Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Isu World War 3, Catat!

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Isu World War 3, Catat!
Ilustrasi jalan-jalan di taman (pexels.com/Mizuno K)

Isu Perang menimbulkan keresahan atau kecemasan bagi sebagian orang. Ini adalah reaksi yang umum dan wajar ketika suatu wilayah tengah mengalami konflik atau krisis. Peningkatan kecemasan selama perang atau konflik bersenjata terbukti meningkatkan stres, hal ini dipaparkan dalam publikasi Harvard Health Publishing.

Gejala yang muncul akibat terjadinya kecemasan perang adalah jantung berdebar lebih kencang, mual, pusing, serta berbagai tanda lainnya. Bagi sebagian orang kecemasan juga muncul dalam bentuk kekhawatiran yang membuat sulit tidur, gelisah, serba was-was dan mimpi buruk. Terapkan beberapa langkah di bawah ini untuk menjaga kesehatan mental pada saat isu World War 3 ramai dibicarakan dan mulai mengganggu pikiranmu!

Table of Content

1. Membatasi paparan media sosial

1. Membatasi paparan media sosial

ilustrasi membaca berita (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi membaca berita (pexels.com/Karolina Grabowska)

Paparan media atau informasi yang begitu masif dapat berdampak serius terhadap emosional dan mempengaruhi pikiran negatif. Dr Stephanie Collie, psikiater di McLean Hospital menyarankan agar kebiasaan mengecek berita secara terus-menerus dapat mengurangi kecemasan akan perang. Hal ini diterangkan oleh Stephanie dalam publikasi di Harvard Health Publishing.

Dalam situasi seperti ini, berbagai pihak bebas melaporkan atau berbagi pandangannya terkait isu perang. Untuk itu, pengguna menjadi kelelahan dan stres sebab terus-menerus membayangkan situasi yang sangat mencekam.

Stephanie menganjurkan agar membatasi penggunaan media sosial hanya 30 menit selama sehari. Lakukan aktivitas lain agar tidak bergantung dengan media sosial. Selain itu, hindari paparan media sosial sebelum tidur agar mengurangi pikiran negatif yang dapat memicu munculnya mimpi buruk.

2. Menjalin hubungan dengan orang lain

ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja (freepik.com/freepik)
ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja (freepik.com/freepik)

Berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain akan menurunkan rasa tidak berdaya sehingga menimbulkan perasaan aman. Jika merasa cemas dengan krisis atau konflik yang terjadi, cobalah diskusikan isu tersebut dengan teman. Mengungkapkan isi pikiran dan perasaan dapat membantu meregulasi emosi.

Menjalin hubungan dengan orang lain juga dapat mengembangkan rasa kasih sayang. Cobalah untuk meningkatkan keakraban dan kehangatan dengan keluarga atau teman, sebab kecemasan terkait perang dapat memicu kemarahan. Sementara kemarahan bisa diarahkan dengan mengembangkan perasaan sayang.

3. Perbanyak aktivitas outdoor atau di alam

ilustrasi jalan-jalan bareng hewan peliharaan (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi jalan-jalan bareng hewan peliharaan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Mengurangi paparan media sosial dapat dilakukan dengan menambah aktivitas fisik, misalnya berolahraga atau berjalan-jalan di outdoor. Berdasarkan riset dalam jurnal "Effects of Walking in a Forest on Young Women", meluangkan waktu selama 15 menit saja di alam, dapat menghilangkan stres dan kecemasan.

Jika kamu mengalami kecemasan, cobalah untuk meningkatkan aktivitas fisik demi menekan perasaan gelisah yang intens. Jalan-jalan santai, yoga, olahraga di dalam ruangan, mungkin bisa kamu coba untuk mengurangi dampak emosional yang kurang stabil.

Namun, apabila kecemasan terus meningkat cobalah untuk mendapatkan bantuan profesional dari psikolog maupun tenaga ahli lainnya. Di tengah situasi yang tidak menentu, langkah ini dianggap bijak untuk mengurangi tekanan emosional dalam diri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us