Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengepel Lantai agar Gak Lengket dan Tetap Mengkilap

3 min read
5 Cara Mengepel Lantai agar Gak Lengket dan Tetap Mengkilap
ilustrasi perempuan mengepel lantai (magnific.com/prostooleh)
  • Lantai lengket umumnya dipicu penumpukan minyak, sisa sabun, atau cairan pembersih; penggunaan produk berlebihan dapat meninggalkan lapisan licin dan kusam.
  • Untuk mengangkat minyak, gunakan sedikit sabun cuci piring dengan air hangat lalu pel ulang memakai air bersih; cuka encer dapat dipakai pada keramik, bukan batu alam.
  • Peras pel hingga lembap, mulai dari area bersih, ganti air saat keruh, lalu percepat pengeringan dengan ventilasi, kipas, atau kain mikrofiber kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lantai rumah sudah dipel berkali-kali, tapi permukaannya masih terasa lengket? Kondisi ini sering muncul karena minyak, sisa sabun, atau cairan pembersih yang menumpuk di permukaan keramik. Padahal, cara bikin lantai mengkilap gak selalu membutuhkan cairan pembersih mahal.

Teknik mengepel juga punya pengaruh besar terhadap hasil akhirnya. Takaran cairan yang berlebihan justru bisa meninggalkan lapisan licin dan kusam setelah lantai kering. Yuk simak beberapa cara mengepel lantai agar gak lengket sekaligus membantu permukaannya tetap mengkilap.

  1. 1. Gunakan sedikit sabun untuk mengangkat minyak

    ilustrasi sabun dan alat pel
    ilustrasi sabun dan alat pel (magnific.com/magnific)

    Bekas minyak dari makanan atau telapak kaki sering membuat lantai terasa kesat sekaligus lengket. Kalau sabun dituangkan terlalu banyak, sisa busanya justru bisa tertinggal setelah air menguap. Kondisi ini biasanya makin terasa ketika lantai terkena debu lagi.

    Campurkan sedikit sabun cuci piring dengan air hangat, lalu gunakan secukupnya untuk area berminyak. Air hangat membantu meluruhkan minyak, sementara sabun bekerja mengangkat kotoran dari permukaan keramik. Setelah itu, pel kembali dengan air bersih supaya gak ada residu yang tertinggal.

  2. 2. Coba pembersih lantai alami dari cuka

    ilustrasi cuka putih
    ilustrasi cuka putih (magnific.com/magnific)

    Cuka putih bisa digunakan sebagai pembersih lantai alami untuk membantu mengangkat sisa mineral dan lapisan sabun ringan. Campurkan sedikit cuka dengan air, lalu gunakan pada keramik yang sesuai. Hindari cara ini pada marmer, granit, atau batu alam karena sifat asamnya bisa merusak permukaan.

    Kamu gak perlu membuat larutan terlalu pekat untuk mendapatkan hasil yang bersih. Justru larutan yang terlalu kuat bisa meninggalkan bau menyengat dan gak memberi hasil yang lebih baik. Setelah mengepel, pastikan lantai mendapatkan sirkulasi udara agar cepat kering.

  3. 3. Peras kain pel sebelum menyentuh lantai

    ilustrasi memeras alat pel
    ilustrasi memeras alat pel (magnific.com/magnific)

    Kain pel yang terlalu basah memang terlihat seperti bekerja lebih maksimal. Namun, terlalu banyak air bisa membuat kotoran berpindah dari satu area ke area lain. Sisa air juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering dan berpotensi meninggalkan bekas.

    Peras kain pel sampai lembap, bukan sampai menetes. Mulailah dari bagian paling bersih menuju area yang lebih kotor supaya kotoran gak tersebar kembali. Teknik sederhana ini penting saat mengepel lantai agar gak lengket setelah kering.

  4. 4. Ganti air pel saat mulai keruh

    ilustrasi mengganti air pel
    ilustrasi mengganti air pel (magnific.com/stockking)

    Air pel yang sudah keruh sebenarnya sedang membawa kotoran dari lantai sebelumnya. Kalau terus digunakan, kotoran tersebut akan kembali menempel ketika kain pel digerakkan. Akibatnya, lantai memang terlihat basah dan bersih sesaat, tetapi hasil akhirnya terasa kurang nyaman.

    Ganti air ketika warnanya mulai berubah atau terlihat banyak kotoran. Kamu juga bisa membagi proses mengepel berdasarkan area agar air gak cepat tercampur kotoran. Kebiasaan kecil ini membantu menjaga hasil akhir tetap bersih tanpa harus menambah banyak cairan pembersih.

  5. 5. Keringkan lantai untuk hasil lebih mengilap

    ilustrasi mengeringkan lantai
    ilustrasi mengeringkan lantai (magnific.com/zinkevych)

    Lantai yang dibiarkan basah terlalu lama lebih mudah memperlihatkan jejak kaki dan bekas air. Permukaan keramik juga bisa terlihat kusam ketika masih menyimpan sisa cairan pembersih. Karena itu, proses pengeringan gak kalah penting dari kegiatan mengepel.

    Buka jendela atau nyalakan kipas agar udara bergerak lebih cepat. Jika masih ada bagian yang terlihat basah, gunakan kain mikrofiber kering untuk mengangkat sisa air. Cara ini juga membantu merawat keramik rumah agar permukaannya tetap bersih tanpa lapisan residu.

    Lantai yang mengilap ternyata lebih banyak dipengaruhi teknik daripada banyaknya cairan pembersih. Kamu cukup memperhatikan takaran, kondisi kain pel, air yang digunakan, dan proses pengeringannya. Dengan kebiasaan yang tepat, lantai rumah bisa terasa lebih bersih, nyaman, dan gak lengket tanpa usaha berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More