Jakarta, IDN Times - Saat menonton film, kita biasanya lebih fokus untuk mengikuti cerita dan akting dari para pemainnya. Ruangan yang menjadi tempat para karakter berinteraksi, sering kali hanya dianggap sebagai latar. Padahal, di balik satu set film, ada banyak hal yang harus dipikirkan, termasuk material yang digunakan. Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam produksi Filosofi Teras, film drama keluarga yang diadaptasi dari buku karya Henry Manampiring.
Dalam konferensi pers TACO dan MD Entertainment di TACO Showroom, PIK 2 pada Jumat (25/9/2026), sebuah kolaborasi lintas industri terjalin antara TACO dan MD Entertainment. Kolaborasi tersebut mengeksplorasi penggunaan material interior untuk mendukung kebutuhan set Filosofi Teras. Ternyata, material untuk kebutuhan film tidak cukup hanya terlihat menarik di depan kamera saja. Material tersebut juga harus bisa mengikuti ritme produksi yang cepat, tahan digunakan selama syuting, dan sebisa mungkin tidak langsung berakhir sebagai limbah setelah produksi selesai.
