5 Tips Menghemat Listrik di Kos agar Tagihan Nggak 'Nge-gas' Lagi!

- Manfaatkan pencahayaan alami dan lampu LED
- Cabut kabel dari stop kontak saat tidak digunakan
- Optimalkan penggunaan kipas angin dan AC
Hidup di kos memang punya tantangan tersendiri, terutama soal pengelolaan keuangan. Salah satu pengeluaran yang sering bikin kantong jebol adalah tagihan listrik. Apalagi jika kita sering menggunakan berbagai peralatan elektronik tanpa perhitungan. Tagihan yang membengkak tentu bisa mengganggu rencana keuangan bulanan. Oleh karena itu, menerapkan tips menghemat listrik adalah solusi cerdas yang wajib dicoba.
1. Manfaatkan pencahayaan alami dan lampu LED

Manfaatkan sinar matahari di siang hari sebagai sumber pencahayaan utama. Bukalah jendela dan tirai lebar-lebar agar cahaya bisa masuk maksimal. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada lampu listrik.
Gantilah semua lampu di kamar kos dengan jenis LED. Lampu LED jauh lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar atau neon. Selain awet, lampu LED juga menghasilkan panas yang lebih sedikit.
2. Cabut kabel dari stop kontak saat tidak digunakan

Banyak peralatan elektronik masih mengonsumsi listrik meski dalam keadaan standby. Contohnya adalah charger ponsel, laptop, atau televisi yang tetap dipasang. Daya listrik yang terpakai ini sering disebut sebagai 'phantom load'.
Biasakan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah selesai digunakan. Gunakan stop kontak dengan saklar untuk mempermudah mematikan beberapa peralatan sekaligus. Kebiasaan sederhana ini bisa menekan pemborosan listrik secara signifikan.
3. Optimalkan penggunaan kipas angin dan AC

Jika menggunakan AC, atur suhu pada kisaran 24-25 derajat Celsius. Suhu ini sudah cukup dingin dan tidak membuat kompresor AC bekerja terlalu keras. Pastikan juga jendela dan pintu kamar tertutup rapat saat AC menyala.
Untuk sirkulasi udara yang baik, kombinasikan AC dengan kipas angin. Kipas angin akan mendorong udara dingin agar menyebar lebih merata ke seluruh ruangan. Dengan begitu, kamu tidak perlu menurunkan suhu AC lebih rendah lagi.
4. Gunakan peralatan elektronik secara bijak

Masak air dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, jangan berlebihan. Memanaskan air dalam jumlah besar membutuhkan daya listrik yang besar pula. Gunakan ketel listrik yang efisien dan tutup panci saat memasak air.
Hindari kebiasaan menonton televisi atau mendengarkan musik hingga tertidur. Manfaatkan fitur timer atau sleep timer pada perangkat elektronik kamu. Matikan juga perangkat seperti komputer dan gaming console sepenuhnya, bukan sekadar sleep mode.
5. Bijak gunakan water heater agar tagihan listrik tidak melejit

Water heater atau pemanas air adalah penyumbang listrik terbesar di kamar mandi. Gunakanlah dengan durasi singkat, cukup 5-10 menit untuk membasuh tubuh. Pastikan untuk mematikannya segera setelah selesai agar tidak terus memanaskan air secara percuma.
Hemat juga air dengan membasuh tubuh dalam satu sesi tanpa jeda. Jangan biarkan keran menyala terus saat sedang menyabuni tubuh. Dengan kebiasaan ini, kamu bisa menikmati air hangat tanpa khawatir tagihan listrik melonjak.
Hemat listrik itu ternyata soal kebiasaan aja, kok. Mulai dari hal kecil yang bisa kamu kontrol, seperti cabut charger. Nikmati aja prosesnya, sambil lihat tagihan listrikmu pelan-pelan turun!



















