Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Seseorang Ingin Kaya Raya, Bukan Cuma Hidup Layak
ilustrasi kaya raya (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Banyak orang ingin kaya karena lelah hidup pas-pasan dan ingin terbebas dari kecemasan finansial yang terus menghantui kehidupan sehari-hari.
  • Hidup layak di Indonesia masih terasa mahal, membuat keinginan memiliki kondisi finansial lebih tinggi menjadi hal yang wajar dan masuk akal.
  • Kekayaan memberi rasa aman dan kebebasan memilih jalan hidup, sehingga mimpi menjadi kaya dianggap sebagai bentuk keinginan hidup lebih tenang dan mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernyataan bahwa orang tidak bermimpi menjadi kaya raya mungkin terdengar biasa, tetapi buat sebagian orang kalimat itu justru terasa mengganggu. Bukan karena hidup layak tidak penting, melainkan karena banyak orang sudah terlalu lama hidup pas-pasan sampai mimpi untuk hidup lebih bebas malah terdengar berlebihan.

Padahal, seseorang ingin kaya raya bukan berarti haus akan kemewahan atau tidak tahu diri. Banyak orang justru ingin punya uang banyak karena lelah hidup dalam keadaan serba khawatir sejak lama. Nah, dari situ muncul pertanyaan lain, kenapa keinginan hidup mapan sering terdengar salah saat datang dari orang biasa?

1. Banyak orang ingin kaya raya karena sudah terlalu lama hidup serba cukup

ilustrasi kelas menengah (pexels.com/Justin Schlesinger)

Tidak sedikit orang tumbuh dalam kondisi yang semuanya harus dihitung. Mau beli baju menunggu momen tertentu, mau makan enak harus menunggu gajian, bahkan sakit pun kadang ditahan dulu karena biaya berobat mahal. Situasi seperti ini membuat banyak orang tidak lagi bermimpi sekadar hidup layak. Mereka ingin hidup yang lebih longgar supaya tidak terus berada di posisi harus memilih kebutuhan mana yang dikorbankan dulu. Keinginan menjadi kaya akhirnya muncul bukan karena ingin pamer, tetapi karena lelah hidup dalam rasa cemas terus-menerus. Apalagi, banyak orang melihat sendiri bagaimana uang sering menentukan kualitas hidup seseorang.

Karena itu, wajar kalau banyak orang sebenarnya ingin kaya raya. Ada yang ingin membahagiakan orangtua, membeli rumah tanpa cicilan panjang, atau punya tabungan yang cukup kalau sewaktu-waktu hidup berubah. Keinginan seperti itu bukan sesuatu yang berlebihan. Justru aneh kalau orang diminta cukup puas hidup pas-pasan sementara biaya hidup terus naik dari tahun ke tahun.

2. Hidup layak di Indonesia saja kadang masih terasa mahal

ilustrasi pendidikan layak (pexels.com/Yazid N)

Masalahnya, standar hidup layak sekarang tidak murah. Punya rumah nyaman, akses kesehatan bagus, pendidikan layak, dan waktu istirahat cukup sering kali membutuhkan biaya besar. Di kota besar, banyak pekerja menghabiskan sebagian besar gajinya hanya untuk transportasi dan tempat tinggal. Sementara di beberapa daerah lain, warga harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mendapat akses ke fasilitas dasar yang seharusnya mudah dijangkau. Akibatnya, hidup layak saja kadang terasa seperti target besar.

Dari situ wajar kalau banyak orang akhirnya tidak mau berhenti di kata “cukup”. Sebab ketika hidup layak saja masih terasa sulit, keinginan punya kondisi finansial lebih tinggi jadi terasa masuk akal. Banyak orang ingin kaya bukan untuk hidup glamor setiap hari, tetapi supaya tidak gampang jatuh saat keadaan buruk datang. Ada rasa tenang yang sulit didapat ketika hidup terus berjalan tipis di batas aman.

3. Orang kaya punya lebih banyak pilihan dalam hidupnya

ilustrasi membuka bisnis baru (pexels.com/Hanna Pad)

Hal yang sering diabaikan adalah memberi seseorang ruang untuk memilih hidupnya sendiri. Orang yang punya kondisi finansial baik biasanya lebih mudah pindah kerja, istirahat, mencoba usaha baru, atau membantu keluarganya tanpa langsung takut hidup berantakan. Sementara banyak orang biasa bahkan sulit mengambil cuti karena takut kehilangan penghasilan. Situasi seperti ini membuat kekayaan bukan cuma soal angka, tetapi juga soal rasa aman dan kebebasan mengambil keputusan hidup.

Karena itu, keinginan menjadi kaya raya sering datang dari pengalaman hidup yang sempit sejak lama. Banyak orang ingin berhenti hidup dalam kondisi di mana semua keputusan harus disesuaikan dengan isi dompet. Ada yang ingin bisa mengajak orangtuanya berobat tanpa memikirkan biaya. Ada juga yang ingin punya rumah sendiri supaya tidak terus pindah kontrakan setiap tahun. Hal-hal seperti itu terdengar sederhana, tetapi buat banyak orang justru terasa sangat jauh.

4. Tidak salah kalau orang punya mimpi besar

ilustrasi banyak uang (pexels.com/RDNE Stock project)

Orang biasa sering diminta realistis sejak awal. Jangan muluk-muluk, jangan terlalu tinggi bermimpi, yang penting hidup cukup. Padahal, mimpi hidup lebih mapan seharusnya tidak hanya dimiliki orang yang sudah lahir kaya. Semua orang berhak ingin hidup lebih baik, termasuk ingin punya banyak uang dan masa depan yang nyaman. Keinginan seperti itu justru manusiawi karena hidup semakin mahal dan penuh ketidakpastian. Tidak ada yang salah dengan orang yang ingin keluar dari hidup serba pas-pasan.

Lagi pula, hidup layak memang seharusnya menjadi bare minimum yang sudah otomatis dimiliki semua warga negara. Jadi, ketika orang masih bermimpi menjadi kaya raya, itu bukan karena mereka kurang bersyukur. Bisa jadi karena mereka tahu rasanya hidup dalam keadaan serba terbatas dan tidak ingin terus berada di posisi itu selamanya.

Seseorang ingin kaya raya gak semuanya demi pamer atau hidup berlebihan. Banyak yang hanya ingin hidup lebih tenang tanpa terus takut soal biaya rumah sakit, uang sekolah, atau tagihan bulanan yang datang terus-menerus. Jadi kalau ditanya apakah orang ingin kaya raya, mungkin jawabannya sederhana, siapa juga yang mau hidup susah terus?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team