Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menghemat Listrik di Kos agar Tagihan Nggak 'Nge-gas' Lagi!

ilustrasi hemat listrik
ilustrasi hemat listrik (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Manfaatkan pencahayaan alami dan lampu LED
  • Cabut kabel dari stop kontak saat tidak digunakan
  • Optimalkan penggunaan kipas angin dan AC
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hidup di kos memang punya tantangan tersendiri, terutama soal pengelolaan keuangan. Salah satu pengeluaran yang sering bikin kantong jebol adalah tagihan listrik. Apalagi jika kita sering menggunakan berbagai peralatan elektronik tanpa perhitungan. Tagihan yang membengkak tentu bisa mengganggu rencana keuangan bulanan. Oleh karena itu, menerapkan tips menghemat listrik adalah solusi cerdas yang wajib dicoba.

1. Manfaatkan pencahayaan alami dan lampu LED

ilustrasi lampu LED
ilustrasi lampu LED (freepik.com/macrovector)

Manfaatkan sinar matahari di siang hari sebagai sumber pencahayaan utama. Bukalah jendela dan tirai lebar-lebar agar cahaya bisa masuk maksimal. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada lampu listrik.

Gantilah semua lampu di kamar kos dengan jenis LED. Lampu LED jauh lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar atau neon. Selain awet, lampu LED juga menghasilkan panas yang lebih sedikit.

2. Cabut kabel dari stop kontak saat tidak digunakan

ilustrasi mencabut kabel dari stop kontak
ilustrasi mencabut kabel dari stop kontak (freepik.com/rawpixel.com)

Banyak peralatan elektronik masih mengonsumsi listrik meski dalam keadaan standby. Contohnya adalah charger ponsel, laptop, atau televisi yang tetap dipasang. Daya listrik yang terpakai ini sering disebut sebagai 'phantom load'.

Biasakan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah selesai digunakan. Gunakan stop kontak dengan saklar untuk mempermudah mematikan beberapa peralatan sekaligus. Kebiasaan sederhana ini bisa menekan pemborosan listrik secara signifikan.

3. Optimalkan penggunaan kipas angin dan AC

ilustrasi mengatur suhu ac
ilustrasi mengatur suhu ac (freepik.com/shayne_ch13)

Jika menggunakan AC, atur suhu pada kisaran 24-25 derajat Celsius. Suhu ini sudah cukup dingin dan tidak membuat kompresor AC bekerja terlalu keras. Pastikan juga jendela dan pintu kamar tertutup rapat saat AC menyala.

Untuk sirkulasi udara yang baik, kombinasikan AC dengan kipas angin. Kipas angin akan mendorong udara dingin agar menyebar lebih merata ke seluruh ruangan. Dengan begitu, kamu tidak perlu menurunkan suhu AC lebih rendah lagi.

4. Gunakan peralatan elektronik secara bijak

ilustrasi main laptop di kasur
ilustrasi main laptop di kasur (freepik.com/freepik)

Masak air dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, jangan berlebihan. Memanaskan air dalam jumlah besar membutuhkan daya listrik yang besar pula. Gunakan ketel listrik yang efisien dan tutup panci saat memasak air.

Hindari kebiasaan menonton televisi atau mendengarkan musik hingga tertidur. Manfaatkan fitur timer atau sleep timer pada perangkat elektronik kamu. Matikan juga perangkat seperti komputer dan gaming console sepenuhnya, bukan sekadar sleep mode.

5. Bijak gunakan water heater agar tagihan listrik tidak melejit

ilustrasi mandi
ilustrasi mandi (freepik.com/freepik)

Water heater atau pemanas air adalah penyumbang listrik terbesar di kamar mandi. Gunakanlah dengan durasi singkat, cukup 5-10 menit untuk membasuh tubuh. Pastikan untuk mematikannya segera setelah selesai agar tidak terus memanaskan air secara percuma.

Hemat juga air dengan membasuh tubuh dalam satu sesi tanpa jeda. Jangan biarkan keran menyala terus saat sedang menyabuni tubuh. Dengan kebiasaan ini, kamu bisa menikmati air hangat tanpa khawatir tagihan listrik melonjak.

Hemat listrik itu ternyata soal kebiasaan aja, kok. Mulai dari hal kecil yang bisa kamu kontrol, seperti cabut charger. Nikmati aja prosesnya, sambil lihat tagihan listrikmu pelan-pelan turun!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Penting Meminta Maaf kepada Anak?

07 Jan 2026, 23:54 WIBLife