Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Pakai Layanan Pesan Antar saat Ramadan biar Gak Boncos
ilustrasi belanja online (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Artikel membahas kebiasaan meningkatnya penggunaan layanan pesan antar selama Ramadan dan dampaknya terhadap pengeluaran harian yang bisa membengkak jika tidak dikontrol dengan bijak.
  • Ditekankan pentingnya menggunakan layanan pesan antar hanya saat kondisi tubuh kurang fit atau waktu sangat terbatas, agar tetap efisien tanpa mengorbankan kesehatan maupun keuangan.
  • Disarankan memilih resto terdekat, memesan sekaligus untuk buka dan sahur, serta memanfaatkan paket hemat agar ongkir dan biaya makan tetap terkendali sepanjang bulan puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di awal bulan Ramadan, mungkin kamu masih bersemangat setiap hari berbelanja makanan atau bahan makanan sendiri. Bisa sekalian ngabuburit daripada bengong di rumah. Namun, seiring waktu kondisi tubuh makin lemah.

Puasa maraton bikin kesehatan tak menentu. Apalagi kalau cuaca sedang tidak bersahabat dan berubah-ubah. Ada pula penurunan selera makan yang sangat besar. Belum lagi lalu lintas kian padat mendekati Lebaran nanti.

Godaan untukmu menggunakan aplikasi pesan antar menjadi sangat kuat. Dirimu tinggal memilih menu, membayar, dan pesanan tiba di rumah. Namun, terlalu sering memakai layanan ini tentu menguras isi dompet. Bisa-bisa bujet makan selama Ramadan 2 kali bulan lainnya. Gunakan lima tips pakai layanan pesan antar saat Ramadan biar gak boncos sekaligus keuanganmu berjalan lebih sehat.

1. Cuma beli makanan online saat kamu kurang sehat buat belanja sendiri

ilustrasi menikmati makanan (pexels.com/RDNE Stock project)

Seperti disinggung di awal artikel, staminamu bisa naik dan turun selama bulan puasa. Terkadang kamu merasa baik-baik saja dari sahur sampai siang. Namun, di sore hari, tahu-tahu lemah bukan main.

Atau sebaliknya, rencanamu berbuka di luar kandas karena begitu di rumah minum air putih saja langsung mual dan muntah. Dalam situasi-situasi seperti di atas, layanan pesan antar amat membantu. Tak usah berpikir dua kali buatmu memakainya.

Daripada dirimu nekat keluar cuma buat beli makanan atau bahan makanan yang tidak seberapa, tapi tubuh makin gak keruan. Akan tetapi, saat badan cukup fit tetap utamakan belanja sendiri daripada secara online. Khususnya untuk makanan siap santap yang harganya selisih banyak saat dibeli secara daring.

2. Atau, terlalu sibuk sampai menabrak waktu berbuka

ilustrasi beli makanan online (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Kebanyakan pekerja pulang lebih awal selama Ramadan. Namun, karyawan sif gak bisa begitu. Boleh jadi menjelang buka puasa malah baru masuk kerja. Di rumah tidak sempat membuat bekal. Atau, waktu berbuka 2 jam sebelum jadwal pulangnya.

Begitu pula untukmu yang masih harus lembur. Minum doang tentu gak cukup. Tenaga harus segera diisi dengan makanan berat yang bergizi. Jangan sampai kamu terlambat makan sekalipun puasa sudah dibatalkan.

Dirimu mesti gercep memesan makanan secara online. Bahkan sebaiknya minimal satu jam sebelum waktu berbuka biar proses antre di rumah makan dan pengantaran tidak terlalu lama. Ada pengeluaran ekstra untuk memakai layanan ini, tetapi manfaatnya besar buatmu.

3. Pilih rumah makan yang dekat biar ongkirnya hemat

ilustrasi beli jus online (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kalau kamu gak mau bayar ongkir terlalu banyak, mau tak mau pilihan jadi lebih terbatas. Hindari memesan dari rumah makan yang lokasinya terlalu jauh. Meski harga menu relatif terjangkau, biaya pengirimannya bisa hampir menyamai bahkan melebihi harga makanan yang dipesan.

Dengan keterbatasan jarak demi dapat ongkir murah, pastinya juga berpengaruh pada menu yang dapat dipilih. Berpuaslah dengan menu-menu yang ditawarkan rumah makan dalam radius 1 sampai 3 kilometer. Jangan terlalu mengejar kepuasan lidah, tetapi lokasi resto sangat jauh.

Apabila lokasi rumah makan dekat, seperti sekitar 1 kilometer, malah mungkin mendapat gratis ongkir. Hitung-hitung kamu melariskan pedagang di sekitar. Sayang, kan, bila pengeluaran menjadi 2 kali lipat karena ongkirnya mahal?

4. Beli makanan sekalian buat sahur

ilustrasi beli makanan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kamu beli makanan cuma seporsi atau dua porsi, ongkirnya sama. Bila pas dapat gratis ongkir tentu gak apa-apa beli seporsi saja. Apalagi jika gratis ongkir berlaku tanpa minimal belanja.

Namun, kalau tidak ada gratis ongkir, lebih baik beli lebih dari seporsi. Kamu bisa memesan makanan sekalian untuk berbuka dan sahur di satu rumah makan. PR-nya adalah jangan sampai dirimu bosan dengan rasanya.

Itu sebabnya kamu mesti pandai memilih rumah makan. Pilih resto yang menyediakan menu beragam. Misal, buat buka puasa, dirimu membeli menu vegetarian seperti gado-gado. Menu sahurnya ayam goreng dan lalapan. Untukmu yang indekos juga dapat pesan bareng teman dan patungan ongkir.

5. Pilih paket bukber atau lauk saja biar ekonomis

ilustrasi beli makanan online (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Cara lain supaya pengeluaran tidak membengkak meski sesekali jajan online adalah memilih menu secara selektif. Menu paket biasanya lebih murah beberapa ribu rupiah daripada dibeli secara terpisah. Apalagi paket buka puasa yang memang disiapkan untuk menarik minat orang-orang yang hendak berbuka.

Penjual memanfaatkan momen Ramadan yang hanya sebulan untuk meraup lebih banyak keuntungan. Bukan dengan menetapkan laba setinggi mungkin. Laba malah dikurangi sedikit, tapi jumlah penjualan dikejar.

Selain membeli menu paket berbuka, dirimu juga dapat memesan lauk dan sayurnya saja. Terutama kalau perbedaan harga lauk serta sayur saja dengan nasi cukup signifikan. Misalnya, tanpa nasi lebih murah 6 ribu rupiah. Padahal, harga beras per kilo cuma 15 sampai 16 ribu rupiah bisa jadi banyak porsi.

Beli makanan dengan layanan pesan antar bisa karena kebutuhan, sekadar malas keluar, atau menuruti dorongan hawa nafsu yang gak ada habisnya. Namun, demi kesehatan keuanganmu selama Ramadan, jangan asal klik dan gunakan tips pakai layanan pesan antar saat Ramadan biar gak boncos. Tahan diri dan lihat manfaatnya di akhir bulan puasa nanti. Kamu bakal masih punya cukup banyak uang buat hal-hal lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team