, meski niatnya baru sekadar demi tampak keren seperti orang lain dan membuat unggahan media sosialnya semakin menarik.

Kendati bermanfaat, tetapi berolahraga karena sekadar FOMO juga harus bijaksana, lho. Pasalnya, tidak semua orang cocok dan aman untuk melakukan olahraga yang sedang tren. Nah, biar kamu tidak bingung, ini dia tips memilih olahraga yang pas untuk dijadikan hobi!

1. Lakukan riset tentang jenis-jenis olahraga yang menarik minatmu

ilustrasi sekelompok orang yang sedang berlatih padel
ilustrasi sekelompok orang yang sedang berlatih padel (pexels.com/Anhelina Vasylyk)

Ada banyak jenis olahraga yang akhir-akhir ini sukses menarik minat khalayak ramai, terutama anak-anak muda. Sebut saja maraton, padel, pilates, dan lain-lain. Ditambah dengan maraknya figur publik yang turut aktif mengunggah aktivitasnya melakukan olahraga tersebut membuat semakin banyak orang tertarik untuk juga punya hobi berolahraga.

Kendati hal ini bersifat positif, tetapi sebaiknya jangan gegabah. Kalau kamu juga ingin mencoba olahraga tertentu yang sedang tren, pastikan untuk melakukan riset dulu. Cari tahu beberapa informasi penting, seperti siapa saja yang direkomendasikan untuk olahraga yang kamu minati, perlengkapan yang dibutuhkan, hingga besaran biaya yang perlu dikeluakan untuk menjalani hobi tersebut. Dengan begini, kamu bisa memilih secara sadar dan melakoni kegiatanmu sebaik mungkin.

2. Lakukan percobaan selama beberapa waktu

ilustrasi seorang perempuan yang sedang melakukan pilates
ilustrasi seorang perempuan yang sedang melakukan pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)

Sebenarnya, orang-orang yang melakoni suatu olahraga yang sedang tren tidak selalu merasa gembira, lho. Sebagian dari mereka tetap berusaha tampak aktif melakukan hobi tersebut hanya agar ada foto keren yang dapat diunggah ke media sosial. Padahal, mungkin saja dibalik layar dia hanya beraktivitas sebentar atau malah mengalami cedera karena terlalu memaksakan keadaan.

FOMO untuk ikut menjadikan olahraga yang sedang tren sebagai hobi sebenarnya bukan masalah, sih. Namun, ada baiknya bila kamu melakukan percobaan terlebih dahulu selama beberapa waktu. Jika memang merasa cocok dan merasakan manfaatnya, lanjutkan olahraga pilihanmu itu. Sebaliknya, bila ternyata merasa kesulitan dan rawan menimbulkan cedera, lebih baik bersikap bijaksana dengan mencari jenis olahraga lain yang lebih aman meski tidak sedang tren. Oke?

3. Pilih yang tidak membahayakan kondisi kesehatanmu

ilustrasi seseorang yang sedang berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seseorang yang sedang berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidak dapat dimungkiri bahwa mengikuti tren olahraga yang sedang digandrungi banyak orang memang bisa memberikan sensasi kegembiraan tersendiri. Pasalnya, kamu jadi merasa tidak tertinggal dari mayoritas orang. Namun, asal FOMO berolahraga tanpa memperhatikan kondisi pribadi juga sangat berisiko. Alih-alih menyehatkan, malah bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk menjadikan suatu cabang olahraga tertentu sebagai hobi, perhatikan kondisi kesehatanmu. Jika kamu tidak memiliki keluhan apa pun, maka boleh saja bebas memilih olahraga mana yang menarik minat. Namun, bila ternyata kamu mempunyai riwayat cedera atau penyakit tertentu, sebaiknya cari tahu dulu tentang risiko olahraga yang ingin kamu geluti, apakah aman atau tidak untuk keadaanmu. Ingat, tujuan olahraga adalah untuk membuat tubuh lebih bugar, sehingga jangan sampai malah mencelakakan, ya!

FOMO mengikuti suatu tren olahraga dan ingin menjadikannya hobi tentu sah-sah saja. Kendati begitu, kamu tetap perlu berhati-hati dalam memilih cabang olahraga. Pastikan sesuai dengan kebutuhan, sehingga kamu bisa menjalaninya dengan gembira plus merasakan manfaatnya. Paham, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More