Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi tekanan, ketidaknyamanan, dan situasi yang berjalan gak sesuai harapan. Ada orang yang mampu tetap tenang ketika rencana berubah secara mendadak, tetapi ada pula yang langsung merasa kewalahan ketika berhadapan dengan persoalan sederhana. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan rendahnya distress tolerance, yaitu kemampuan untuk bertahan dan mengelola respons ketika menghadapi emosi atau keadaan yang terasa gak nyaman.
Distress tolerance yang rendah bukan berarti seseorang lemah atau gak mampu menyelesaikan persoalan dalam hidupnya. Namun, kesulitan menoleransi tekanan dapat membuat masalah kecil terasa jauh lebih berat karena emosi muncul dengan intensitas yang tinggi dan sulit dikelola. Mengenali pola tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memahami respons diri terhadap tekanan secara lebih objektif, yuk kenali tanda-tandanya.
