Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Tanda Fans KPop Mengalami Parasocial Relationship dengan Idol

5 min read
6 Tanda Fans KPop Mengalami Parasocial Relationship dengan Idol
ilustrasi orang sedang menonton konser (pexels.com/VINVIVU )
  • Parasocial relationship adalah kedekatan emosional satu arah ketika fans merasa sangat mengenal idol, bahkan menganggapnya teman atau tempat curhat, meski hubungan personal setara tidak ada.
  • Tandanya meliputi marah atau cemburu pada kehidupan pribadi idol, merasa dikhianati saat idol dekat dengan orang lain, serta membela idol berlebihan dan sulit menerima kritik.
  • Keterikatan berlebihan dapat membuat suasana hati bergantung pada kabar idol serta mendorong pengorbanan waktu dan keuangan hingga mengganggu aktivitas, kebutuhan diri, atau merugikan orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apakah kamu pernah melihat orang terdekat bahkan dirimu sendiri yang tergila-gila dengan idola K-Pop favorit, baik penyanyi maupun aktornya? Selain itu pasti ada momen dimana fans K-Pop akan selalu antusias dengan kegiatan dan kehidupan yang dimiliki oleh sang idol favorit. Bahkan fans tersebut seolah-olah sudah mengenal lama dan tau seluk-beluk kehidupan si idol K-Pop tersebut.

Perasaan seolah-olah sangat mengenal idol inilah yang dapat menjadi salah satu bentuk parasocial relationship, yaitu hubungan emosional satu arah yang terbentuk ketika seseorang merasa dekat dengan figur publik tanpa adanya hubungan personal yang setara. Berikut adalah 6 tanda saat seorang penggemar K-Pop mulai mengalami hubungan parasosial yang terlalu mendalam. Apa saja itu? Check it below!

  1. 1. Merasa sangat mengenal sang idol secara personal

    ilustrasi orang sedang menonton konser
    ilustrasi orang sedang menonton konser (pexels.com/Luis Quintero)

    Ketika seorang fans sering mengikuti aktivitas idol, dirinya bisa merasa bahwa sudah sangat mengenal sosok idol tersebut secara personal. Kebiasaan menonton vlog, live streaming, wawancara, variety show, hingga mengikuti unggahan idol di media sosial membuat fans mengetahui berbagai hal tentang kehidupan mereka, mulai dari makanan favorit, kebiasaan sehari-hari, kepribadian, hingga hal-hal yang disukai dan tidak disukai.

    Tidak jarang, kedekatan tersebut membuat fans merasa seolah-olah idol adalah seseorang yang sudah lama mereka kenal. Padahal, perlu diingat bahwa informasi yang diketahui fans berasal dari sisi kehidupan yang memang dipilih untuk dibagikan kepada publik. Fans mungkin mengetahui banyak hal tentang idol, tetapi belum tentu benar-benar mengenal kehidupan pribadi dan karakter mereka secara keseluruhan.

  2. 2. Menganggap idol sebagai teman atau tempat curhat

    potret poster Fansign Aktor Hwang In Yeop
    potret poster Fansign Aktor Hwang In Yeop (instagram.com/officialkvibes)

    Pasti beberapa orang sering melakukan temu secara online atau melakukan fansign (Acara khusus di mana penggemar dapat bertemu langsung dengan idola mereka untuk meminta tanda tangan pada album) dengan idola mereka. Nah, pada momen inilah biasanya fans menyampaikan isi hati mereka atau berbagai cerita dengan sang idola. Perasaan tersebut bisa semakin kuat ketika fans mendengar idol juga bercerita tentang kehidupannya sehari-hari atau memberikan pesan penyemangat.

    Dalam konteks parasocial relationship, kedekatan ini dapat membuat fans merasa memiliki tempat untuk mencurahkan perasaan meskipun idol tersebut sebenarnya tidak mengenal mereka secara pribadi dalam waktu yang lama. Menikmati momen bertemu idola merupakan hal yang wajar, tetapi penting untuk tetap menyadari batasan antara kehadiran seorang idol dan menganggap hubungan tersebut sebagai pertemanan dua arah.

  3. 3. Marah dan cemburu berlebihan pada kehidupan pribadi idol

    potret beberapa sasaeng atau penguntit idol KPop
    potret beberapa sasaeng atau penguntit idol K-Pop (instagram.com/fyi.korea)

    Nah, inilah momen yang sering terjadi pada seorang idol, terutama idol K-Pop. Kehidupan pribadi mereka seolah dikendalikan oleh fans yang sering mengatur. Para idol sering merasa tidak bebas dan nyaman dalam menjalani kehidupannya sendiri. Sebagian fans bisa ikut terbawa secara emosional dalam kehidupan pribadi sang idol. Misalnya, muncul rasa kecewa, marah, atau cemburu ketika mengetahui idol berpacaran, dekat dengan orang lain, atau memiliki kehidupan pribadi di luar dunia hiburan.

