ilustrasi berdiskusi tentang buku (pexels.com/cottonbro studio)
Tekanan dari komunitas pada akhirnya dapat membuat seseorang merasa perlu membangun citra sebagai pembaca yang ideal. Hal ini bisa terlihat dari keinginan untuk selalu membaca buku yang dianggap berkualitas, mengikuti tantangan membaca, mengetahui karya-karya terkenal, atau memiliki pengetahuan luas tentang sastra. Membaca yang awalnya dilakukan karena kesenangan kemudian dapat terasa seperti sesuatu yang harus dibuktikan kepada orang lain.
Padahal, menjadi pembaca tidak harus memenuhi satu standar tertentu. Ada orang yang membaca setiap hari, ada yang hanya membaca sesekali, dan ada pula yang memiliki periode panjang ketika tidak menyentuh buku sama sekali. Pengalaman tersebut tetap merupakan bagian dari perjalanan masing-masing. Komunitas literasi seharusnya menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan menemukan bacaan, bukan tempat untuk terus-menerus membuktikan siapa yang paling layak disebut pembaca.
Berada di komunitas literasi tidak berarti seseorang harus mengikuti semua kebiasaan atau standar yang berlaku di dalamnya. Target membaca, tren buku, diskusi mendalam, dan rekomendasi bacaan dapat menjadi hal positif selama tidak berubah menjadi tuntutan. Membaca tetap merupakan pengalaman personal, sehingga setiap orang berhak menemukan ritme dan selera bacaannya sendiri.