Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Alasan Membaca Buku Bisa Membantumu Lepas dari Layar

5 min read
7 Alasan Membaca Buku Bisa Membantumu Lepas dari Layar
ilustrasi menikmati waktu membaca buku (pexels.com/cottonbro studio)
  • Membaca buku fisik memberi jeda dari kebiasaan scrolling dan paparan layar, dengan mengarahkan perhatian pada satu bacaan tanpa perpindahan konten.
  • Buku membantu mengurangi gangguan notifikasi, melatih fokus pada satu aktivitas, serta memberi ruang dari banjir informasi digital yang terus bergerak.
  • Digital detox tidak harus ekstrem; membaca beberapa halaman pada waktu tertentu dapat menjadi rutinitas tenang untuk mengurangi waktu layar secara realistis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sehari-hari kita mungkin tidak bisa benar-benar lepas dari layar. Bangun tidur mengecek ponsel, bekerja di depan laptop, lalu kembali membuka media sosial atau menonton video saat punya waktu luang. Tanpa terasa, sebagian besar waktu kita dihabiskan dengan berpindah dari satu layar ke layar lainnya.

Di tengah rutinitas tersebut, membaca buku fisik bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengambil jeda. Bukan berarti harus meninggalkan gadget sepenuhnya, tetapi memberikan waktu bagi diri sendiri untuk melakukan aktivitas yang tidak melibatkan scrolling, notifikasi, atau perpindahan aplikasi. Lantas, apa yang membuat membaca buku bisa dianggap sebagai bentuk digital detox? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

  1. 1. Membuat tangan berhenti scrolling

    seorang wanita membaca buku
    ilustrasi seorang wanita membaca buku (pexels.com/Ánh Đặng)

    Scrolling sering dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Awalnya hanya ingin melihat satu unggahan atau video, tetapi beberapa menit kemudian kita sudah berpindah ke banyak konten lainnya. Membaca buku menawarkan aktivitas yang berbeda karena perhatian diarahkan pada satu objek dan satu bacaan dalam waktu tertentu.

    Ketika buku sudah berada di tangan, keinginan untuk terus menggulir layar juga bisa berkurang. Kamu tidak perlu mencari konten berikutnya karena halaman yang sedang dibaca sudah memberikan sesuatu untuk diikuti. Sederhana, tetapi cukup efektif untuk menciptakan jeda dari kebiasaan scrolling.

  2. 2. Memberi kesempatan pada mata untuk beristirahat dari layar

    seorang wanita membaca buku
    ilustrasi seorang wanita membaca buku (pexels.com/RF._.studio _)

    Laptop, smartphone, tablet, dan berbagai perangkat digital sudah menjadi bagian dari banyak aktivitas sehari-hari. Setelah bekerja di depan komputer, kita sering kali kembali menggunakan layar untuk hiburan. Membaca buku fisik bisa menjadi salah satu alternatif ketika ingin mengurangi waktu menatap layar.

    Tentu, membaca buku bukan berarti otomatis membuat mata bebas lelah. Namun, mengganti sebagian waktu yang biasanya digunakan untuk menonton atau scrolling dengan aktivitas non-layar dapat membantu mengurangi ketergantungan pada perangkat digital. Kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca beberapa halaman sambil duduk dengan nyaman.

  3. 3. Mengurangi godaan notifikasi

     seorang wanita membaca buku
    ilustrasi seorang wanita membaca buku (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Salah satu hal yang membuat smartphone sulit ditinggalkan adalah notifikasi. Pesan masuk, email, komentar, atau pemberitahuan aplikasi bisa membuat perhatian berpindah meskipun awalnya kita sedang melakukan aktivitas lain. Dalam lingkungan digital, berbagai gangguan seperti ini memang dapat menginterupsi proses membaca dan memengaruhi perhatian.

    Membaca buku fisik memberikan pilihan yang lebih sederhana, yakni letakkan ponsel sedikit lebih jauh dan fokus pada buku. Kamu juga bisa mengaktifkan mode jangan ganggu selama membaca. Dengan begitu, waktu membaca benar-benar bisa menjadi ruang kecil yang bebas dari bunyi dan getaran notifikasi.

  4. 4. Melatih diri menikmati satu aktivitas dalam satu waktu

    seorang wanita membaca buku
    ilustrasi seorang wanita membaca buku (pexels.com/Ánh Đặng)

    Kebiasaan digital membuat multitasking terasa sangat mudah. Kita bisa membaca artikel sambil membuka chat, mendengarkan video sambil scrolling, atau berpindah aplikasi hanya karena merasa bosan beberapa detik. Padahal, berbagai gangguan perhatian dapat membuat proses membaca di lingkungan digital menjadi kurang optimal.

    Membaca buku fisik bisa menjadi latihan sederhana untuk melakukan satu hal dalam satu waktu. Kamu membaca halaman demi halaman tanpa harus berpindah aplikasi atau mengecek sesuatu setiap beberapa menit. Dari kebiasaan kecil ini, membaca bisa terasa seperti kesempatan untuk memperlambat ritme aktivitas sehari-hari.

  5. 5. Memberi jeda dari banjir informasi

    menikmati waktu membaca buku
    ilustrasi menikmati waktu membaca buku (pexels.com/Toàn Văn)

    Tidak semua yang muncul di layar harus kita konsumsi. Setiap kali membuka media sosial, kita bisa menemukan berita, opini, video, iklan, hingga berbagai informasi lain dalam waktu yang sangat singkat. Kalau dilakukan terus-menerus, aktivitas tersebut bisa membuat waktu santai tetap terasa penuh dengan berbagai stimulus.

    Membaca buku menawarkan pengalaman yang lebih terarah. Kamu memilih satu cerita atau satu topik dan mengikutinya secara bertahap. Tidak ada feed yang terus bergerak atau konten baru yang muncul setiap beberapa detik, sehingga perhatian punya kesempatan untuk menetap lebih lama pada satu hal.

  6. 6. Mengubah waktu luang menjadi aktivitas yang lebih disengaja

    membaca buku di dekat jendela
    ilustrasi membaca buku di dekat jendela (pexels.com/Anna Shvets)

    Coba perhatikan apa yang biasanya kamu lakukan ketika sedang menunggu sesuatu atau memiliki waktu kosong selama 15 menit. Kalau jawabannya otomatis membuka smartphone, membaca buku bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba.

    Kamu tidak perlu langsung membuat aturan digital detox yang ekstrem. Cukup tentukan satu momen tertentu, misalnya membaca 10 halaman setelah makan malam atau selama 20 menit sebelum tidur. Dengan cara ini, waktu tanpa layar terasa lebih realistis dan tidak seperti sebuah tantangan yang harus dijalani secara ketat.

  7. 7. Membantu menciptakan suasana istirahat yang lebih tenang

    seorang wanita membaca buku sambil minum teh
    ilustrasi seorang wanita membaca buku sambil minum teh (pexels.com/cottonbro studio)

    Membaca juga bisa menjadi bagian dari ritual untuk mengakhiri hari. Setelah pekerjaan selesai, lampu kamar dibuat lebih nyaman, minuman favorit disiapkan, lalu smartphone diletakkan sementara agar perhatian bisa beralih ke buku.

    Rutinitas sederhana seperti ini membuat membaca bukan hanya soal menyelesaikan halaman, tetapi juga menciptakan suasana yang berbeda dari aktivitas digital sepanjang hari. Kamu punya kesempatan untuk duduk lebih tenang dan menikmati waktu tanpa harus terus mengikuti apa yang sedang terjadi di dunia online.

    Digital detox tidak selalu berarti harus menghilangkan smartphone, media sosial, atau internet sepenuhnya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut tentu tidak selalu realistis. Yang lebih penting adalah memberi diri sendiri kesempatan untuk berhenti sejenak dari layar dan memilih aktivitas lain yang lebih disengaja.

    Membaca buku bisa menjadi salah satu cara paling sederhana untuk memulainya. Tidak perlu langsung membaca berjam-jam atau membuat aturan yang ketat. Cukup sisihkan sedikit waktu untuk meletakkan ponsel, mengambil buku, dan menikmati beberapa halaman tanpa distraksi. Dari kebiasaan kecil tersebut, waktu tanpa layar mungkin terasa jauh lebih mudah untuk dinikmati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More