Dalam dunia kerja modern, career break bukan lagi sesuatu yang asing. Banyak profesional mengambil jeda karier karena berbagai alasan, mulai dari melanjutkan pendidikan, mengurus keluarga, menjaga kesehatan, hingga mengejar proyek pribadi. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah. Apakah career break akan menjadi nilai minus di mata recruiter?
Jawabannya tidak selalu. Yang terpenting bukanlah adanya jeda karier itu sendiri, melainkan bagaimana seseorang memanfaatkan dan menjelaskan periode tersebut. Jika dikelola dengan baik, career break justru dapat menunjukkan kematangan, kemampuan beradaptasi, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Berikut lima strategi agar career break tetap bernilai dan bahkan menjadi poin positif saat proses rekrutmen.
