Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sulit Konsisten Membaca? Coba 7 Trik Sederhana ala Anak-Anak

Sulit Konsisten Membaca? Coba 7 Trik Sederhana ala Anak-Anak
ilustrasi ibu dn anak membaca (pexels.com/Lina Kivaka)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti bagaimana kebiasaan sederhana anak-anak dalam membaca, seperti rasa penasaran dan memilih buku sesuai minat, bisa membantu orang dewasa membangun rutinitas membaca yang konsisten.
  • Tujuh kebiasaan anak yang dapat ditiru meliputi membaca karena ingin tahu, membaca sedikit tapi rutin, tidak memaksakan diri menyelesaikan buku, hingga berbagi cerita tentang bacaan.
  • Pesan utama artikel menekankan bahwa membaca sebaiknya menjadi aktivitas menyenangkan tanpa tekanan target, sehingga lebih mudah dipertahankan di tengah kesibukan sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang dewasa merasa sulit meluangkan waktu untuk membaca buku di tengah padatnya aktivitas. Padahal, kalau diperhatikan, anak-anak yang gemar membaca justru memiliki kebiasaan sederhana yang membuat mereka menikmati buku tanpa merasa terbebani. Mereka membaca karena rasa penasaran, bukan karena mengejar target tertentu. Cara seperti ini membuat kegiatan membaca terasa lebih alami dan menyenangkan.

Menariknya, beberapa kebiasaan anak yang rajin membaca justru bisa diterapkan kembali oleh orang dewasa. Gak perlu perubahan besar atau jadwal yang rumit, cukup memulai dari langkah-langkah kecil yang mudah dilakukan setiap hari. Kalau kamu ingin membangun kebiasaan membaca yang lebih konsisten, tujuh kebiasaan berikut layak dicoba.

1. Membaca karena penasaran, bukan karena terpaksa

ilustrasi ibu mengajari anak membaca melalui digital
ilustrasi ibu mengajari anak membaca melalui digital (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Anak-anak biasanya memilih buku yang benar-benar menarik perhatian mereka. Mereka membaca karena ingin tahu kelanjutan cerita, mengenal tokoh baru, atau menemukan jawaban dari rasa penasaran yang muncul. Gak ada beban untuk terlihat pintar atau menyelesaikan buku dalam waktu tertentu. Rasa ingin tahu menjadi bahan bakar utama yang membuat mereka terus membuka halaman berikutnya.

Orang dewasa sering kali justru memilih buku karena merasa 'harus' membacanya. Akibatnya, membaca berubah menjadi tugas yang melelahkan. Cobalah kembali memilih buku yang memang membuatmu penasaran, meskipun temanya ringan atau berbeda dari kebiasaanmu. Saat rasa ingin tahu muncul, membaca akan terasa jauh lebih menyenangkan.

2. Gak ragu memilih buku sesuai minat

ilustrasi anak membaca
ilustrasi anak membaca (pexels.com/cottonbro studio)

Anak yang suka dinosaurus akan mencari buku tentang dinosaurus. Anak yang menyukai luar angkasa akan antusias membaca buku tentang planet dan bintang. Mereka gak terlalu memikirkan apakah buku tersebut sedang populer atau dianggap bergengsi. Yang penting, isinya sesuai dengan hal yang mereka sukai.

Kebiasaan ini patut ditiru oleh orang dewasa. Kamu gak harus selalu membaca buku bisnis, pengembangan diri, atau karya sastra klasik jika memang belum tertarik. Novel, komik, buku memasak, otomotif, fotografi, atau traveling tetap bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan membaca. Minat pribadi adalah alasan terbaik untuk terus membuka buku.

3. Membaca sedikit, tetapi rutin

ilustrasi anak membaca
ilustrasi anak membaca (pexels.com/Ron Lach)

Anak-anak jarang memaksakan diri membaca berjam-jam dalam sekali duduk. Mereka biasanya membaca beberapa halaman, lalu berhenti ketika waktunya bermain atau melakukan aktivitas lain. Meski durasinya singkat, kebiasaan itu dilakukan secara berulang sehingga membaca menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Orang dewasa sering merasa harus menyelesaikan banyak halaman sekaligus agar membaca dianggap produktif. Padahal, membaca selama 15 hingga 20 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada membaca berjam-jam tetapi hanya sesekali. Konsistensi kecil seperti ini akan membentuk kebiasaan yang bertahan lama.

