Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Mencoba Hobi Baru saat Hobi Lama Terasa Membosankan

4 min read
5 Tips Mencoba Hobi Baru saat Hobi Lama Terasa Membosankan
ilustrasi hobi baru (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Akan datang fase di mana hobi yang dulu paling kamu sukai justru terasa biasa saja. Bahkan, kadang baru mulai sebentar sudah kepikiran mau melakukan hal lain. Kalau sedang ada di fase seperti ini, mungkin memang sudah waktunya mencoba hobi yang berbeda.

Bukan berarti hobi lama harus langsung ditinggalkan. Kamu bisa tetap melakukannya sesekali sambil mencari kegiatan lain yang bikin penasaran. Kalau bingung harus mulai dari mana, beberapa cara ini bisa dicoba.

  1. 1. Coba hobi yang masih nyambung dengan hobi lama

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/Thông Nguyễn)

    Kamu gak perlu langsung mencari hobi yang sama sekali baru. Kalau selama ini suka memasak, kamu bisa mulai dari membuat roti, mencoba coffee brewing, atau belajar menghias kue. Buat yang sudah lama bergelut di hobi fotografi, videografi bisa jadi pilihan karena masih berhubungan dengan kamera, pencahayaan, serta berlajar mengenal komposisi. Perbedaannya memang tetap ada, tetapi kamu gak harus belajar semuanya dari awal.

    Misalnya, kamu sudah terbiasa memperhatikan cahaya saat memotret. Ketika mulai membuat video, hal tersebut masih terpakai meskipun ada banyak hal baru yang harus dipelajari. Begitu juga dengan orang yang suka memasak lalu mencoba membuat roti, karena sama-sama berurusan dengan bahan, takaran, dan dapur. Kadang yang bikin bosan dari sebuah hobi bukan kegiatannya, melainkan karena kamu sudah terlalu lama melakukan kegiatan yang itu-itu saja.

  2. 2. Coba dulu satu hobi baru sebelum beli banyak barang

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/Mac Solatorio)

    Hobi baru sering dimulai dari rasa penasaran, lalu tahu-tahu keranjang belanja sudah penuh dengan sejumlah peralatan. Baru ingin membuat keramik, tau-tau kamu sudah cari alat putar dan berbagai jenis tanah liat. Baru tertarik memancing, sudah melihat joran, reel, tas, dan perlengkapan lainnya. Padahal, kamu belum tahu apakah setelah mencoba sekali nanti masih ingin melakukannya lagi atau tidak.

    Sebagai permulaan, kamu gak perlu punya semuanya sendiri, kok. Kamu bisa ikut kelas, menyewa alat, meminjam punya teman, atau mencoba tempat yang memang menyediakan perlengkapan untuk pemula. Dari situ biasanya lebih kelihatan apakah kamu benar-benar menikmati kegiatannya atau cuma tertarik karena kelihatannya seru. Kalau ternyata cocok dan mulai sering dilakukan baru, deh kamu bisa beli perlengkapan yang memang kamu perlukan.

  3. 3. Beri kesempatan untuk mencoba hobi baru lebih dari sekali

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/Jadson Thomas)

    Pengalaman pertama gak selalu bisa jadi patokan. Saat baru belajar tenis, mungkin kamu lebih sering memungut bola daripada memukulnya. Begitu pin ketika baru mencoba melukis, hasilnya bisa jauh dari imajinasi yang ada di kepala. Bahkan untuk kegiatan yang kelihatannya gampang, kamu tetap bisa merasa kikuk karena belum tahu harus memegang atau mengerjakannya seperti apa.

    Jadi, jangan langsung mencoret sebuah hobi dari daftar keinginan yang mau kamu coba hanya karena percobaan pertama terasa kacau. Coba lagi di kesempatan berikutnya, terutama kalau kamu sebenarnya masih penasaran. Setelah beberapa kali, kamu bisa menilai dengan lebih obyektif apakah memang suka atau cuma tertarik sesaat. Kalau sudah berkali-kali mencoba tetapi rasanya tetap ingin cepat selesai, ya sudah, gak perlu diteruskan.

  4. 4. Pilih hobi mana yang sesuai dengan jadwalmu

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/cottonbro studio)

    Ada hobi yang kelihatannya menyenangkan sampai kamu sadar tempatnya jauh dari rumah. Misalnya, kamu tertarik panjat tebing, tetapi untuk sampai ke tempat latihan harus menempuh perjalanan hampir dua jam. Kalau cuma punya waktu luang pada Sabtu sore, belum tentu kamu sanggup melakukannya setiap minggu. Lama-lama yang bikin malas bukan kegiatannya, tetapi perjalanan dan persiapannya.

    Hal yang sama berlaku untuk hobi yang membutuhkan waktu cukup panjang. Kalau biasanya cuma punya waktu satu jam setelah pulang kerja, membuat kerajinan di rumah mungkin lebih masuk akal daripada memilih kegiatan yang mengharuskanmu pergi ke tempat lain. Bukan berarti kamu harus memilih hobi yang gampang atau bisa dilakukan di rumah saja. Setidaknya, kamu sudah tahu kapan kegiatan itu bisa benar-benar dilakukan, bukan cuma enak dibayangkan.

  5. 5. Gak perlu langsung jago

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/Knit Pro)

    Begitu menemukan hobi baru, jangan buru-buru membandingkan hasil pertama dengan orang yang sudah bertahun-tahun melakukannya. Kue pertamamu bisa bantat, lukisan pertamamu bisa kelihatan aneh, dan servis pertamamu saat main bulutangkis mungkin malah nyangkut di net. Hal-hal seperti itu merupakan hal yang sangat wajar dan memang biasa terjadi ketika baru belajar.

    Nikmati saja dulu bagian mencoba dan mengutak-atiknya. Kamu gak harus langsung jago atau punya kemampuan yang bisa dipamerkan ke orang lain. Kalau beberapa waktu kemudian kamu masih sering kepikiran untuk melakukannya, saat itulah kamu bisa mulai belajar lebih serius. Dari sana, hobi baru itu bisa berkembang dengan sendirinya tanpa harus dipaksa sejak awal.

    Hobi lama juga gak harus benar-benar ditinggalkan hanya karena sedang bosan. Mungkin kamu cuma perlu berhenti sebentar, mencoba hobi lain, lalu kembali lagi ketika sudah kangen. Kalau akhir pekan ini punya waktu kosong, kegiatan apa yang sudah lama ingin kamu coba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More