"Situasi yang tenang dan berjalan lebih lambat akan membuat perhatian anak tidak mudah teralihkan. Hal yang paling kurang baik bagi perkembangan otak anak adalah ketika mereka terlalu sering menonton televisi tanpa adanya interaksi dari orang-orang di sekitarnya. Saat kamu mengobrol dan berinteraksi langsung dengan anak, mereka mendapatkan kekayaan bahasa yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya," ungkap Linda Blair, Psikolog Anak Internasional, dikutip dari BBC Tiny Happy People.
Low Stimulation Parenting, Pendekatan yang Banyak Dibahas Orangtua

Belakangan, semakin banyak orangtua mulai memilih rumah yang terasa lebih tenang dibanding penuh suara televisi, gadget, atau mainan yang terus berbunyi. Bukan karena ingin membatasi anak bereksplorasi, tetapi karena mereka mulai menyadari bahwa terlalu banyak rangsangan justru bisa membuat anak lebih mudah lelah, sulit fokus, bahkan rewel tanpa sebab yang jelas.
Cara mengasuh seperti ini dikenal sebagai low stimulation parenting, yaitu pendekatan yang mengutamakan lingkungan yang lebih sederhana, minim distraksi, dan memberi anak ruang untuk tumbuh sesuai ritmenya. Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh layar, pendekatan ini semakin banyak dibahas karena dinilai membantu anak lebih tenang sekaligus memperkuat kualitas interaksi dengan orangtua. Lantas, seperti apa sebenarnya low stimulation parenting?
1.Apa itu low stimulation parenting?

Low stimulation parenting bukan berarti membesarkan anak dalam suasana yang sunyi atau melarang mereka bermain. Pendekatan ini lebih menekankan pada mengurangi rangsangan yang berlebihan, seperti paparan layar yang terlalu lama, suara yang terus-menerus, atau terlalu banyak mainan yang digunakan dalam satu waktu. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk menikmati satu aktivitas tanpa perhatian mereka terus berpindah.
Lingkungan yang lebih tenang juga memberi ruang bagi anak untuk melatih fokus, mengembangkan imajinasi, dan belajar mengelola emosinya sendiri. Aktivitas sederhana seperti membaca buku, menyusun balok, menggambar, atau bermain di luar rumah justru menjadi momen yang membantu anak belajar secara alami melalui pengalaman sehari-hari.
2. Kenapa pendekatan ini mulai banyak dipilih?

Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang dipenuhi berbagai stimulasi. Mulai dari notifikasi gadget, video berdurasi singkat dengan pergantian gambar yang cepat, hingga mainan elektronik yang terus mengeluarkan suara. Tanpa disadari, semua rangsangan tersebut bisa membuat anak lebih mudah terdistraksi dan kesulitan menikmati aktivitas dengan tenang.
Karena itu, banyak orangtua mulai memilih pendekatan yang lebih sederhana. Mereka tidak lagi merasa harus selalu menyediakan hiburan baru setiap saat, melainkan lebih mengutamakan kualitas kebersamaan. Bermain bersama, membaca cerita sebelum tidur, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gawai kini dianggap jauh lebih berharga daripada memenuhi hari anak dengan berbagai aktivitas yang padat.
"Anak-anak tumbuh dengan baik ketika kehidupan mereka tidak dipenuhi terlalu banyak pilihan, terlalu banyak barang, dan terlalu banyak kesibukan," ungkap Dr. Kim John Payne, pendidik, konselor keluarga, penulis Simplicity Parenting, sekaligus pelopor konsep Simplicity Parenting.
3. Cara menerapkan low stimulation parenting di rumah

