Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dianggap Remeh, Kehadiran 5 Hal Ini Kadang Suka Lupa untuk Disyukuri

Dianggap Remeh, Kehadiran 5 Hal Ini Kadang Suka Lupa untuk Disyukuri
ilustrasi kebebasan (unsplash.com/Mohamed Nohassi)

Berapa banyak hal yang manusia anggap remeh setiap harinya? Mungkin lebih dari yang bisa dipikirkan. Jika sedang membaca ini sekarang, kalian harus bersyukur karena bisa melakukannya, sebuah hal yang tidak bisa dimiliki oleh banyak orang di dunia ini.

Lima hal di bawah ini pun sering terlewat untuk disyukuri, di saat sebenarnya masih banyak yang tak bisa menikmatinya.

1. Air

ilustrasi air (unsplash.com/Manki Kim)
ilustrasi air (unsplash.com/Manki Kim)

Air, sebuah elemen dasar yang berperan begitu penting sebagai kebutuhan hidup bagi semua kehidupan di bumi ini. Sayangnya, air tidak begitu mudah diakses oleh sebagian orang.

Lebih tragisnya lagi, kurangnya akses itu menyebabkan kematian bagi banyak orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Kurangnya sumber air bersih di dunia ini juga merupakan masalah yang harus segera ditangani.

2. Listrik

ilustrasi lampu listrik (unsplash.com/Patrick Schneider)
ilustrasi lampu listrik (unsplash.com/Patrick Schneider)

Ketika matahari mulai terbenam atau hari mulai gelap, tangan akan bereaksi otomatis untuk menyalakan saklar lampu. Namun, tidak demikian halnya dengan orang-orang yang masih tidak memiliki akses listrik di tempat tinggalnya.

Mereka harus terbiasa dengan ketiadaan listrik untuk menyalakan berbagai perangkat teknologi yang sudah semakin canggih dewasa ini. Ayo mengaku, ada pemadaman listrik selama beberapa jam saja pasti kalian sudah marah-marah sendiri, kan? Pernah memikirkan bagaimana mereka yang tak bisa mendapat kemewahan semacam ini dalam hidup?

3. Makanan

ilustrasi makanan (unsplash.com/Lily Banse)
ilustrasi makanan (unsplash.com/Lily Banse)

Dunia menghasilkan banyak makanan, entah itu dari negara maju atau berkembang. Terlepas dari fakta ini, masih ada orang lain di luar sana yang harus tidur dalam keadaan lapar setiap malamnya.

Ada juga anak yang tidak memiliki berat badan ideal, mengalami malnutrisi, kekurangan gizi, dan lain sebagainya. Alasannya beragam, mulai dari kemiskinan, kekeringan, masalah iklim, dan pemborosan makanan. Bersyukurlah kalian karena masih ada makanan yang bisa disantap setiap hari, meski sesederhana apa pun itu.

4. Pendidikan

ilustrasi belajar (unsplash.com/Firmbee.com)
ilustrasi belajar (unsplash.com/Firmbee.com)

Tidak ada hal lain yang lebih penting demi kemajuan masyarakat dan individu selain pendidikan. Orang yang dapat membaca, berpikir kritis, dan mempelajari keterampilan khusus memiliki peluang ekonomi yang lebih baik, anak-anak yang lebih sehat, kontribusi lebih banyak kepada masyarakat, serta memiliki kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.

Sayangnya, masih banyak yang harus dilakukan demi keterjangkauan pendidikan ini untuk semua orang. Pendidikan tidak terlalu dapat diakses di negara-negara yang belum maju, termasuk Indonesia di beberapa daerah. Ini disebabkan kurangnya dana dan jumlah tenaga pendidik itu sendiri. Persediaan yang mudah diakses oleh masyarakat juga sangat sedikit.

5. Kebebasan

ilustrasi kebebasan (unsplash.com/Mohamed Nohassi)
ilustrasi kebebasan (unsplash.com/Mohamed Nohassi)

Kebebasan berbicara, beragama, pers, dan berkumpul hanyalah empat elemen konstruksi sosial yang dimiliki sebagian besar negara penganut sistem demokrasi. Jika ada yang ingin diperjuangkan, kita bisa melakukannya. Sebab hak dasar warga negara dalam demokrasi ikut dilindungi.

Bandingkan ini dengan negara-negara lain dengan pemerintahan yang kadang "menindas" dan melampaui batas. Kerja paksa, persediaan makanan yang tidak memadai, tidak ada proses hukum, tak memiliki media independen, kebebasan beragama teracam, dan kesempatan yang sangat terbatas untuk kemajuan dalam masyarakat adalah norma bagi warga negara yang tertindas. Kebebasan adalah salah satu hal terbesar yang harus kita syukuri.

Apakah kalian masih tidak ingin bersyukur atas hidup yang dimiliki sekarang? Isi hidup kalian dengan rasa syukur dan bukannya penuh keluh kesah yang tak ada artinya. Ingat, mungkin kalian masih lebih beruntung dibanding orang lain di luar sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
YOOL ✶
EditorYOOL ✶
Follow Us