Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tips agar Tidak Stres Melihat Berita Peluang Perang Dunia Ketiga
ilustrasi pesawat tempur (pexels.com/Emre Ayata)
  • Berita serangan AS dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran publik akan potensi perang dunia ketiga, membuat banyak orang merasa cemas dan stres akibat paparan informasi yang berlebihan.
  • Artikel ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dengan membatasi konsumsi berita, menjauhi obrolan penuh kecemasan, serta tetap fokus pada aktivitas sehari-hari yang positif.
  • Dianjurkan juga untuk mengatur keuangan secara bijak dan berkonsultasi ke psikolog bila rasa cemas tak kunjung reda, agar keseimbangan hidup tetap terjaga di tengah situasi global yang tegang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu mengikuti pemberitaan seputar serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran? Mungkin awalnya dirimu gak sengaja mencari beritanya. Namun, masifnya pemberitaan membuatnya muncul begitu saja di beranda media sosialmu terus-menerus.

Kabar itu diikuti dengan kekhawatiran akan terjadinya perang dunia ketiga. Kamu mulai tidak tenang. Situasi konflik di luar negeri memang dapat berpengaruh ke dalam negeri. Apalagi bila sampai terjadi perang dunia ketiga. Rasa stresmu terus bertambah dari hari ke hari.

Dirimu juga seperti tak bisa berhenti sebentar saja dari mengonsumsi berita-berita terbaru seputar kondisi di Iran, pernyataan sikap para petinggi di sana, serta reaksi negara-negara lain. Selain kepala terasa penuh, suasana hati juga ikut muram. Ketegangan psikismu mesti segera diturunkan. Berikut lima caranya.

1. Stop dulu dari mengaksesnya

ilustrasi stres melihat medsos (pexels.com/Alex Green)

Pembatasan akses ke konten-konten serangan AS-Israel ke Iran dan potensi perang dunia ketiga harus segera dilakukan. Kalau bisa, kamu tidak sering membuka media sosial. Sebab kerap kali berita tentangnya tahu-tahu muncul.

Dirimu sudah merasa gak nyaman, tetapi juga tak dapat begitu saja melewatkannya. Perhatianmu seperti tersita ke hal tersebut. Apabila kamu sedang menyaksikan berita televisi, biasanya pembawa berita memberitahukan kabar selanjutnya sebelum jeda iklan.

Jika berita berikutnya seputar perang, langsung pindah saluran dulu. Gak apa-apa kamu tak tahu setiap hal yang terjadi di luar sana. Terpenting secara mental kamu aman. Toh, kamu tahu banyak mengenai hal tersebut juga tidak bisa berbuat apa-apa.

2. Ingat bahwa Indonesia jauh dari pusat konflik

ilustrasi seru-seruan (pexels.com/Heru Dharma)

Pemberitaan yang masif dan terus-menerus membuat titik konflik terasa dekat sekali dari Indonesia. Belum lagi empatimu seketika tergugah. Berempati pada negara lain tentu baik. Akan tetapi, jika itu sudah terlalu memengaruhi psikismu secara negatif maka harus diatasi.

Berpikirlah secara praktis. Seperti dari segi jarak, kawasan Timur Tengah jauh dari Indonesia. Beda halnya dengan bila pusat konflik ada di negara-negara tetangga. Indonesia juga tidak terlibat dalam permasalahan AS-Israel dengan Iran.

Kamu bisa melanjutkan hidupmu senormal biasanya. Lihat orang-orang di sekitarmu yang masih beraktivitas normal. Jangan seakan-akan dirimu membawa bayang-bayang pertikaian antarnegara tersebut ke dunia nyatamu.

3. Kalaupun ada pengaruh, percaya tidak terlalu besar

ilustrasi melihat media sosial (pexels.com/Eren Li)

Memang setiap gejolak politik dan keamanan yang terjadi di luar negeri dapat berpengaruh ke situasi dalam negeri. Misalnya, terkait pasokan energi yang terhambat sehingga harga bahan bakar di tanah air melonjak. Bila harga bahan bakar naik, semua kebutuhan ikut naik.

Akan tetapi, hindari overthinking dan reaksi panik berlebihan. Seperti Indonesia akan mengalami krisis pangan. Semua stok bahan makanan habis diborong, perbankan berhenti beroperasi, tidak bisa bekerja, dan sebagainya.

Indonesia negara yang kaya. Pertanian, perkebunan, serta perikanan sangat kuat. Tanpa mengurangi rasa empati pada masyarakat di negara terdampak, faktanya sampai hari ini pun kamu masih bisa belanja dengan normal dan makan enak. Tidak perlu cemas berlebihan.

4. Jauhi tongkrongan yang gemar membahasnya

ilustrasi bangunan hancur (pexels.com/Ahmed akacha)

Awalnya mungkin kamu merasa seru berada di tengah mereka. Dirimu menjadi tidak ketinggalan informasi terkini seputar situasi internasional. Namun, pembahasan yang terus-menerus tentang potensi perang dunia ketiga bakal membuatmu tambah cemas.

Hanya karena orang-orang di lingkunganmu selalu membicarakannya, perang dunia ketiga seperti telah bisa dipastikan. Walaupun sekarang sejumlah negara terlibat ketegangan, tentu mereka juga berhitung ulang kalau sampai pecah perang dunia ketiga. Mereka tahu sejarah.

Perang dunia satu dan dua masih menjadi sejarah kelam yang diharapkan tidak terulang. Negara sekaya apa pun hari ini pasti tak sembarangan mau mengorbankan segalanya demi pertempuran sedahsyat itu. Menjauhlah dulu dari orang-orang yang bersemangat sekali membicarakannya daripada kamu tambah takut.

5. Menyibukkan diri sambil mengantisipasi dari segi keuangan

ilustrasi pengemudi (pexels.com/Danang DKW)

Kesibukan juga salah satu obat untuk menghilangkan kecemasan akibat pikiran ke mana-mana. Saat kamu sibuk, dirimu akan memusatkan perhatian ke satu kegiatan dalam satu waktu. Setelah itu beres, kamu segera beralih ke aktivitas berikutnya.

Tidak ada kelonggaran waktu dan pikiran untukmu memikirkan hal-hal yang gak berkaitan langsung denganmu. Seperti konflik antarnegara. Dirimu sebatas mengetahuinya, tetapi tidak memikirkannya lebih lanjut. Tentu selain menyibukkan diri, kamu juga perlu menyiapkan sisi finansial.

Minimal buat mengantisipasi kalau-kalau ketegangan di Timur Tengah betul-betul membuat harga bahan bakar serta kebutuhan lain lebih mahal. Dirimu dapat memangkas pengeluaran yang kurang penting dan menabungnya. Sebagian dalam bentuk tabungan biasa dan sebagian lagi emas agar nilainya lebih tahan bahkan meroket ketika terjadi krisis.

6. Konsultasi jika rasa cemas tak juga berkurang

ilustrasi layanan masalah depresi (pexels.com/Ron Lach)

Bila lima cara di atas sudah dilakukan dan kamu masih saja merasa stres, jangan ragu buat berkonsultasi ke psikolog. Mungkin ada hal-hal lain yang membuat kecemasanmu tak kunjung berkurang. Seperti keadaanmu sekarang saja kurang baik.

Dirimu menjadi sangat khawatir situasi hidupmu tambah gak keruan saat konflik di Timur Tengah membesar dan memengaruhi dalam negeri. Seperti dari saat ini kamu masih dapat makan sederhana menjadi gak bisa makan sama sekali. Ketakutan-ketakutanmu perlu diluruskan oleh ahlinya.

Berita serangan AS dan Israel ke Iran tengah menarik perhatian masyarakat dunia. Kamu perlu tahu, tetapi juga tidak menenggelamkan diri sampai aktivitas terkendala dan mental terganggu. Cukup tahu saja dan biarkan para pemimpin negara yang mengambil tindakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team