Menerapkan low stimulation parenting tidak berarti harus mengubah seluruh kebiasaan keluarga sekaligus. Mulailah dari langkah sederhana, seperti mematikan televisi saat anak bermain, membatasi waktu penggunaan gawai, atau mengeluarkan mainan secukupnya agar anak lebih fokus mengeksplorasi apa yang sedang dimainkan.
Yang tidak kalah penting, hadir sepenuhnya saat bersama anak. Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, membaca buku bersama, atau bermain tanpa terdistraksi ponsel. Bagi anak, perhatian penuh dari orang tua sering kali jauh lebih bermakna daripada mainan baru atau hiburan yang terus berganti.
Low stimulation parenting bukan tentang membuat kehidupan anak terasa sepi, tetapi memberi mereka ruang untuk tumbuh tanpa dibanjiri terlalu banyak distraksi. Terkadang, momen yang paling sederhana justru menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi tumbuh kembang mereka.







![[QUIZ] Kamu Tipe Perempuan yang Terbiasa Memendam Perasaan?](https://image.idntimes.com/post/20251216/2149404026_17fba4d9-3898-45b4-825b-c6980a4f5ef0.jpg)
![[QUIZ] Dari Caramu Self Care, Kami Tahu Apa Tipe Introvert Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260531/pexels-karola-g-6633760_eb0f9751-a567-4dec-8705-e7f90e4c518c.jpg)
![[QUIZ] Dari Caramu Berinteraksi, Kami Tahu Apa Tipe Ekstrovert Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230628/group-young-college-students-smart-casual-wear-campus-friends-brainstorming-meeting-talking-discussing-work-ideas-new-design-project-modern-office-coworker-teamwork-startup-concept-2-7fbfe84c8c7dbedd4a96f45c9a55156d-f2cb81aa8608eab40b23b755c6bb15c6.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu akan Hoki atau Sial di Bulan Agustus?](https://image.idntimes.com/post/20260608/happy-54_8bdaebf0-a99a-4020-bd29-1465013f1352.jpg)
![[QUIZ] Ini Prediksi Keberuntunganmu di Bulan Agustus](https://image.idntimes.com/post/20260615/mengukur-seseorang-dengan-standarmu-sendiri-sukses_0fa7451b-e9d5-4c60-89bc-6034cbc89c79.jpg)
![[QUIZ] Pesan Hidup dari Opah Upin Ipin Ini Tunjukkan Sisimu yang Rapuh](https://image.idntimes.com/post/20260619/photogrid_site_1781881546797_3ef2b8c1-031e-4c4a-8709-d4523fb233ad.jpg)
![[QUIZ] Pilih Kata Bijak Upin Ipin, Ini Caramu Bisa Pulih dari Trauma](https://image.idntimes.com/post/20260706/screenshot-2026-07-06-10_c95e885b-8e1c-412b-a69a-37c113f9edd8.png)
![[QUIZ] Kuis Ini Lebih Mengenalmu daripada Temanmu](https://image.idntimes.com/post/20260722/1000045137_7b951cf5-55cb-466a-a97e-8953888249f7.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin Ipin, Ini Zodiak yang Cocok Jadi Pasanganmu](https://image.idntimes.com/post/20250319/tips-belajar-bahasa-baru-lewat-pacaran-tips-belajar-bahasa-baru-pacaran-9cde86371d7fc78c91ae80a6ffab250e-181c9a38fcb4e1e5a9357f778927fb2f.jpg)
![[QUIZ] Kamu Posesif atau Woles Kalau Pasangan Dekat dengan Orang Lain?](https://image.idntimes.com/post/20260720/pexels-budgeron-bach-6533336_9578c0eb-df05-48ec-a046-3ba5969b9d39.jpg)
![[QUIZ] Kamu Tipe Pasangan yang Clingy Abis atau Secure kalau Ditinggal?](https://image.idntimes.com/post/20260716/pexels-august-de-richelieu-8366752_93f44075-afc5-4ffd-859c-0e515f519c57.jpg)


![[QUIZ] Pilih Kata-kata Kak Ros, Ini Batas Toleransi Kamu dalam Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)
