5 Tanda Pasangan Online yang Patut Dicurigai sebagai Love Scam

- Komunikasi intens dan terlalu sempurna
- Sulit diajak bertemu atau video call
- Cerita hidup penuh drama untuk membangun simpati
Banyak orang kini memilih mencari pasangan secara online, dan ini sudah jadi hal yang lumrah. Bertemu pasangan lewat media sosial, atau aplikasi kencan. Dalam prosesnya, kamu bisa saja merasa seru, intens, dan si dia penuh perhatian.
Kamu merasa dipilih, dipahami, dan dihadirkan seseorang yang selalu ada. Sayangnya, tak semua kisah romantis online berakhir manis. Love scam sering menyamar sebagai hubungan yang meyakinkan. Berikut lima tanda pasangan online yang patut dicurigai sebagai love scam.
1. Komunikasi terlalu intens dan terlihat sempurna

Ciri paling mencolok dari love scam adalah kecepatan. Baru kenal sebentar, tapi pasangan online-mu sudah sangat intens. Kamu dibanjiri perhatian, pujian, dan kata-kata manis seolah kamu adalah satu-satunya orang penting dalam hidupnya.
Ia cepat mengatakan rasa sayang, bahkan cinta, tanpa benar-benar mengenalmu secara mendalam. Semua terasa mulus, kamu diposisikan sebagai sosok spesial yang beda dari yang lain. Hubungan yang terlalu sempurna di awal patut dicurigai, karena kedekatan emosional yang sehat butuh waktu.
2. Selalu sulit diajak bertemu atau video call

Pasangan online yang asli biasanya tak keberatan untuk menunjukkan diri secara nyata. Love scammer justru punya alasan menghindari video call atau pertemuan langsung. Alasannya terdengar masuk akal, bisa karena kamera rusak, sinyal buruk, atau sedang sibuk.
Foto yang dikirim pun sering terlihat terlalu rapi seperti hasil stok foto atau diambil dari media sosial orang lain. Jika hubungan sudah berjalan cukup lama tapi kamu tidak pernah melihat wajahnya secara real time, itu tanda untuk waspada.
3. Cerita hidup penuh drama untuk membangun simpati

Love scam sering dibungkus dengan kisah hidup yang menyedihkan atau dramatis. Pasanganmu mungkin mengaku sebagai duda, janda, tentara di luar negeri, pebisnis, atau punya jalan hidup yang terus-menerus sial. Cerita ini biasanya dirancang untuk membuatmu iba dan terikat secara emosional.
Kamu diposisikan sebagai satu-satunya orang yang memahami dan mendukungnya. Perlahan, kamu merasa bertanggung jawab secara emosional atas hidupnya. Drama yang terus berulang dan terasa seperti pola, bukan kebetulan. Jadi, patut diwaspadai, ya!
4. Mulai membicarakan uang, investasi, atau bantuan lain

Ini adalah fase paling berbahaya. Setelah kepercayaan terbentuk, love scammer mulai menyentuh urusan finansial. Awalnya halus, ia cerita kesulitan, bisnis yang tertahan, atau masalah darurat. Lama-lama, kamu diminta membantu.
Bisa dalam bentuk transfer uang, investasi bersama, meminjamkan akun, atau mengirim hadiah. Semua dibungkus dengan janji masa depan, dan rasa percaya. Jika rasa sayangmu diukur dari seberapa besar bantuan finansial yang kamu beri, itu tanda bahaya besar.
5. Membuatmu menjauh dari orang-orang terdekat

Love scammer sering ingin menjadi satu-satunya pusat emosimu. Mereka bisa perlahan membuatmu menjauh dari teman dan keluarga dengan cara halus. Pendapat orang lain dianggap tidak mengerti, iri, atau ingin merusak hubungan kalian.
Jika kamu mulai ragu bercerita pada orang terdekat karena takut merusak hubungan, itu sinyal yang perlu diperhatikan. Sebab, isolasi emosional adalah cara yang paling umum dalam manipulasi. Hubungan yang sehat justru membuat hidupmu lebih terbuka, bukan semakin tertutup.
Love scam tak selalu terlihat mencurigakan di awal. Justru karena dibungkus dengan perhatian, empati, dan romantisme, banyak orang terjebak tanpa sadar. Jadi, tetap berhati-hati, ya!



















