Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Solidaritas Akar Rumput Penting saat Negara Tak Memihak

4 Alasan Solidaritas Akar Rumput Penting saat Negara Tak Memihak
ilustrasi lima orang berpegangan tangan (pexels.com/Julia M Cameron)
  • Solidaritas akar rumput menjadi ruang edukasi politik agar warga memahami hak sipil, kebijakan publik, serta mampu membedakan informasi palsu dari fakta.
  • Kelompok solidaritas dapat memperkuat perlindungan warga melalui dukungan hukum awal dan pendampingan bagi korban diskriminasi, kriminalisasi, atau intimidasi.
  • Saat respons negara dinilai lemah, komunitas warga dapat menyediakan bantuan kebutuhan dasar sekaligus ruang aman untuk menghadapi kelelahan emosional dan menjaga semangat memperjuangkan keadilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi warga negara gak luput dari dinamika politik yang bisa menguras emosi serta menguji kesabaran. Di tengah rasa frustasi masyarakat terhadap kondisi politik yang kian hari kian memanas, rasa lelah dan gak berdaya pun muncul saat kebijakan publik dinilai jauh dari kesetaraan maupun keadilan, meski katanya sebuah negara bertitel sebagai negara demokrasi dan negara hukum. Saat itu, bersuara melalui demonstrasi dinilai jadi salah satu sarana berekspresi dan berpendapat yang tepat.

Namun, di luar aksi tersebut, ada lho modal penting yang harus terus kamu rawat demi keberlangsungan hidup, yakni solidaritas akar rumput. Membangun kelompok solidaritas gak hanya memberikanmu dukungan mental, tetapi juga kebutuhan nyata ketika fungsi dari sistem negara itu sendiri dirasa lemah dan gak memihak. Kenapa solidaritas akar rumput penting?

  1. 1. Wadah edukasi politik warga untuk melek politik

    ilustrasi orang berdiskusi
    ilustrasi orang berdiskusi (pexels.com/Damian Santos)

    Politik itu gak cuma tentang pemilu atau pengelolaan kekuasaan di tingkat pusat, tetapi juga tentang bagaimana hak-hak dasar kita sebagai warga negara dilindungi. Melalui solidarity group di akar rumput (kalangan kelas menengah dan kelas bawah), warga bisa saling belajar maupun berdiskusi untuk memahami kebijakan publik, hak-hak sipil, dan membedakan narasi palsu dari fakta di lapangan. Diskusi santai ini bisa dilakukan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami anggota sehingga mereka bisa melek politik dan gak mudah dibodohi oleh elite kekuasaan.

  2. 2. Wadah perlindungan dan pertahanan bersama

    ilustrasi tangan mengepal ke atas
    ilustrasi tangan mengepal ke atas (pexels.com/Sora Shimazaki)

    Saat sistem gak memihak, suara individu sering dan mudah sekali diabaikan, bahkan rentan mendapatkan intimidasi dari aparat. Nah, ketika kamu ada dalam solidarity group di akar rumput, kelompok ini bisa membela dan membantumu menuntut keadilan. Kelompok ini bisa memberikan bantuan hukum awal, mengawal warga yang mengalami diskriminasi ataupun kriminalisasi. Dengan begitu, kamu akan merasa gak berjuang sendirian menghadapi kekuasaan yang gak adil.

  3. 3. Menjadi garda terdepan dalam pengadaan logistik dan bantuan sosial

    ilustrasi orang memberikan hadiah
    ilustrasi orang memberikan hadiah (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

    Apa yang diharapkan dari sistem yang gak memihak? Situasi politik semacam ini sering kali hanya menghabiskan energi dan membuat stres. Bahkan, saat keadaan genting pun, kita gak bisa berharap banyak.

    Saat krisis melanda dan negara gak bisa cepat tanggap menghadapinya seperti lambatnya bantuan yang datang, gak meratanya bantuan yang diberikan, atau bahkan absennya kehadiran, solidarity group mampu merespons kebutuhan dasar semacam itu secara cepat dan tegas. Misalnya, melalui penggalangan dana, pembagian sembako, penyediaan posko kesehatan mandiri, dan pembentukan dapur umum. Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa daya tahan masyarakat gak bergantung sepenuhnya pada penguasa, melainkan pada kepedulian antarsesama.

  4. 4. Menjaga kesehatan mental di tengah rasa lelah dan cemas

    ilustrasi orang berkumpul di ruang publik
    ilustrasi orang berkumpul di ruang publik (pexels.com/Athena Sandrini)

    Kebijakan negara dan situasi politik yang terus menerus bikin geleng-geleng kepala dan memicu amarah jelas menyebabkan kelelahan emosional (burnout). Nah, punya komunitas yang saling membantu dan mendukung bisa memberikan ruang aman bagimu. Kamu bisa berbagi keluh kesah dalam komunitas akar rumput itu. Dukungan dari mereka penting agar kamu gak bersikap apatis sebagai warga negara dan tetap semangat menyuarakan keadilan secara sehat.

    Ingat bahwa warga negara berhak bersuara dan suara kita berhak untuk didengar. Tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang diupah rendah berhak bersuara. Buruh yang kerjanya diperas berhak bersuara. Masyarakat adat yang tanahnya digusur atas nama pembangunan berhak bersuara. Begitu juga mahasiswa dan generasi muda yang merasa cemas akan masa depan bangsa. Semuanya berhak atas keadilan yang sama.

    Sistem boleh saja gagal memihak kita, tetapi selama kita masih punya satu sama lain, harapan untuk negara yang lebih baik itu akan selalu ada dan perjuangan gak akan berhenti begitu saja. Jadi, jangan merasa berjuang sendirian, ya. Yuk, rawat solidaritas dari lingkungan terdekat kamu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More