Comscore Tracker

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang Lain

Jangan lakukan lagi, ya!

Manusiawi rasanya jika kita semua ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Pengakuan ini sering disebut juga sebagai validasi. Hanya saja, setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda yang melatarbelakangi mengapa ia ingin memperoleh pengakuan atau validasi dari orang lain. 

Di zaman sekarang dimana akses ke internet dan media sosial sudah sangat mudah, hasrat seseorang untuk divalidasi 'oke' oleh orang lain jadi semakin besar. Di media sosial, gak sedikit orang yang gak hanya ingin melihat kehidupan orang lain, namun juga merasa ingin dilihat dan mendapatkan pengakuan.

Bahkan, ada juga orang yang sampai berpikir bahwa harga dirinya datang dari pengakuan orang lain. Oleh karena itu, saat orang tersebut merasa gak memenuhi ekspektasi orang lain, ia merasa harus menjelaskan kepada mereka sampai benar-benar paham. Padahal, keinginan untuk terus mendapatkan validasi bisa berakibat buruk bagi diri kita sendiri, lho. Kita akan capek dan bahkan stres sendiri.

Buat kamu yang masih merasa sering mengejar validasi dari orang lain, berikut ini lima alasan kenapa kamu harus berhenti melakukannya mulai dari sekarang. Yuk, simak!

1. Validasi dari orang lain bukan syarat untuk hidup bahagia

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang LainPexels.com/Ismael Sanchez

Tanpa validasi dari orang lain, kita masih bisa kok hidup dengan bahagia. Kita juga gak butuh validasi orang lain dulu untuk menyatakan bahwa diri kita sudah sukses atau belum. Semuanya tergantung pada diri kita sendiri karena kita yang menjalaninya. Jika kita ingin bahagia, maka berbahagialah tanpa harus menunggu validasi dari orang lain.

Yang perlu kita pahami, validasi dari orang lain sebenarnya gak berarti apa-apa karena gak sepenuhnya menggambarkan diri kita. Bisa saja ada orang yang memvalidasi bahwa kita sudah berhasil melakukan sesuatu, padahal sebenarnya di balik pujiannya itu, ia menginginkan sesuatu dari kita.

 Dihargai dan diakui orang lain rasanya memang menyenangkan. Tapi kita gak boleh menjadikan pengakuan dari orang lain sebagai acuan kesuksesan karena kita sendiri yang sebenarnya lebih tahu tentang diri kita.

2. Hanya akan membuat pikiran dan fisik kita lelah

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang LainUnsplash.com/Christian Erfurt

Terlalu sering mencari validasi dari orang lain hanya akan membelenggu diri kita sendiri. Kita akan berpikir untuk selalu mendapatkan validasi dari orang lain pada setiap kesempatan. Dengan begitu, pikiran kita pun akan lelah sendiri.

Gak hanya lelah pikiran, terlalu sering mengejar validasi dari orang lain juga bisa membuat fisik kita menjadi capek. Hal ini karena kita jadi harus melakukan apa yang seharusnya gak perlu kita lakukan. Daripada energi kita dipakai untuk mengejar validasi orang lain, bukankah lebih baik energi tersebut dialihkan untuk melakukan hal-hal lain yang positif?

Baca Juga: Buat Kamu yang Takut terhadap Penilaian Orang Lain, Ingat 5 Hal Ini!

3. Bahkan, gak jarang berakhir pada kekecewaan

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang LainPexels.com/Andrea Piacquadio

Gak hanya melelahkan secara pikiran dan fisik, kebiasaan mengejar validasi dari orang lain juga kerap berakhir pada kekecewaan. Hal ini karena semua hal yang kita lakukan hanya bertujuan untuk mencari pengakuan dan pujian dari orang lain. Masalahnya, apakah semua orang pasti akan memberikan validasi yang kita inginkan itu? Tentu saja tidak.

Dalam realitanya, meski kita sudah berusaha menjadi pribadi sebaik mungkin, pasti akan ada saja orang yang gak menyukai kita. Gak semua orang akan memberikan pengakuan pada kita, walau sehebat apapun kita. Karena itu, bila tujuan kita adalah ingin disukai oleh semua orang dan mendapatkan validasi dari mereka, maka bersiaplah untuk kecewa.

4. Bisa menghambat produktivitas dan prestasi kita

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang LainPexels.com/Andrea Piacquadio

Selain menguras pikiran dan tenaga, mengejar validasi dari orang lain juga akan menghabiskan waktu produktif kita. Akibatnya, produktivitas dan prestasi kita bisa saja menurun. Kita jadi mengorbankan waktu produktif yang kita miliki untuk melakukan hal yang sebetulnya unfaedah dan gak penting.

Sebaliknya bila kita berhenti mengejar validasi dari orang lain, pikiran kita jadi jauh lebih tenang sehingga kita pun bisa lebih fokus melakukan berbagai hal positif. Kita hanya perlu memikirkan bagaimana caranya agar pekerjaan kita selesai dengan usaha terbaik versi kita, tanpa harus memikirkan pendapat dari orang lain mengenai hasil pekerjaan kita tersebut nantinya. 

Selain itu, tenaga dan waktu kita pun bisa tercurahkan sepenuhnya untuk melakukan hal-hal positif tersebut. 

5. Gak ada ujungnya

5 Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Mengejar Validasi dari Orang LainPexels.com/Tim Gouw

Percaya deh, mengejar validasi dari orang lain gak akan pernah ada ujungnya. Sekali kita mendapatkan pujian atau validasi 'oke' dari orang lain, kita akan ketagihan untuk terus mengejar validasi tersebut, dan hal itu bisa jadi akan terus terjadi tanpa henti. Kalau sudah begini, tentu kita sendiri yang akan rugi. Kita akan terus menerus insecure karena apa yang dilakukan hanya bertujuan untuk membahagiakan orang lain. 

Nah, itulah tadi lima alasan kenapa kita harus berhenti mengejar validasi dari orang lain. Mulai sekarang, yuk kurangi kebiasaan ini dan fokuslah melakukan hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Daripada mengejar validasi dari orang lain, kita sendiri sebenarnya bisa memvalidasi diri sendiri dan mengontrol diri saat melakukan sesuatu, kok!

Caranya bagaimana? Bandingkan diri kita hari ini dengan diri kita di hari kemarin, dan bukannya membandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan lupa mencatat setiap progres dan pencapaian yang kita buat setiap harinya, sekecil apa pun itu.

Lalu, bacalah progres dan pencapaian itu setiap sebelum kita tidur dan lihat sejauh mana kita telah berkembang. Validasi diri sendiri gak hanya menjadi bentuk apresiasi untuk kita sendiri, tapi juga dapat membantu kita dalam mengenali kemampuan dan kepribadian kita.

Pada akhirnya, jangan pernah menyerahkan kunci kebahagiaan hidup kita kepada orang lain. Jangan sampai kebahagiaan kita hanya didasarkan pada pujian dan validasi dari orang lain. Sebaliknya, belajarlah untuk bisa memvalidasi dan menghargai diri sendiri agar kita bahagia. Semangat!

Baca Juga: 5 Hal Penting yang Patut Kamu Pelajari dari Kesuksesan Seseorang

Rivandi Pranandita Putra Photo Verified Writer Rivandi Pranandita Putra

Mencari proofread skripsi/tesis/jurnal ilmiah? IG: @mollyproofread

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya