Rony Rahardian, COO Daur Baur Micro Factory menyampaikan bahwa praktik sustainability lebih mudah jika dilakukan secara kolektif (IDN Times/Maura Thirza)
Perubahan bisa dimulai dari diri sendiri, namun bukan berarti seseorang harus melakukan semuanya sendirian. Justru, keterlibatan komunitas, pelaku bisnis, dan masyarakat bisa membuat gerakan keberlanjutan berjalan lebih luas. Hal ini juga yang mendasari terbentuknya Daur Baur Kolektif. Rony Rahardian, COO Daur Baur Micro Factory, menyampaikan bahwa gerakan tersebut melibatkan berbagai pihak untuk saling mendukung dalam mengembangkan praktik sustainability.
Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan sejumlah kedai kopi di sekitar M Bloc Space melalui penyediaan mesin pembilas gelas dan tempat pengumpulan puntung rokok. Menurutnya, tanggung jawab terhadap sampah juga perlu diterapkan dalam operasional bisnis. Bahkan, Daur Baur Micro Factory kini turut mengelola material hasil konsumsi Kopi Nako untuk diolah kembali menjadi produk dan elemen infrastruktur.
“Intinya setelah di-research, ternyata sustainability itu akan lebih mudah ataupun akan lebih baik jalannya ketika kita kolektif. Saling mengisi kekurangannya dan kita bisa mentransfer apa yang kita tahu. Harapannya apa yang kita bisa, bisa ditularkan kepada teman-teman dengan industri sejenis. Harapannya semua bisa melakukan hal yang mungkin akan lebih baik jika diolah mandiri kalau bisa. Kalau gak bisa, apa yang kami kerjakan bisa menjadi katalis buat teman-teman,” ungkap Rony.
Untuk menjalani gaya hidup berkelanjutan ternyata gak harus menunggu sampai punya akses ke produk ramah lingkungan atau terlibat dalam gerakan besar dulu. Ada hal-hal sederhana yang bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah sendiri. Gak harus dengan gerakan yang besar, seseorang yang melakukannya dengan konsisten juga bisa membawa perubahan yang berkelanjutan.