Comscore Tracker

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimu

Kurangi kebiasaan yang tak baik demi kebaikan dirimu

Bagi kamu yang menyadari bahwa terlalu banyak menceritakan dan membagikan kehidupan pribadimu kepada orang lain itu gak selamanya baik untuk dilakukan. Memang gak mudah untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hal-hal yang sering kamu lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun kamu bisa meminimalisir kebiasaan oversharing dengan lima cara ini. Yuk, mulai jaga privasimu dengan baik!

1. Hindari diri curhat kepada orang lain dan di media sosial saat emosimu sedang gak stabil

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimuilustrasi curhat saat emosi (pexels.com/Karolina Grabowska)

Saat kamu mengalami sesuatu hal yang kurang mengenakkan, usahakan untuk tidak curhat kepada siapa pun dan di mana pun saat kamu dalam keadaan emosimu yang gak stabil. Mood-mu yang sedang fluktuatif hanya akan membuatmu menceritakan semua hal yang kamu alami tanpa disaring lagi. Pikiran yang gak jernih akan membuatmu sulit membedakan mana yang perlu kamu ceritakan dan mana yang tidak. 

Sehingga semuanya akan keluar begitu saja dari mulutmu untuk melupakan semua emosi yang kamu rasakan. Nah terkadang kamu baru menyesalinya ketika sudah tenang dan akhirnya bisa berpikir dengan baik bahwa apa yang kamu lakukan sebelumnya adalah salah. Jadi, jangan mudah curhat ke orang lain dan di media sosial saat emosionalmu sedang  gak stabil dan suasana hatimu sedang buruk. 

2. Jika kamu merasa tak tenang karena terbiasa curhat, maka tuangkanlah dalam diary

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimuilustrasi menulis di diary (pexels.com/Ylanite Koppens)

Oversharing terjadi karena kamu terbiasa curhat, karena tidak mungkin orang lain bisa tahu kehidupan pribadimu secara dalam jika kamu tak menceritakannya sendiri. Nah untuk menghentikan kebiasaan curhat tentunya tidak bisa instan begitu saja. Jika kamu merasa kesulitan dan tak tenang apabila tidak mencurahkan isi hati dan perasaanmu, maka kamu bisa menuangkannya ke dalam diary

Simpanlah diary tersebut dengan baik agar tidak ada orang lain yang membaca dan mengetahui isi di dalamnya. Alternatif tersebut merupakan langkah aman yang bisa kamu lakukan daripada memilih curhat kepada orang lain atau media sosial. Karena orang yang mendengar curhatmu secara langsung atau membaca statusmu di media sosial yang sudah kamu private untuk orang terdekatmu saja, tetap tidak bisa memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan menceritakannya kembali kepada orang lain. 

Baca Juga: 5 Tips agar Tidak Oversharing di Media Sosial

3. Berikan dirimu jeda waktu untuk berpikir saat hendak menjawab pertanyaan orang lain yang bertanya padamu

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimuilustrasi berpikir sebelum jawab (pexels.com/ Charlotte May)

Oversharing bisa terjadi tanpa kamu sadari saat kamu langsung menjawab pertanyaan orang lain begitu saja. Jawabanmu yang spontanitas tentunya akan sesuai dengan fakta dan kejadian yang kamu alami sebenarnya. Maka untuk menghindarinya, berikan dirimu jeda waktu untuk berpikir saat hendak menjawab pertanyaan orang lain. 

Dengan begitu kamu bisa berpikir panjang terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban. Kamu akan bisa memilah mana hal yang perlu orang lain ketahui dan mana yang tidak. Sehingga hal-hal yang bersifat privasi di dalam kehidupan pribadimu dapat tetap tersimpan dan terjaga dengan baik. 

4. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa kehidupan pribadimu bukan konsumsi dan perlu diketahui banyak orang

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimuilustrasi berpikir (pexels.com/Min An)

Terkadang ada orang yang menceritakan kehidupan pribadinya demi mencari perhatian dan simpati orang lain. Dia merasa senang dan puas saat melihat banyak orang lain yang mendekatinya dan seolah memberikannya dukungan. Nah jika kamu salah satu orang yang berpikir seperti itu, maka segeralah ubah mindset-mu itu. Karena sayangnya hal tersebut tak baik untuk kamu lakukan. Selain membuka privasimu sendiri secara berlebihan, orang lain yang mendekati juga belum tentu tulus melakukannya. 

Bisa saja dia hanya sekedar ingin tahu lebih jauh karena kepo akan kehidupan pribadimu, bukan karena care akan penderitaan yang kamu alami. Bahkan ceritamu juga bisa saja menjadi bahan gosip orang lain di belakangmu tanpa kamu ketahui. Apalagi jika orang yang mendengarnya adalah orang yang tak menyukai dirimu, maka hal tersebut akan dimanfaatkannya untuk menjatuhkanmu. Oleh karena itu, tanamkan dalam pikiranmu bahwa kehidupan pribadimu bukan konsumsi dan perlu diketahui banyak orang demi kebaikan dirimu sendiri hingga ke depannya.

5. Usahakan untuk tidak mendominasi pembicaraan dengan orang lain dalam waktu yang lama

5 Cara Meminimalkan Kebiasaan Oversharing, Jaga Privasimuilustrasi mendominasi (pexels.com/RODNAE Productions)

Saat terlibat pembicaraan dengan orang lain, usahakan dirimu untuk gak mendominasi pembicaraan yang ada. Karena hal tersebut hanya akan membuatmu terpancing untuk banyak bicara dan akhirnya menjadi gak ke kontrol. Maka bisa-bisa kamu kebablasan dalam berbicara sehingga menjadi overshaeing ke kehidupan pribadimu sendiri. 

Jika memang situasi tersebut tidak bisa kamu hindari, maka batasi waktu untukmu saat berbicara. Dengan begitu kamu bisa mengerem omonganmu karena waktu yang sudah kamu tetapkan sendiri. Ingatlah, kamu bisa menghindari oversharing selama kamu menyikapi segala situasi yang terjadi dengan baik. 

Pahami dan sadari dengan baik bahwa sebenarnya ada batasan-batasan privasi yang perlu kamu jaga di dalam kehidupan pribadimu. Di mana semua orang tidak perlu tahu mengenai hal tersebut, apalagi hal yang krusial di dalam hidupmu. Maka kamu perlu meminimalkan kebiasaan oversharing yang kamu miliki agar bisa melindungi privasimu sendiri. Kamu bisa melakukannya dengan lima cara di atas.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Sifat Oversharing, Hati-hati Merugikan!

Shella Rafika Sari Photo Verified Writer Shella Rafika Sari

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya