7 Sikap yang Harus Dihindari saat Bukber Sekaligus Reuni

- Memakai perhiasan berlebihan saat bukber dan reuni
- Bicara soal pekerjaan, bisnis, investasi, dan gaji
- Menonjolkan barang branded dan mengungkit cerita cinta lama
Acara buka puasa bersama tidak melulu dengan orang-orang yang sampai hari ini rutin ditemui seperti kawan kantor. Banyak juga kegiatan bukber yang sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang reuni. Seperti reuni teman kuliah dan sekolah.
Atau nostalgia dengan kawan-kawan di kantor lama kalau kamu pernah resign. Buka bersama sembari reuni sering digelar pada minggu ketiga atau keempat Ramadan. Sesuai dengan waktu orang-orang mudik.
Harapannya, teman-teman lama yang sudah berpencar dapat berkumpul kembali. Seru, sih, kalau kamu serta kawan-kawan bisa berjumpa lagi sekalian buka puasa. Akan tetapi, ada tujuh sikap yang harus dihindari saat bukber sekaligus reuni agar tak merusak suasana kebersamaan, ya.
1. Memakai perhiasan berlebihan

Inti dari acara ini ialah makan bersama untuk buka puasa dan menjaga tali silaturahmi dengan teman lama. Pemakaian perhiasan secara berlebihan tidak sesuai dengan tujuan acara. Kesan terkuat malah kamu berusaha memamerkan perhiasan-perhiasan tersebut.
Beda dengan suasana pesta yang memang gemerlap. Buka puasa bersama seharusnya lebih menonjolkan kesederhanaan. Cukup pakai perhiasan yang sudah biasa dikenakan olehmu. Tak usah sampai bongkar laci koleksi dan memilih tambahan kalung, anting, gelang, atau cincin.
2. Sibuk bicara pekerjaan, bisnis, investasi, dan gaji

Ketika kamu membahas empat hal di atas, memang tidak selalu dengan tujuan pamer. Barangkali maksudmu cuma buat bertukar wawasan. Apalagi kamu tipe workaholic sehingga empat topik itu pasti terasa menarik. Namun, teman-teman yang mendengarnya bisa merasa gak nyaman.
Mereka punya pekerjaan yang berbeda-beda. Sebagian besarnya boleh jadi memiliki pekerjaan, usaha, dan gaji yang gak sebagus dirimu. Apalagi soal investasi. Nanti orang-orang bakal terbagi menjadi dua kelompok. Segelintir teman yang cocok menjadi lawan bicaramu serta lebih banyak orang yang memilih pisah meja saking tak nyamannya.
3. Atau, soal kendaraan dan gadget

Kendaraan serta gawai merupakan dua simbol kekayaan. Meski pada kenyataannya banyak pula orang yang membelinya dengan cicilan atau bahkan hanya menyewa demi bergaya. Namun, tetap saja pembicaraan tentang ini bisa bikin orang lebih sensitif.
Terlebih bila situasinya seolah-olah kamu mengejek kendaraan dan gadget orang lain yang usang. Sementara kendaraan pribadi dan smartphone-mu baru serta mahal. Kalaupun kebetulan dirimu baru ganti kendaraan atau ponsel dan ada teman yang bertanya, jawab secukupnya lalu alihkan pembicaraan.
4. Heboh sendiri saat teman belum menikah atau justru sudah 2 kali

Ini sering terjadi dalam acara ramai-ramai. Apalagi jumlah orang yang sudah menikah jauh lebih banyak daripada jomlo. Usia kalian juga tak muda lagi. Hampir semua orang yang datang telah memiliki anak.
Teman yang betah melajang menjadi terlihat aneh sekalipun sebenarnya itu hal biasa. Kamu gak usah bersikap heboh seolah-olah dia menyalahi kodrat. Jangan memfokuskan obrolan pada statusnya. Bahkan dirimu tidak usah bertanya soal pasangan saat kawan muncul seorang diri. Cukup kabarnya saja.
Demikian pula jika seorang kawan sudah menikah lebih dari sekali. Tak usah menggodanya dengan lelucon cabul atau mengorek-ngorek alasannya berpisah dari mantan. Itu urusan yang terlalu pribadi, bahkan dapat mengandung trauma.
5. Menonjolkan barang branded

Bila kamu terbiasa memakai barang-barang bermerek ternama, tentu tidak apa-apa tetap memakainya ke acara bukber. Dirimu gak perlu sampai berpura-pura tak memiliki, apalagi membencinya. Natural saja seperti keseharianmu.
Namun, natural berarti juga tak ada usaha untukmu menonjolkan barang-barang mewah tersebut. Contoh tindakan sengaja memperlihatkan barang mewah ialah menaruh tas branded-mu di atas meja ketika teman-teman memangku atau menaruh tas masing-masing di bawah. Sudah begitu, tas digeser ke sana-kemari seakan-akan buat menarik perhatian orang-orang.
6. Mengungkit cerita cinta lama

Reuni mempertemukan orang-orang yang mungkin saja dahulu pernah saling suka. Bahkan mereka sempat berpacaran. Atau, seseorang mati-matian mengejar cinta kawannya dan gak pernah kesampaian. Bagimu, kenangan ini lucu buat diingat kembali.
Akan tetapi, dua orang yang dimaksud dapat merasa sangat tidak nyaman. Semua itu sudah menjadi kisah lama. Sekarang masing-masing telah punya pasangan. Sekalipun pasangan tak ikut, tetap terdengar tidak pantas.
Pancinganmu soal kisah tersebut bahkan dapat menyebabkan cinta lama bersemi kembali. Apa kamu mau merusak dua keluarga kawan lamamu? Bantu mereka menutup cerita lama tersebut dengan memilih topik-topik netral. Seakan-akan dirimu gak tahu bahwa dahulu di antara mereka ada cinta.
7. Lelucon login pada teman nonmuslim

Buka puasa bersama sekalian reuni juga dapat dihadiri oleh kawan yang nonmuslim bila acaranya memang terbuka buat semua. Gak ada pengajiannya. Hanya makan bersama dan salat berjemaah bagi yang muslim.
Teman nonmuslim dapat memakai waktu salat buat bersantai atau lanjut menikmati hidangan. Dengan peserta beragam begini, jangan pernah bercanda terkait agama. Seperti ajakan supaya dia login saja alias masuk Islam.
Lumrah apabila candaan begini bikin penganut agama lain tersinggung. Coba seandainya dirimu yang diminta masuk agama berbeda. Pasti kamu juga gak suka, bahkan marah. Jangan lakukan itu pada orang lain.
Bukber sekaligus reuni memang lebih praktis daripada dua kegiatan tersebut diadakan pada waktu yang berbeda. Akan tetapi, ada sikap yang harus dihindari saat bukber sekaligus reuni. Hal ini dikarenakan orang yang dulu asyik diajak bercanda kini bisa agak berbeda setelah kalian bertahun-tahun tak berjumpa.


















