Ilustrasi ke hutan (magnific.com/nikitabuida)
Di tengah rutinitas yang serba cepat dan hidup yang hampir selalu terhubung dengan layar, shinrin-yoku menawarkan cara sederhana untuk benar-benar berhenti sejenak. Gak heran kalau praktik asal Jepang ini kembali menarik perhatian Gen Z yang mulai mencari cara untuk mengurangi distraksi dan menikmati waktu tanpa harus terus terhubung dengan gadget.
Menariknya, shinrin-yoku juga gak membutuhkan persiapan rumit atau biaya besar. Cukup datang ke ruang hijau, berjalan perlahan atau duduk sambil menikmati suara, aroma, dan pemandangan alam. Justru karena sederhana, praktik ini terasa relevan dengan kebutuhan untuk memperlambat ritme di tengah rutinitas yang padat.
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa kepala terlalu penuh, mungkin gak selalu butuh liburan panjang untuk mengambil napas. Bisa jadi, sedikit waktu di tengah pepohonan sudah cukup untuk memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali melambat!
Julie Sczerbinski, pendiri The Forest Therapy School, mengatakan dalam Vogue bahwa kegiatan ini adalah tentang beralih dari pikiran menuju tubuh kita. "Kita tidak perlu berpikir saat menjalani terapi hutan. Fokus kita adalah merasakan hutan melalui pancaindra. Pikiran menjadi tenang, kita hadir sepenuhnya di saat ini, dan tubuh kita terhubung dengan pengalaman akan hidup yang sesungguhnya."