Punya banyak buku di rak atau rutin membaca karya sastra klasik memang menyenangkan. Namun, kebiasaan membaca bisa terasa kurang nyaman ketika kamu mulai menganggap pilihan bacaan orang lain lebih rendah daripada koleksimu sendiri. Tanpa sadar, kamu bisa terjebak dalam book snobbery, yaitu kebiasaan merasa bacaanmu lebih bagus daripada pilihan buku orang lain.
Setiap pembaca punya alasan berbeda saat memilih buku, mulai dari mencari hiburan hingga memahami persoalan hidup. Sayangnya, sikap elitis membaca terkadang muncul ketika selera pribadi dijadikan ukuran kecerdasan atau kualitas seseorang. Kenali lima tanda kamu memiliki kebiasaan snobbery saat menilai buku agar komunitas membaca terasa lebih inklusif.
