Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tradisi Unik Bangunin Sahur di Berbagai Negara, India sampai Albania
ilustrasi masakan sahur (unsplash.com/Designwala)
  • Berbagai negara memiliki tradisi unik membangunkan sahur, mulai dari India hingga Albania, yang menunjukkan kekayaan budaya dalam menyambut bulan Ramadan.
  • Setiap negara punya cara khas, seperti seheriwalas di India, penabuh davul di Turki, hingga mesaharaty di Mesir yang berkeliling sambil memainkan alat musik tradisional.
  • Meskipun berbeda bentuknya, semua tradisi tersebut bertujuan sama: membantu umat Muslim bangun tepat waktu untuk sahur dan mempererat kebersamaan selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan selalu membawa suasana khas yang dirindukan, salah satunya adalah momen bangun sahur. Di Indonesia, kamu mungkin sudah terbiasa terbangun karena pukulan bedug atau seruan warga yang berkeliling kampung. Kebiasaan meriah ini sangat membantu agar kita tidak terlewat waktu makan sebelum mulai berpuasa.

Ternyata kebiasaan membangunkan sahur tidak hanya ada di negara kita. Berbagai negara di dunia juga memiliki cara unik untuk memastikan warganya bangun tepat waktu. Mulai dari alunan alat musik merdu hingga kehadiran kelompok khusus dengan pakaian adat, berikut adalah deretan tradisi unik membangunkan sahur dari berbagai belahan dunia.

1. India dan tradisi pasukan seheriwalas

Taj Mahal (unsplash.com/JulianYu)

Di India ada kelompok bernama seheriwalas yang bertugas membangunkan warga saat sahur. Tradisi peninggalan budaya Mughal ini dilakukan dengan berjalan menyusuri kota pada dini hari. Mereka biasanya membawa tongkat kayu untuk mengetuk pintu atau dinding rumah penduduk agar kamu tidak terlambat bangun.

2. Turki dengan tabuhan drum davul

masjid di Istanbul (unsplash.com/TienkoDima)

Warga Turki dibangunkan oleh penabuh drum khusus yang mengenakan pakaian tradisional peninggalan zaman Kekaisaran Ottoman. Mereka berkeliling membunyikan alat musik perkusi khas bernama davul dengan irama yang cukup keras. Warga setempat biasanya memberikan uang tip atau bahkan mengajak mereka makan sahur bersama sebagai bentuk rasa terima kasih.

3. Pakistan dan alunan seruling merdu

masjid Faisal (unsplash.com/QasimNagori)

Berbeda dengan suara keras di negara lain, tradisi di Pakistan justru menggunakan tiupan seruling dan alat musik tradisional yang merdu. Petugas khusus akan berkeliling memainkan nada indah untuk memastikan kamu terbangun dengan tenang. Panggilan sahur ini juga sering disiarkan langsung melalui pengeras suara dari masjid setempat.

4. Mesir dengan tradisi mesaharaty

mesaharaty (commons.wikimedia.org/dailynewsegypt)

Tradisi sahur di Mesir dilakukan oleh pria berpakaian adat yang biasa disebut mesaharaty. Mereka berkeliling kota sambil menabuh drum kecil, menyanyikan lagu religi, dan mengetuk pintu rumah warga dengan keras. Penduduk setempat meyakini cara kuno ini jauh lebih berkesan dan efektif untuk membangunkan orang tidur dibandingkan menggunakan jam beker.

5. Maroko dan duet alat musik tradisional

Maroko (unsplash.com/HeidiKaden)

Muslim di Maroko melestarikan budaya leluhur melalui tiupan terompet nafar dan tabuhan drum tebbal. Para pemainnya berkeliling desa mengenakan pakaian tradisional bernama gandora untuk membangunkan seluruh warga. Kemeriahan malam hari ini semakin terasa hangat karena sering diiringi lantunan selawat dari para pemuda setempat.

6. Albania dengan kemeriahan musik lodra

Albania (unsplash.com/AdventureAlbania)

Menjelang waktu sahur, warga Islam di Kota Shokdra Albania akan turun ke jalan membawa drum dari kulit kambing bernama lodra. Pemain musik khusus diundang untuk berjalan berkeliling sambil memukul alat musik bersuara keras tersebut. Suasana malam hari akan semakin meriah karena mereka juga menyanyikan berbagai lagu tradisional di sepanjang jalan.

Meskipun caranya berbeda-beda, tujuan utamanya tetap sama yaitu membantu sesama Muslim agar ibadah puasa mereka berjalan lancar. Keberagaman budaya ini membuktikan bahwa bulan Ramadan selalu membawa kebahagiaan dan kebersamaan di mana pun kita berada. Semoga rangkaian tradisi indah ini terus lestari dan puasamu selalu dilancarkan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team