    Perasaan tersebut bahkan dapat membuat fans merasa seolah-olah telah dikhianati, meskipun sebenarnya tidak ada hubungan pribadi dengan idol. Dalam dunia K-Pop, terdapat istilah fans BIM (Bias is Mine). Maknanya, ada seorang fans yang sangat terobsesi ingin memiliki sang idol seutuhnya, dan tidak membiarkan idola untuk dekat dengan lawan jenis. Jika terjadi, biasanya fans tersebut akan menyerang orang yang dekat dengan idolanya dengan memberikan hujatan dan makian. Sungguh miris sekali, ya!

  4. 4. Terlalu membela idol dalam berbagai situasi

    potret Kim Soo Hyun
    potret Kim Soo Hyun (instagram.com/goldmedalist_official)

    Seorang idol hanyalah manusia biasa. Mereka juga pasti akan melakukan sebuah kesalahan, baik itu kecil ataupun besar. Namun, seorang fans yang mengalami parasocial relationship dengan sang idol akan selalu menjadi garda terdepan untuk membelanya meski sang idol tersebut melakukan kesalahan. Biasanya fans ini sulit menerima kritik dari orang lain mengenai idol mereka.

    Kritik terhadap idol dapat dianggap sebagai serangan pribadi, sehingga muncul rasa tersinggung, marah, atau keinginan untuk berdebat dengan orang lain. Bagi mereka, sang idol tersebut adalah sosok malaikat yang tak memiliki dosa sedikitpun. Ini sungguh memberikan dampak yang buruk. Menjadi penggemar boleh saja memberikan dukungan tetapi ada batasan dan disertai pemikiran yang objektif dengan menyadari bahwa idol juga merupakan manusia yang juga dapat melakukan kesalahan.

  5. 5. Sisi emosional dan suasana hati sangat dipengaruhi idol

    potret Carmen Hearts2Hearts di KBRI Seoul
    potret Carmen Hearts2Hearts di KBRI Seoul (instagram.com/indonesiainseoul)

    Ketika keterikatan dengan idol semakin kuat, kabar yang berkaitan dengan mereka bisa ikut memengaruhi suasana hati fans. Misalnya, pengumuman comeback, pencapaian baru, konser, atau konten terbaru dari idol dapat membuat fans merasa sangat senang dan bersemangat sepanjang hari. Sebaliknya, ketika idol mendapat kritik, terlibat dalam kontroversi, mengalami masalah, atau membagikan kabar yang kurang menyenangkan, fans bisa ikut merasa sedih, kecewa, bahkan cemas.

    Hal ini dapat terjadi karena idol sudah menjadi bagian dari keseharian dan sumber hiburan bagi fans. Namun, jika perubahan suasana hati tersebut menjadi terlalu kuat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, atau kondisi emosional, hal tersebut patut diperhatikan. Menjadi penggemar tetap bisa dilakukan dengan penuh antusiasme, tetapi penting untuk menyadari bahwa kehidupan pribadi idol dan kehidupan pribadi fans itu sendiri tetap merupakan dua hal yang berbeda.

  6. 6. Mengorbankan keuangan dan waktu secara ekstrem dan berlebihan

    ilustrasi seorang fans KPop sedang menonton konser
    ilustrasi seorang fans K-Pop sedang menonton konser (instagram.com/jw2213)

    Mendukung idola tersayang dengan membeli semua album, merchandise, atau suara voting demi sang idol menang dan dapat penghargaan boleh saja, tetapi usahakan dalam batas yang wajar. Bahkan ketika seorang fans yang ingin menonton konser idolanya juga tak masalah, tetapi jangan sampai mengorbankan diri sendiri, baik dari segi waktu maupun keuangan sendiri.

    Banyak kasus yang terjadi oleh fans yang nekat melakukan banyak hal, seperti melakukan penipuan untuk bisa beli tiket konser dan menjadi calo yang menipu banyak orang. Jelas hal ini membawa dampak buruk bagi fan itu sendiri dan orang lain. Selain itu, waktu juga bisa ikut terkuras karena terlalu fokus mengikuti aktivitas idol hingga mengurangi waktu tidur, belajar, bekerja, atau beristirahat. Kamu dilahirkan juga memiliki kehidupan sendiri. Mulailah bisa membagi waktu dengan bijak antara hiburan dan kehidupan nyata.

    Menjadi fans K-Pop tentu boleh saja, apalagi ketika kehadiran idol memberikan hiburan, motivasi, atau semangat dalam menjalani keseharian. Namun, penting untuk tetap menyadari batas yang wajar antara mengagumi idol dan merasa memiliki hubungan pribadi dengan mereka. Parasocial relationship bukan berarti menjadi fans adalah sesuatu yang salah, tetapi keterikatan tersebut perlu tetap diimbangi dengan kehidupan nyata, kondisi finansial, waktu, dan kebutuhan diri sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More