ilustrasi imajinasi (pexels.com/Nazlı Gaylan Azili)
Membaca buku mengharuskan kamu membentuk gambaran sendiri mengenai sesuatu yang sedang diceritakan. Saat penulis menggambarkan tempat, karakter, atau sebuah kejadian, otak perlu mengolah kata-kata tersebut menjadi gambaran mental. Menurut Meredith, proses memasuki berbagai dunia melalui bacaan dapat mendorong imajinasi, membuka kemungkinan baru, dan membuat seseorang melihat sesuatu dari perspektif berbeda. Karena itu, pembaca rutin dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk melatih fleksibilitas dalam membayangkan berbagai kemungkinan.
Penelitian dalam jurnal Psychological Medicine juga menemukan hubungan antara pengalaman membaca untuk kesenangan sejak masa kanak-kanak dengan sejumlah aspek perkembangan kognitif dan kesejahteraan mental pada masa remaja. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 10.000 peserta dalam kelompok ABCD di Amerika Serikat dan menemukan bahwa pengalaman membaca untuk kesenangan sejak lebih awal berkaitan dengan performa kognitif yang lebih baik serta beberapa ukuran kesehatan mental yang lebih rendah pada masa remaja.
Temuan tersebut memang dilakukan pada anak dan remaja, sehingga gak bisa langsung digunakan untuk menggambarkan semua orang dewasa yang rajin membaca. Meski begitu, hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa membaca untuk kesenangan berkaitan dengan perkembangan sejumlah kemampuan kognitif. Jadi, kebiasaan membaca dapat menjadi salah satu aktivitas yang memberi ruang bagi pikiran untuk mengeksplorasi ide, informasi, dan pengalaman yang berbeda.
Rajin membaca buku setiap hari dapat berkaitan dengan sejumlah kemampuan yang menarik, mulai dari memahami perspektif orang lain, menjaga perhatian, memperkaya pengalaman dengan kata-kata, memahami informasi secara kritis, hingga menggunakan imajinasi. Penjelasan psikolog Amberley Meredith dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca untuk kesenangan memiliki berbagai aspek positif, meski tidak semua hubungan tersebut berarti membaca secara langsung menyebabkan perubahan tertentu.
Penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat membaca dapat berbeda tergantung usia, jenis bacaan, durasi, dan cara aktivitas tersebut dilakukan. Jadi, kalau selama ini kamu menikmati membaca karena merasa senang, rileks, atau penasaran dengan cerita berikutnya, kebiasaan sederhana tersebut ternyata juga memberi ruang bagi pikiran untuk terus berkembang.