4. Gak takut meninggalkan buku yang kurang menarik

ilustrasi seseorang anak membaca
ilustrasi seseorang anak membaca (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat merasa cerita gak lagi menyenangkan, anak-anak biasanya langsung beralih ke buku lain tanpa merasa bersalah. Mereka memahami bahwa gak semua buku cocok untuk dirinya. Sikap ini membuat mereka tetap memiliki hubungan yang positif dengan kegiatan membaca. Mereka gak memaksakan diri hanya demi menyelesaikan sebuah buku.

Kamu juga bisa menerapkan kebiasaan yang sama. Kalau sebuah buku terasa terlalu berat atau gak sesuai harapan, gak ada salahnya berhenti dan mencari bacaan lain. Membaca seharusnya menjadi pengalaman yang membuatmu berkembang, bukan aktivitas yang menimbulkan tekanan. Memberi kesempatan mencoba buku lain justru bisa membuat semangat membaca tetap terjaga.

5. Senang berbagi cerita tentang buku yang dibaca

ilustrasi ibu dan anak membaca
ilustrasi ibu dan anak membaca (pexels.com/RDNE Stock project)

Anak-anak yang selesai membaca buku biasanya antusias menceritakan kembali isi cerita kepada orang tua, guru, atau teman. Mereka berbagi tokoh favorit, bagian yang lucu, atau pelajaran yang didapat tanpa merasa sedang diuji. Aktivitas ini membuat pengalaman membaca terasa lebih berkesan sekaligus membantu mereka mengingat isi buku lebih lama.

Orang dewasa juga bisa melakukan hal serupa. Kamu dapat berdiskusi dengan teman, bergabung dalam komunitas buku, atau sekadar mengunggah rekomendasi bacaan di media sosial. Berbagi cerita membuat membaca terasa lebih hidup karena ada ruang untuk bertukar sudut pandang. Siapa tahu, obrolan sederhana itu justru membuka wawasan baru.

6. Membawa buku ke mana pun pergi

ilustrasi orang tua dan anak membaca buku (pexels.com/Kamaji Ogino)
ilustrasi orang tua dan anak membaca buku (pexels.com/Kamaji Ogino)

Anak yang gemar membaca sering membawa buku favoritnya saat bepergian. Buku menjadi teman saat menunggu, saat perjalanan, atau ketika memiliki waktu luang. Kebiasaan ini membuat mereka lebih mudah memanfaatkan momen-momen singkat untuk membaca. Tanpa disadari, jumlah halaman yang selesai dibaca pun semakin banyak.

Orang dewasa bisa meniru kebiasaan ini dengan membawa buku berukuran kecil atau menggunakan aplikasi pembaca buku digital di ponsel. Saat menunggu antrean, menunggu teman, atau berada di transportasi umum, kamu bisa membaca beberapa halaman daripada hanya menggulir media sosial. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu membangun rutinitas membaca.

7. Menikmati proses tanpa mengejar target

ilustrasi anak membaca (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi anak membaca (pexels.com/Artem Podrez)

Anak-anak membaca karena menikmati ceritanya, bukan karena ingin menyelesaikan sekian banyak buku dalam setahun. Mereka menikmati setiap halaman tanpa memikirkan angka atau pencapaian tertentu. Justru karena gak merasa terbebani, mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama buku. Aktivitas membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Kamu gak perlu membandingkan jumlah buku yang dibaca dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktu, minat, dan kecepatan membaca yang berbeda. Fokuslah pada manfaat yang kamu rasakan setelah membaca, bukan pada banyaknya koleksi atau target tahunan. Saat tekanan berkurang, membaca akan menjadi kebiasaan yang lebih mudah dipertahankan.

Kebiasaan membaca sebenarnya gak selalu membutuhkan strategi yang rumit. Anak-anak menunjukkan bahwa rasa penasaran, memilih buku sesuai minat, dan menikmati proses adalah fondasi yang membuat mereka akrab dengan buku sejak dini. Kebiasaan sederhana tersebut tetap relevan, bahkan ketika diterapkan oleh orang dewasa yang memiliki rutinitas padat. Kuncinya adalah membuat membaca terasa menyenangkan, bukan menjadi beban baru.

Kalau selama ini kamu merasa sulit membangun kebiasaan membaca, mungkin bukan karena kurang disiplin, melainkan karena pendekatan yang digunakan kurang cocok. Cobalah meniru cara anak-anak menikmati buku tanpa tekanan dan tanpa terlalu banyak aturan. Sedikit demi sedikit, kamu akan menemukan bahwa membaca bisa menjadi bagian yang menyenangkan dalam keseharian. Siapa tahu, kebiasaan kecil itu justru membawa perubahan besar bagi wawasan dan kualitas hidupmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More