Bekerja dari rumah memang menawarkan fleksibilitas, tetapi tanpa batas yang jelas, pekerjaan bisa dengan mudah terbawa hingga waktu istirahat. Meja makan berubah menjadi ruang kerja, kasur menjadi tempat membuka laptop, bahkan notifikasi pekerjaan tetap terasa hadir setelah jam kerja berakhir. Kondisi ini dapat membuat tubuh dan pikiran kesulitan mengenali kapan waktunya produktif dan kapan saatnya beristirahat.
Menciptakan batas antara area kerja dan area istirahat tidak selalu membutuhkan ruangan terpisah. Penataan sederhana, kebiasaan yang konsisten, serta sinyal tertentu dapat membantu membedakan kedua aktivitas tersebut. Dengan begitu, rutinitas harian terasa lebih teratur dan waktu istirahat benar-benar memiliki ruang tersendiri.
