Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ritual Wellness Sederhana yang Ternyata Bisa Bikin Kamu Lebih Bahagia

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Sering kali kita mengira hidup sehat cukup dengan makan teratur, olahraga rutin, dan tidur yang cukup. Padahal, ada satu hal penting yang diam-diam sangat memengaruhi kualitas harimu, yaitu kesehatan mental dan emosional. Cara kamu merasa, berpikir, dan merespons hal kecil sehari-hari sangat dipengaruhi oleh kondisi ini.

Menariknya, rasa bahagia tidak selalu datang dari hal besar dan justru hadir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan pelan-pelan. Tanpa disadari, rutinitas kecil inilah yang membantu kamu merasa lebih tenang, lebih seimbang, dan lebih menikmati hari. Penasaran apa saja ritual wellness sederhana ini? Yuk, langsung cek artikel berikut!

1. Mikrokebahagiaan yang disengaja

ilustrasi perempuan merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)
ilustrasi perempuan merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)

Bahagia tidak selalu datang dari momen besar atau pengalaman luar biasa. Justru, rasa senang sering muncul dari hal-hal kecil yang terjadi setiap hari di sekitar kita. Sayangnya, kita sering melewatkannya karena terlalu fokus pada kesibukan dan tekanan.

“Ini tentang dengan sengaja mencari momen-momen kecil yang menyenangkan sepanjang hari, missal, secangkir kopi yang pas, pesan dari teman, sinar matahari yang masuk lewat jendela,” kata Dana Mahina, leadership coach dan penulis buku, dikutip dari Real Simple.

Momen-momen ini melatih ulang otakmu untuk memperhatikan momen positif alih-alih secara otomatis memindai hal-hal yang membuat stres. Saat kamu merasakannya, berhentilah sejenak dan nikmati tanpa terburu-buru.

2. Bersyukur atas batasan yang kamu buat

ilustrasi menulis (pexels.com/picjumbocom)
ilustrasi menulis (pexels.com/picjumbocom)

Biasanya kita bersyukur atas hal baik yang kita miliki. Namun, jarang disadari bahwa hal baik itu bisa terjadi karena kita berani membuat batasan sebelumnya. Batasan ini membantu kita menjaga energi dan waktu agar tidak habis untuk hal yang kurang penting.

“Daripada hanya menuliskan hal-hal yang kamu syukuri, akui juga batasan yang membuat hal-hal baik itu bisa terjadi,” kata Mahina.

Ini berarti kamu menegaskan bahwa mengatakan ‘tidak’ pada satu hal menciptakan ruang untuk hal yang paling penting. Malam santai di rumah terasa lebih berarti ketika kamu ingat bahwa kamu memilih menolak ajakan yang melelahkan.

3. Audit energi

ilustrasi perempuan melakukan meditasi (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan melakukan meditasi (pexels.com/karolinagrabowska)

Tidak semua kegiatan membuat kita lelah dengan cara yang sama. Ada aktivitas yang justru memberi semangat, ada juga yang diam-diam menguras energi. Dengan menyadarinya, kamu bisa lebih bijak mengatur hari berikutnya.

Mahina menyarankan, coba tanyakan pada diri sendiri, ‘Apa yang memberiku energi hari ini, dan apa yang justru mengurasnya?. Melalui cara ini, kamu membangun kesadaran diri dan membantumu membuat pilihan yang lebih selaras besok. Menuliskannya di akhir hari bisa membantumu melihat polanya dengan lebih jelas.

4. Jeda untuk hadir sepenuhnya

ilustrasi perempuan menatap fokus ke laptop (pexels.com/lizasummer)
ilustrasi perempuan menatap fokus ke laptop (pexels.com/lizasummer)

Saat hari terasa sibuk, kita sering menjalani aktivitas secara otomatis tanpa benar-benar sadar apa yang kita rasakan. Kita berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa memberi waktu untuk memeriksa kondisi diri sendiri. Padahal, jeda singkat bisa membantu pikiran lebih tenang.

Tiga kali sehari, luangkan 30 detik hanya untuk menyadari di mana kamu berada dan apa yang kamu rasakan tanpa mencoba mengubah apa pun. Ini bukan meditasi, ini hanya kesadaran yang disengaja. Dengan mengenali emosi yang muncul, kamu belajar menerima perasaan tanpa harus melawannya.

5. Mengecek keselarasan dengan nilai hidup

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Adanya nilai hidup membantu kita menentukan arah dalam mengambil keputusan. Namun, kesibukan sehari-hari kadang membuat diri ini menjauh tanpa sadar dari nilai yang sebenarnya kita yakini. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak puas atau tidak seimbang.

Mahina menyarankan, setiap minggu, tanyakan pada diri sendiri apakah tindakanmu sudah sesuai dengan nilai yang kamu yakini. Ini bisa memicu dopamin dari kepuasan karena hidup secara autentik. Saat merasa tidak seimbang, kembali pada nilai hidup bisa membantu kamu menemukan arah lagi.

Mencoba semua ritual ini sekaligus mungkin terasa berat. Karena itu, mulailah dari satu kebiasaan kecil yang paling mudah kamu lakukan. Setelah terbiasa, kamu bisa menambahkan ritual lain secara perlahan. Yuk, langsung praktik!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

8 OOTD Outer ala Chorong Apink, Inspirasi Gaya Kasual hingga Edgy

05 Feb 2026, 17:15 WIBLife