Queen’s University, Kampus Alvin Tedjo Politisi Kanada Berdarah RI

- Queen’s University di Kingston, Ontario, berdiri sejak 1841 dan menjadi almamater Alvin Tedjo, politisi Kanada berdarah Indonesia yang terpilih sebagai Wali Kota Mississauga.
- Universitas ini masuk 200 besar QS World University Rankings 2025, 10 besar THE Impact Rankings sejak 2019, serta memiliki kekuatan riset kanker, AI, material, dan teknologi berkelanjutan.
- Queen’s menawarkan lebih dari 170 bidang studi di 53 departemen, didukung 19 pusat riset, komunitas dari lebih 100 negara, serta jaringan sekitar 150.000 alumni di 119 negara.
Nama Queen’s University kembali menarik perhatian setelah alumninya, Alvin Tedjo, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada. Alvin sendiri diketahui adalah politisi Kanada berdarah Indonesia.
Alvin menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Politik di universitas yang telah berdiri sejak abad ke-19 ini. Selain memiliki sejarah panjang, Queen’s University juga dikenal melalui pencapaian akademik, bidang studi yang beragam, dan fasilitas penelitiannya.
Berlokasi di Kingston, Ontario, Queen’s University menawarkan berbagai program pendidikan bagi mahasiswa sarjana maupun pascasarjana. Reputasinya turut tercermin dalam pemeringkatan internasional dan capaian riset di sejumlah bidang. Yuk, kenali lebih jauh kampus tempat Alvin Tedjo menempuh pendidikan sarjananya!
1. Berdiri sejak 1841 di Kingston, Kanada

ilustrasi kuliah (unsplash.com/mikael_k) Queen’s University didirikan pada 1841 dan berlokasi di Kingston, Ontario, Kanada. Kampusnya berada di tepi perairan dengan bangunan batu kapur yang menjadi salah satu ciri arsitekturnya. Perpaduan bangunan bersejarah dan fasilitas modern membentuk lingkungan kampus yang khas.
Kingston juga menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di Kanada. Kota ini berada di antara Toronto dan Montreal, dua kota besar di negara tersebut. Dengan sejarah panjang dan lingkungan kampus yang berkembang, Queen’s University menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang dikenal di Kanada.
2. Masuk 200 besar dunia dan unggul dalam riset

ilustrasi mahasiswa belajar menggunakan laptop (pexels.com/matreding) Reputasi Queen’s University tercermin dalam berbagai pemeringkatan internasional. Queen’s masuk dalam 200 besar QS World University Rankings 2025 dan menempati 10 besar THE Impact Rankings sejak 2019. Pencapaian tersebut menunjukkan posisi universitas dalam pemeringkatan akademik dan penilaian dampak sosialnya.
Selain pendidikan, Queen’s University memiliki kekuatan riset di berbagai bidang, mulai dari kanker, ilmu material, kecerdasan buatan, hingga teknologi berkelanjutan. Penelitian lainnya mencakup konservasi seni dan fisika. Salah satu pencapaian yang tercatat dalam profil universitas ialah penghargaan Nobel Fisika pada 2015 yang berkaitan dengan riset salah satu tokohnya.
3. Menawarkan beragam bidang studi

ilustrasi mahasiswa belajar (pexels.com/icsa) Queen’s University menyediakan lebih dari 170 bidang studi yang tersebar di 53 departemen. Pilihannya mencakup ilmu kesehatan, teknik, bisnis, seni, dan humaniora. Mahasiswa juga dapat mempelajari bidang seperti komunikasi dan studi media, politik dan hubungan internasional, serta sosiologi.
Keragaman bidang tersebut membuat Queen’s University memiliki cakupan pendidikan yang luas. Alvin Tedjo sendiri mengambil jurusan Ilmu Politik saat menempuh pendidikan sarjana di kampus ini. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya sebelum berkarier di dunia politik Kanada.
4. Memiliki pusat riset dan fasilitas pendukung

ilustrasi belajar depan laptop (pexels.com/roxanneminnish) Untuk mendukung kegiatan akademik, Queen’s University memiliki 19 pusat dan institut penelitian. Salah satunya adalah Queen’s University Biological Station yang mencakup area seluas 3.400 hektar untuk mendukung penelitian biologi. Universitas ini juga memiliki Agnes Etherington Art Centre dengan koleksi sekitar 17.000 karya seni.
Fasilitas lainnya adalah Centre for Advanced Computing yang mendukung kebutuhan komputasi berperforma tinggi. Keberadaan fasilitas tersebut menunjang kegiatan penelitian di berbagai bidang. Dengan demikian, aktivitas akademik di Queen’s University tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
5. Memiliki jaringan mahasiswa dan alumni internasional

ilustrasi mahasiswa internasional (pexels.com/yankrukov) Profil Queen’s University mencatat lebih dari 31.000 mahasiswa sarjana dan pascasarjana serta lebih dari 5.000 dosen dan staf yang berasal dari lebih dari 100 negara. Universitas ini juga memiliki sekitar 150.000 alumni yang tersebar di 119 negara. Angka tersebut menggambarkan jangkauan komunitas akademik Queen’s University hingga tingkat internasional.
Dalam profil yang sama, Queen’s University mencatat tingkat kelulusan sebesar 89 persen dan lebih dari 95 persen lulusannya memperoleh pekerjaan dalam enam bulan setelah lulus. Data ini menunjukkan capaian yang dilaporkan universitas terkait kelulusan dan penyerapan kerja alumninya. Meski demikian, angka tersebut merupakan data profil universitas dan tidak dengan sendirinya menjamin hasil yang sama bagi setiap mahasiswa.
Queen’s University bukan hanya kampus tempat Alvin Tedjo menempuh pendidikan sarjana, tetapi juga institusi dengan sejarah panjang, beragam bidang studi, dan fasilitas penelitian. Kisah alumninya yang kini memimpin Mississauga, turut memperlihatkan salah satu perjalanan karier yang berawal dari bangku kuliah di Kanada.

















![[MADING] AKAR: Analisis Kekerasan dan Akar Tawuran Remaja](https://image.idntimes.com/post/20261031/whatsapp-image-2026-10-23-at-16_7b4962ba-5798-4fa3-87e8-19c816edc7d0.jpeg)
![[MADING] Jempol Tanpa Empati: Cyberbullying Bukan Cuma Kata, tapi Luka](https://image.idntimes.com/post/20261028/1000158946_0ba0b5c9-0579-4a48-9697-7b480c4ef525.png)



