Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Persahabatan Gak Retak meski Dukung Beda Negara di Pildun 2026

5 Tips Persahabatan Gak Retak meski Dukung Beda Negara di Pildun 2026
Ilustrasi penonton sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)
Share Article

Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah. Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta, euforia pendukung sepak bola dari berbagai belahan dunia dipastikan semakin meriah. Di media sosial, grup pertemanan, hingga lingkungan kerja, perdebatan soal tim favorit pasti akan semakin sering terjadi.

Namun, dukungan terhadap negara yang berbeda terkadang bisa memicu konflik kecil yang tidak perlu. Berikut beberapa tips agar pertemanan tetap sehat meski mendukung beda negara di Piala Dunia 2026.

1. Ingat bahwa persahabatan lebih penting daripada hasil pertandingan

ilustrasi suporter sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)
ilustrasi suporter sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)

Ketika tim favorit menang atau kalah, emosi memang sering ikut terbawa. Namun penting untuk menyadari bahwa pertandingan hanya berlangsung selama 90 menit, sementara persahabatan bisa bertahan bertahun-tahun.

“Rasa memiliki yang sejati tidak mengharuskanmu untuk mengubah siapa dirimu; itu mengharuskanmu untuk menjadi dirimu sendiri,” quotes dari Dr. Brené Brown, psikolog dan peneliti hubungan sosial dalam Goodreads.

Jadi, hubungan yang sehat tidak menuntut seseorang untuk memiliki pandangan atau pilihan yang sama. Perbedaan justru bisa tetap berjalan berdampingan dengan rasa saling menghormati.

2. Batasi candaan yang bersifat personal

ilustrasi suporter English Premier League (EPL) (unsplash.com/@yer_a_wizard)
ilustrasi suporter English Premier League (EPL) (unsplash.com/@yer_a_wizard)

Rivalitas dalam sepak bola memang identik dengan saling meledek. Namun ada perbedaan besar antara candaan sehat dan serangan yang bersifat pribadi. Ketika ejekan mulai menyangkut karakter, keluarga, atau kehidupan pribadi seseorang, tentu suasananya bisa berubah menjadi tidak nyaman.

Karena itu, jika ingin bercanda soal sepak bola, fokuslah pada pertandingan, statistik, atau performa tim. Hindari komentar yang menyerang harga diri teman atau bersifat personal hanya karena negara dukungannya kalah.

3. Fokus pada kesamaan sebagai sesama pencinta sepak bola

Ilustrasi nobar. (unsplash.com/Gustavo Ferreira)
Ilustrasi nobar. (unsplash.com/Gustavo Ferreira)

Banyak orang lupa bahwa meskipun mendukung negara berbeda, mereka sebenarnya berada dalam komunitas yang sama, yaitu pecinta sepak bola. Kesamaan ini jauh lebih besar daripada perbedaan pilihan tim. Dengan menyadari ini, Piala Dunia harusnya juga bisa mempererat hubungan jika orang mengingat bahwa mereka sama-sama memiliki identitas sebagai penggemar sepak bola.

Alih-alih memperbesar rivalitas, cobalah menikmati pertandingan bersama. Diskusi tentang taktik, pemain favorit, atau momen terbaik turnamen sering kali menghasilkan percakapan yang lebih menyenangkan dibanding perdebatan soal siapa yang paling unggul.

4. Jangan terlalu larut dalam fanatisme

Ilustrasi nonton bola (pexels.com/Vitaly Gariev)
Ilustrasi nonton bola (pexels.com/Vitaly Gariev)

Menjadi pendukung setia bukanlah masalah. Namun fanatisme yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit menerima pendapat berbeda. Ketika semua kritik terhadap tim favorit dianggap sebagai serangan pribadi, hubungan sosial bisa terganggu.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga perspektif. Menang atau kalah adalah bagian dari olahraga. Tidak ada tim yang selalu juara, dan tidak ada pendukung yang harus selalu benar. Jadi penting juga untuk lebih toleran dengan kritik.

5. Rayakan sepak bola, bukan permusuhan

Ilustrasi penonton sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)
Ilustrasi penonton sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)

Esensi terbesar Piala Dunia adalah kebersamaan. Turnamen ini mempertemukan berbagai budaya, bahasa, dan latar belakang dalam satu panggung yang sama. Jika para pemain bisa saling bertukar jersey setelah bertanding, para penggemar pun seharusnya bisa saling menghormati.

Penelitian mengenai psikologi fandom menunjukkan bahwa menjadi bagian dari komunitas penggemar dapat meningkatkan rasa memiliki dan koneksi sosial. Dr. Laurel Steinberg, psikolog dari Columbia University, menjelaskan bahwa komunitas penggemar membantu seseorang merasa terhubung dengan orang lain yang memiliki minat serupa.

"Terhubung dengan orang lain melalui minat dan hobi yang sama baik untuk kesehatan mental dan emosional karena membantu menciptakan rasa aman seperti persaudaraan atau keluarga. Secara umum juga menyenangkan untuk merencanakan dan bersemangat tentang sesuatu bersama orang lain, dan memberi mereka topik pembicaraan yang mereka tahu akan selalu diterima dengan baik,” jelas Steinberg kepada Teen Vogue.

Oleh karena itu, jadikan Piala Dunia sebagai kesempatan mempererat hubungan. Nonton bareng, membuat prediksi pertandingan, atau sekadar berbagi antusiasme bisa menjadi pengalaman yang lebih berharga daripada sekadar membuktikan siapa yang benar dalam mendukung sebuah tim.

Piala Dunia 2026 akan menghadirkan banyak momen emosional. Semua itu merupakan bagian dari keindahan sepak bola yang dinikmati jutaan orang di seluruh dunia. Namun persahabatan yang tetap utuh meski berbeda dukungan, bisa menjadi kemenangan yang jauh lebih berharga.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Apa Itu Courthouse Wedding? Pernikahan Sipil ala Dua Lipa!

08 Jun 2026, 16:03 WIBLife